Ngarah lengkep sugan teu acan aya nungeposkeun...yen
kulawargi Aa teh waktos Detik ngabuka ieu berita (ceuk
Aa mendzalimi) teh Ninih sareng Putra putrina teh tos
2 1/2 bulan teu di bejaan....boro2 ngurus ka KUA...nah
ari parantos Ragrag Bogoh teh kitu...pan Aa ge
manusa...Ustadz juga manusia ceuk barudak ayeuna
mah........
Ini ada petikan menarik mengenai bagaimana media
memulai memberitakan Aa Gym.  Silahkan menilai
sendiri.
 Aya cutat ti hasil wawancara jurnalis Detik anu teu
ngarasa ngadzalina Aa...........

Yang jelas, janganlah kita sekali-kali meng-
underestimate the power of the Internet.



alangkah jauh beda antara kasunyataan dengan
pencitraan. berikut adalah reportase pribadi jurnalis
detikcom sebagai media yang pertama kali memberitakan
pernikahan aa-gym. Kita akan segera tahu apa yang
sesungguhnya terjadi, dan juga, betapa sebetulnya
keluarga aa gym pun tidak siap dengan pernikahan kedua
ini.


Melihat makin ramainya di milis ini yang membahas
mengenai
poligami, yang diilhami oleh pernikahan kedua Aa Gym,
saya tergelitik
untuk berbagi mengenai sikap Aa Gym saat berita ini
pertama muncul di
media yang belum terekspose media.
Sebenarnya, kabar pernikahan kedua Aa Gym di kalangan
wartawan
Bandung telah tersebar sejak bulan puasa lalu. Namun
selain karena
memang masih belum mendapat informasi yang akurat, ada
juga temen yang
menganggap bahwa hal itu tidak perlu disebarluaskan.
Namun tidak
sedikit juga temen wartawan (khususnya media lokal)
yang sudah patah
semangat, karena dipikir berita ini tidak mungkin
turun di media
mereka mengingat kedekatan ulama kondang ini dengan
para petinggi
media. Saya sendiri termasuk malas memberitakan hal
yang berhubungan
dengan ulama itu.
Namun pada 30 November lalu, semua berubah. Saya yang
kebetulan
bekerja di media online, ditelepon oleh wapemred dan
menanyakan kabar
mengenai pernikahan kedua Aa Gym ini. Dia sedikit
kaget dan juga
kecewa ketika saya katakan sudah mengetahuinya
jauh-jauh hari. Pada
hari itu juga saya diminta menelurusi kasus ini.
Beruntunglah siang itu juga ada narasumber yang mau
membeo tentang
pernikahan kedua aa gym ini. Namun dia meminta
identitasnya tidak
disebutkan. Karena dia menyebut salah satu ulama di
Bandung yaitu
Miftah Faridl terkait dalam kasus ini, saya pun
langsung
menghubunginya melalui telepon.
Setelah berbicara dengan beberapa rekan, mereka
menilai laporan ini
sudah bisa turun. Akhirnya berita pertama tentang
pernikahan Aa Gym
dengan judul "Aa Gym menikah, ucapan selamat mengalir"
turun siang itu.
Setelah itu saya pergi ke komplek DT yang berada di
Gerlong untuk
mencari kediaman rumah Rini, istri kedua aa Gym.
Berbekal dengan
alamat yang berikan oleh sumber saya itu, akhirnya
rumah istri kedua
aa gym pun saya temukan. Ketika saya datang (Saat itu
saya sendirian
karena temen2 wartawan lain masih belum berminat ikut
isu ini),
seorang laki-laki paruh baya sedang duduk di teras
rumah.
Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya Rini muncul
juga. Pertama
saat dia keluar, saya kaget juga dan mengagumi
kecantikannya. Ketika
saya mencoba basa basi, dia langsung memotong dan
mengatakan bahwa
dirinya tahu kalau saya akan konfirmasi mengenai
berita yang turun di
detikcom. Namun meski dibujuk dengan perkataan yang
saya rasa tidak
kasar, dia menolak memberi keterangan. "Coba hubungi
humas DT dan aa
saja langsung, mereka sudah menunggu," ujar Rini.
Melihat gelagatnya dan mendengar apa yang dia
sampaikan, saya yakin
kalau perempuan berkerudung pink ini benar ada
hubunganya dengan aa
gym. Saya melaporkan ke kantor sekitar pukul 16.00,
namun untuk
benar-benar memastikan kebenaran ini, saya dan jakarta
bersepakat
tidak akan diturunkan dulu sebelum mendapat konfirmasi
dari aa gym
atau humas DT.
Ingat perkataan Rini, jika kedatangan saya ditunggu Aa
Gym. Terus
terang, saya agak khawatir juga jika harus sendirian.
Saya pikir
meskipun berita ini benar, Aa Gym pasti akan marah
besar pada saya.
Apalagi jika berita ini salah. (Tp saat itu saya yakin
isu ini benar
dan Alhamdulillah ternyata memang benar :) ). Akhirnya
saya memutuskan
untuk menelepon teman.
Beruntunglah ternyata teman wartawan Tribun Jabar juga
disuruh
follow up kasus ini oleh kantornya. Akhirnya kami
berdua bersepakat
untuk mendatangi aa gym bersama-sama. Ketika kami
sampai ke
kediamannya, ajudannya mengatakan bahwa aa gym sedang
rapat dan kami
disuruh menunggu. Setelah menunggu hampir sejam,
ajudan itu kembali
bilang bahwa kami harus menghubungi humas DT karena
semua diserahkan
kepada Humas.
Dari humas kami mendapat informasi jika sore itu aa
tidak bisa
memberi keterangan karena mempersiapkan pengajian.
Humas itu juga
mengaku, jika rapat yg tadi berlangsung adalah
membahas berita yang
turun di detik. Dia juga mengatakan aa akan mencari
waktu yang tepat
untuk berbicara kepada media. Terus terang kami tidak
puas, akhirnya
kami memutuskan untuk menunggu aa hingga pengajian
selesai digelar
yaitu pukul 21.00.
Saat menunggu, saya mendapat kabar jika kawan dari
tribun (bukan yg
sedang bersama saya) telah mendapatkan konfirmasi dari
adik kandung aa
gym yang membenarkan adanya pernikahan kedua aa gym
ini. Kami makin
semangat untuk meminta konfirmasi dari aa gym.
Sekitar pukul 21.10, aa akhirnya keluar dari masjid
dengan
mengenakan sepeda listrik dengan diikuti beberapa
ajudan yang
berlarian di belakangnya. Serta tatapan ribuan
kekaguman dari jamaah.
Lantas setengah berlari saya dekati aa dan langsung
memperkenalkan
diri serta meminta waktu. Di luar dugaan saya, aa
mengangguk dan
melambaikan tangan ke arah kami agar mendekat.
Tepat di parkiran depan rumahnya, dengan posisi aa
yang masih duduk
di sepeda dan kami berdua berdiri di hadapannya, Aa
"menceramahi" kami
berdua. Puluhan jamaah yang akan mendekat untuk
meminta difoto dengan
aa diminta untuk mundur dahulu. Setelah sekitar 10
menit, kemudian aa
berfoto dulu dengan penggemarnya lalu kemudian
memanggil lagi kami
berdua di teras rumahnya. Sekitar 40 menit kami
diceramahi.
Dengan suara pelan namun penuh penekanan dia mulai
berbicara : (Saya
lupa tidak menyalakan rekaman saya karena dia bilang
off the record.
Namun itu disayangkan oleh teman2. Menurutnya minimal
mereka bisa
mendengar langsung apa yg diomongin aa gym, hehe gosip
bgt ya. Hingga
saya menulis ini di bawah ini yg saya ingat):

