Punten teu disundakeun....
-------Original Message-------
From: dian
Date: 07/12/2006 17:43:51
To: Wita Irawati; Azis; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; oke ardiansyah;
[EMAIL PROTECTED]
Cc: Gerry; Asep SHK; Apri Ekalokasari; Laisah; Risdiana; Devi Lomena;
Muzakirrah; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; siska; lena; celi
Subject: Untuk Kita Renungkan...
Dibawah keagungan-NYa, Hukum/peraturan-Nya, pasti Ada hikmah yang tiada
Tara...
Untukmu wahai Kawan...
Sadarkan kita dengan apa yang telah d'siratkan oleh-nya.........
Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita,
maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala
hukumnya/peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan
segala peraturan/hukum buatan manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang sempurna karena manusia punya akal yang
merupakan sumber dari segalanya, ataupun mungkin kita akan pantas kalau kita
sebut makhluk serakah, yang tidak selalu puas dengan apa yang kita dapatkan
dengan apa yang Tuhan berikan atau gariskan. Apakah ini karena aqal kita yang
Tuhan berikan, sehingga kita tidak sadar bahwa hasil pikiran dan segala upaya
yang ia dapatkan adalah hasil akan kehebatan dirinya. Wallohu 'alam...
Wahai kawan ingatlah!...
Kita adalah hamba Tuhan yang punya tugas untuk menjalankan apa yang tersirat
dalam aturan yang sama di hadapannya...
Mengapa harus kita bantah akan semuanya, bukan semua ada syarat dan
aturannya...
Tidakkah keinginan kita untuk MENCOBA menerima dan menjalankan dengan apa
yang telah disiratkan di dalamnya....
Walau kita tau kita bukanlah Rasulullah S.A.W yang selalu lepas dari
kealfaan, dan tidak mungkin untuk mencapai kearahnya, Tapi Bukankah mencoba
untuk meniru kearahnya akan lebih baik daripada menyangkal untuk menuju ke
arahnya...
Wahai Kawan...
Apakah dengan akal ini kita ciptakan untuk menyangkal sabda-sabda Nya...
Bukan kah aqal ini ada karena-Nya...
Akan kah kita biarkan dunia ini dengan dipenuhi ke nistaan, karena akal yang
diciptakan-Nya...
Sementara hukum dan aturan yang di tetapkan-Nya kita biarkan jadi Figura
belaka...
Wahai Kawan, Renungkanlah!...
Kita pasti kembali kepada-Nya, oleh karena itu perbanyaklah amal untuk kelak
nanti
Jangan berlaku bodoh, ingin ke surga tapi aturan-Nya kau hardiknya...
Cobalah untuk mengerti jangan selalu anda ingin di mengerti, cobalah Iklaskan
suami anda untuk beristri lagi, do'akanlah dia mudah-mudahan dia dapat
(mencoba) berlaku adil sesuai dengan tuntutan agama, bukankah itu lebih baik,
daripada anda memelihara suami buaya darat (untuk berlacur) ataukah anda lebih
senang memeliharanya itu terserah anda.
Ingat kemajuan suatu generasi ada ditangan wanita...
Note:
Ingat Hukum-Nya diatur untuk selamanya (dulu, sekarang dan masa yang akan
datang) jadi bukan trend masa kini......
Saya belum mampu atau mungkin ga akan mampu untuk melaksanakannya,
beruntunglah orang yang dapat melaksanakannya, semoga di lindungi dan ada pada
bimbingannya... Atau akan lebih beruntunglah kalau kita mendapat pasangan yang
saling setia. Amin...
Tapi ingatlah Dialah yang mengatur hidup & mati kita, jadi fenomena yang
terjadi di bumi ini Dialah yang menghendaki-Nya. Untuk itu kita (saya) selaku
hambanya harus dan semestinya kita mengikuti Hukum-Nya walaupun tahu kita
(saya) jauh dari aturan-Nya.
Noer's plara
Dikutip dari dian ensiklopedia
-------Original Message-------
From: Azis
Date: 07/12/2006 8:34:15
To: Wita Irawati
Cc: Gerry; Asep SHK; Apri Ekalokasari; Laisah; Risdiana; Devi Lomena;
Muzakirrah; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; siska; lena; celi; dian once
Subject: Re: FW: Untuk Kita Renungkan...(Khusus Untuk Para kaum Suami/Calon
Suami)..Wanita Boleh Baca Juga Dech...
Dear All,
Sangat memalukan buat kita!!!!!!! kenapa kita mempermasalahkan yang sudah
diatur ama agama kita masing2 ,
Janganlah jadi rakyat yang latah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalo mau ikut silahkan ,
kalo tidak mau ya udah .... gitu aja koq repot banget ya......
Justru orang yang mempermasalahkan masalah ini adalah orang yang sangat picik
dan kuper
MEMALUKAN...............................
