Mangga, wilujeng ka kang Dedi...!

Mun teu lepat mah, upami aya tutuwuhan tatanggi ngaroyong ka pakarangan
urang, buahna kenging di ala ku urang. Etang-etang tos ngabalaan pakarangan
urang.

Manawi aya nu apal hadistna mangga, nyanggakeun..!


eMody


On 12/12/06, kautsar_cahaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Assalamu'alaikum.

Punten ah, sim kuring warga anyar di ieu milis, nepangkeun ka
sadayana, abdi pun Dadi kawit ti Garut, ayeuna bubuara di Cianjur.
Pakulian mah di Jakarta.

Aya patarosan ieu teh manawi aya anu mangwalerkeun :
Lamun urang ningali bubuahan dikebon tatangga... ala we... am
didahar.. keun bae bebeja mentana mah engke we... kitu oge lamun nu
bogana nyahoeun... Leres kitu ?

Kumaha lamun anu kieu ?

Pengadilan Izinkan Aa Gym Poligami

BANDUNG, WARTA KOTA- Aa Gym akhirnya 'mengantongi' Surat Izin
Poligami yang dikeluarkan Pengadilan Agama Negeri Bandung. Hal itu
diketahui setelah Aa Gym memenuhi panggilan Pengadilan Agama Senin
(11/12). Aa Gym selaku pemohon datang pukul 09.00 didampingi
termohon Teh Ninih yang sekaligus istri pertamanya. Ikut hadir Teh
Rini selaku istri kedua.

Dalam proses sidang majelis yang dipimpin langsung oleh Ketua
Pengadilan Agama Negeri Bandung, H Mukhlis SH M Hum, disebutkan
bahwa Aa Gym telah memenuhi syarat dan ketentuan berpoligami baik
syarat alternatif maupun kumulatif sebagaimana yang tertuang dalam
UU Perkawinan 1974 pasal 4 dan 5. Sehingga Aa Gym berhak mengantongi
izin poligami dengan nomor perkara 1762/pdt.g/2006/PA Bandung
tanggal 1 Desember 2006.

Menurut Mukhlis yang kemarin didampingi Panitera/Sekretaris
Pengadilan Agama Bandung, Muhammad Yamin SH, Aa sudah memenuhi
beberapa syarat dan ketentuan berpoligami yaitu izin dari istri
pertama, kesanggupan berlaku adil dan kesanggupan secara ekonomis
berlaku adil kepada anak anak baik dari istri pertama maupun istri
kedua.

Dalam sidang itu, tambah Mukhlis, baik secara lisan dan tertulis Teh
Ninih sudah memberikan keikhlasannya kepada Aa Gym untuk memperistri
Alfarini alias Rini. "Sehingga pengadilan berlangsung lancar dan
singkat," ujar Mukhlis.

Namun demikian, Mukhlis enggan mengomentari soal terlambatnya
permohonan izin poligami Aa Gym yang baru diajukan per 1 Desember
lalu. Menurutnya, hal itu bukan wewenang dirinya selaku Ketua
Pengadilan Agama Negeri Bandung. "Namun begitu kita sangat
menghargai kerjasama beliau yang sudah mengaku menikah dan mau
memenuhi undangan Pengadilan Agama menyangkut permohonan izin
tersebut," ujarnya.

Menurut Mukhlis, Aa memang mengajukan surat permohonan izin poligami
karena bagi pria yang ingin menikah lagi harus ada izin dan
ketentuan hukum dari Pengadilan Agama. Karena itu, setelah Aa Gym
mengajukan permohonannya pada 1 Desember lalu, Pengadilan Agama
Bandung langsung memprosesnya. "Dan setelah melalui beberapa tahapan
proses termasuk pengajuan syarat yang sudah disebutkan tadi, baru
tadi (kemarin pagi, Red) surat izin itu keluar," katanya. (tat)

Sumber: Warta Kota

Baktos,

Dadi.



Kirim email ke