Aa Gym
Apa salah aa dengan detik? Kenapa detik begitu tega
menghancurkan
aa? Apa salah saya pada detik? Kenapa tidak datang
dulu ke aa untuk
meminta ijin berita ini turun? Siapa di detik yang
memutuskan berita
ini turun? Kode etiknya kan harus minta ijin dulu baru
berita turun..

Aa minta bagaimana caranya berita ini terhenti. Karena
detik yang
memulai, detik juga yang harus mengakhiri. Kalau
besok-besok media
pada datang, ini gara-gara detik!
Siapa di detik yang memutuskan berita ini turun? siapa
pemimpinnya?
minta teleponnya, nnati aa telepon. Tribun juga mau
menurunkan? aa
telepon nanti teeeeeeeeeeet (salah satu petinggi di
tribun. dan
ternyata aa benar menelepon, sehingga rencana berita
yg jadi headline
jadi hanya berita biasa di halaman pertama).
Aa belum pernah dihujat dan dihina orang seperti ini.
Setelah berita
muncul di detik, ratusan sms aa terima yang isinya
berupa kecaman.
Puas melihat aa menderita seperti ini? Keluarga aa
sedih, anak-anak aa
dihina di sekolahnya karena punya ibu tiri, teh ninih
menangis. Hah.
Kenapa ga bilang dulu pada aa?
Aa juga mau bilang kok ke publik, tapi nanti setelah
istri aa, anak
aa, semua sudah bisa menerima. Aa itu sedang mencari
waktu yang tepat.
Aa ingin pernikahan aa ini menjadi media dakwah. Nanti
jika semuanya
sudah siap, saya, istri aa, dan anak-anak aa akan
bicara pada media tp
dengan suasana yang sudah bagus. Semua tersenyum.
Tidak seperti ini,
aa seperti ditikam dari belakang.
Puas melihat keluarga aa menderita? Aa heran kenapa
masih ada
orang yang mengais rezeki dari penderitaan keluarga
aa. Dek, takut
pada Allah. Dosa menyakiti hati ulama...
Saya tahu ketika detikcom datang ke rumah Rini, karena
Rini SMS aa.
saya bilang suruh langsung menghadap saya kalau
berani. Saya
tunggu-tunggu dari sore kok datang-datang. Kalau
berani, langsung
hadapi aa...
Sejak detik datang, Rini terus menangis. Saya sudah ga
bisa hubungin
dia lagi. Puas melihat penderitaan keluarga aa? Dek,
ibu rini itu
sedang stroke. Ibu saya juga menangis mendengar ini.
Dek, takut pada Allah. pasti orang-orang non muslim
menertawakan
kita. apa kata mereka? mereka bisa bilang ulamanya kok
ga bener...