B.rgds
azis
----- Original Message -----
From: Wita Irawati
To: Gerry ; Asep SHK ; Azis ; Apri Ekalokasari ; Laisah ; Risdiana ; Devi
Lomena ; Muzakirrah ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: December 06, 2006 4:17 PM
Subject: Fwd: FW: Untuk Kita Renungkan...(Khusus Untuk Para kaum Suami/Calon
Suami)..Wanita Boleh Baca Juga Dech...
lia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: "lia" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "feidly zein" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Indah Fajarwati" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Muhamad SYIARUDIN Setiadi" <[EMAIL PROTECTED]>,
"afif" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Argi Arof" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Dedi Heryadi" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Evaliana" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Lucky Kurniawan" <[EMAIL PROTECTED]>,
"mafi" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
"aida" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Ade Nurhayati" <[EMAIL PROTECTED]>,
"PRAKA ADHI NUGRAHA" <[EMAIL PROTECTED]>,
"RaMi UEYANi" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Sally Kusmawati" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Wita Irawati" <[EMAIL PROTECTED]>,
"slamet pujianto" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: Untuk Kita Renungkan...(Khusus Untuk Para kaum Suami/Calon
Suami)..Wanita Boleh Baca Juga Dech...
Date: Wed, 6 Dec 2006 16:22:56 +0700
v\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } o\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML)
} w\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } .shape { BEHAVIOR:
url(#default#VML) }
dear all...
enaknya mail ini di-print out trus kasihin deh tuh buat para suami atopun
calon suami supaya dijadiin renungan betapa dia harus memuliakan dan menjaga
hati istrinya......
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cobalah direnungkan
Kang...Mas.. .Bang.... Pak.....
Istri kita rela menjadikan kita sebagai pendampingnya,
walau mungkin ada lelaki lain yang lebih baik sebagai pendamping bagi dia
istri kita rela menghabiskan usianya untuk mendampingi kita, rela bertambah
tua selama mendampingi kita
walau mungkin usianya bisa lebih bernilai dan lebih menyenangkan bila tidak
bersama kita
istri kita rela mengisi hari-harinya untuk memperhatikan dan melayani kita,
walau mungkin hari-hari itu, bisa dia gantikan dengan yang lebih
menyenangkan dan menghiburnya
istri kita tersekat ekspresinya gara-gara menjadi pendamping kita
istri kita menghabiskan energi cintanya untuk kita
istri kita rela menggantungkan hidupnya kepada kita
istri kita kehilangan teman dan ruang pergaulannya untuk hanya menjadi teman
bergaul kita
bahkan istri kita rela kehilangan namanya di lingkungannya untuk digantikan
dengan nama kita
Sementara... .
kita senang bercanda dan tertawa dengan karyawati sekantor kita,
tetapi mahal tersenyum kepada istri kita
kita ramah sekali bercakap dengan kenalan wanita kita,
tetapi bercakap kering seperlunya ketika bicara dengan istri kita
kita sebarkan pandangan dan senyum untuk wanita di luar rumah,
tetapi bermuka masam untuk istri di rumah kita
Apakah arti pernikahan menurutmu wahai para suami ?
apakah pernikahan adalah alat pemenjaraan dimana energi, ekspresi, cinta,
harapan istri diarahkan untuk melayani ego kita sebagai suami ?
sementara kita bebas untuk mereguk segala kesenangan di luar rumah, di luar
kota , bahkan di luar negeri ...
sementara kita puas mereguk ego kita dalam pergaulan, ketenaran, jabatan....
Kang...Mas.. .Bang.... Pak.....
Istri kita adalah bidadari di rumah kita
Betapa besar cinta dan jasa bidadari itu bagi kita
Balaslah jasanya dengan cinta kita yang penuh kepadanya
ucapkan senantiasa "I Love You" setiap hari untuk menguatkan cintanya, untuk
menguatkan harapannya.. .
Wahai SUAMI..
renungkanlah
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah
Justru,
Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu mursyidnya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Ketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandai istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah
meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita,
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH SWT
karena
Memiliki istri yang tak sehebat mana
Justru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
SUAMI dan ISTRI ingatlah:
Mengapa mendambakan istri sehebat Khadijah
Andai diri tidak semulia Rasulullah s.a.w.
Tidak perlu istri secantik Balqis
Andai diri tidak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf
Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim
Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah..
"TERCIPTANYA KITA BUKAN TANPA TUJUAN, PASTI ADA BALASAN DI AKHIR SEMUA INI"
"HIDUP TIDAK MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG KEDUA KALI, MAKA JADIKAN DUNIA INI
UKIRAN AMAL YANG TIDAK TERNILAI "
JANGAN BERLAKU SEPERTI "BUAYA DARAT"
JANGAN COBA2 MENYAKITI / MENGIANATI ISTRI / MENDUAKAN ISTRI *KARENA WANITA
INGIN DIMENGERTI*
JANGAN COBA2 BERISTRI LEBIH DARI SATU, JIKA TIDAK MAMPU dan BERLAKU ADIL SESUAI
DGN TUNTUNAN AGAMA
Note: Boleh bagi yang mampu! apalagi sekarang lagi ngetrend Dai yang beristri
lbih dari 1......
[lovely_a] ly
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com