Adek, kayanya tidak merasa salah ya? kok tidak minta
maaf. Ayo kalau
begitu kita kuat-kuatan doa (adu doa maksudnya), siapa
yang terdzolimi
akan terbukti nanti. (saat berbicara ini, pandangannya
menantang).
Ada usul apa yang harus aa lakukan untuk menghentikan
pemberitaan
semua ini? (pertanyaan ini beberapa kali dilontarkan
oleh Aa Gym
sambil menimbang-nimbang print berita detik di
tangannya)
Pokoknya aa belum bisa katakan apa-apa, karena belum
saatnya. Nanti
setelah pulang dari haji, baru aa bicara

* catatan dalam perbincangan ini kami saling
berbantahan. Saya tetap
merasa bahwa apa yg saya lakukan dalam kode etik
benar. saya katakan
pada aa gym, nara sumber pertama saya memang sumir
karena tidak
disebutkan identitasnya. Tp saya terus mencari
konfirmasi yg saya rasa
bukan sumir lagi. Hari itu juga saya konfirmasi ke
Miftah Farid
(diketahui belakangan dia saksi), Rini (istri kedua aa
gym) dan
langsung ke Aa Gym.
Saya juga katakan pada dia, saya tidak perlu meminta
ijinnya untuk
menurunkan berita. Tapi memang benar saya harus dapat
konfirmasi dari
dia, makanya saya tunggu hingga malam.
Saya katakan dia punya hak jawab untuk membantah jika
semua ini tidak
benar. Itu yg harus dia lakukan agar semua terhenti.
Saya katakan
tidak bisa berbuat apa-apa untuk mendorong agar
media-media lain juga
tidak menurunkan berita ini.
Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penurunan
berita di detik,
saya katakan ini adalag rapat redaksi sehingga tidak
bisa satu orang
saja disalahkan. mengenai banyaknya sms yg masuk yang
mengecam,
saya katakan itu resiko atas perbuatan aa (dia
terlihat marah sekali
saat mendengar ini. matanya merah, tangannya bergetar
memegang kertas
berita detik).
Saya katakan jika aa merasa benar perbuatannya, aa
tidak perlu
menyembunyikannya dan merasa takut.
Mengenai ajakannya untuk adu doa, tidak saya ladeni.

Tulisan ini ditujukan bukan untuk mempekeruh suasana.
Namun ada
baiknya rekan-rekan di milis juga mengetahuinya. ..Dan
perlu diketahui
teman saya yang bekerja MQ dicurigai yang membocorkan,
dan dia kini
meminta saya membuat klarifikasi. Saya katakan pada
dia , kalaupun toh
dia yg membocorkan rahasia aa pada saya, tidak akan
saya ungkap.
Karena saya disumpah untuk tidak membocorkan identitas
nara sumber
yang menginginkan di sembunyikan.
Satu yang membuat saya senang saat ini adalah apa yang
saya tulis
bahwa aa gym menikah lagi, benar adanya :)


 


--- Uteuk Tongo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> AA Gym tuh manusia biasa sama seperti anda, bukan
> Nabi 
> saya rasa wajarlah kalau pingin lebih dari yg anda 
> pikirkan.
> 
> 
> On Thu, 14 Dec 2006 02:43:26 -0800 (PST)
>   teddy sur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > saya kira untuk masalah pologami perlu dipikir
> > ulang,ok,poligami,ok,istri empat.tapi tolong lihat
> > sisi lain dari manusia itu sendiri.poligami yang
> ada
> > sekarang sakira hanya kepentingan libodo
> > pribadi,seperti contohnya AA Gyam,jika ia memang
> mau
> > mengikuti apa yang tertuang dalam ALQURAN,kenapa
> ia
> > tidak mengawini janda2 yang ada di Aceh,jelas2
> janda2
> > itu sangat membutuhkan perlindungan.sekali
> lagi,saya
> > kira sumua orang akan senang dan muda-mudahan
> berkah
> > dunya-akherat jikalau mengawini janda2 itu.
> >  
> > --- Uteuk Tongo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> >> Uteuk Tongo Walangtaga
> >> 
> >> 
> >>    --- the forwarded message follows ---
> >> > From: "Uteuk Tongo" <[EMAIL PROTECTED]>
> >> Subject: MEMAHAMI POLIGAMI (Punten teu
> disundakeun)
> >> To: [email protected]
> >> Date: Thu, 14 Dec 2006 14:13:50 +0700
> >> 
> >> Poligami
> >> 
> >> Poligami telah menjadi kehidupun harian manusia
> >> sehingga 
> >> Quran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu.
> Diwaktu
> >> bumi 
> >> ini masih muda dan tidak mempunyai ramai
> penduduk, 
> >> poligami adalah cara kehidupan untuk membawa
> >> bilangan 
> >> manusia bagi mendukung rancangan Allah. Pada masa
> >> Quran 
> >> diturunkan, dunia telah mempunyai jumlah bilangan
> >> penduduk 
> >> yang cukup, dan Quran telah mengadakan pembatasan
> >> terhadap 
> >> poligami.
> >> 
> >> 
> >> Poligami diizinkan oleh Quran, tetapi didalam
> >> keadaan yang 
> >> mempunyai batasan yang tinggi. Sebarang
> >> menyalahgunakan 
> >> keizinan yang mulia ini akan mendapatkan hukuman
> >> yang 
> >> menyakitkan. Lantaran itu, walaupun poligami
> telah 
> >> diizinkan oleh Allah, sepatutnyalah ianya
> menjadikan
> >> kita 
> >> lebih lagi berhati hati untuk meneliti keupayaan
> >> kita 
> >> dengan lebih cermat lagi sebelum menceburkan diri
> >> kedalam 
> >> perhubungan poligami yang telah diizinkan itu.
> >> 
> >> Contoh yang tepat sekali disini adalah Nabi
> >> Muhammad. Dia 
> >> telah berkawin dan mempunyai seorang isteri saja,
> 
> >> Khadijah, sehingga dia mangkat. Mereka mempunyai
> >> kesemua 
> >> anak anak melainkan satu dari Khadijah. Lantas,
> dia
> >> dan 
> >> anak anaknya menikmati penjagaan yang penuh dari
> >> Nabi 
> >> dimasa perkawinan mereka; selama dua puluh lima
> >> tahun. 
> >> Bagi tujuan yang tertentu, Muhammad mempunyai
> >> seorang 
> >> isteri saja - dari umur 25 hingga 50. 13 tahun
> >> dimasa sisa 
> >> sisa umurnya, beliau menikah dengan janda janda
> yang
> >> 
> >> berumur dari para sahabat yang telah meninggalkan
> >> banyak 
> >> anak anak. Anak anak ini memerlukan rumah yang
> cukup
> >> 
> >> beserta dengan kasih sayang seorang bapa, dan
> nabi
> >> telah 
> >> memenuhi keinginan sedemikian. Memberikan
> kebaktian 
> >> sebagai seorang bapa kepada anak anak yatim
> adalah
> >> satu 
> >> satunya keadaan yang diizinkan untuk berpoligami 
> >> sebagaimana yang telah dinyatakan didalam Quran
> >> (4:3).
> >> 
> >> Selain dari mengawini janda janda kepada anak
> anak
> >> yatim, 
> >> ada tiga perkawinan yang berdasarkan politik
> didalam
> >> 
> >> kehidupan Nabi. Kawan kharibnya Abu Bakar dan
> Omar 
> >> berkehendakan dia mengawini anak anak mereka,
> Aisha
> >> dan 
> >> Hafsah, demi untuk memantapkan perkaitan famili
> dan 
> >> tradisi diantara mereka. Perkahwinan ketiga
> adalah
> >> dengan 
> >> Maria dari Mesir yang telah diberikan kepada
> baginda
> >> 
> >> sebagai tanda menghargai persahabatan ketua
> Mesir.
> >> 
> >> Contoh yang amat tepat ini memberitahukan kita
> yang 
> >> seorang lelaki mestilah memberikan perhatian
> >> sepenuhnya 
> >> dan jujur dalam menjalani kehidupan perkahwinan
> >> terhadap 
> >> isteri dan anak anaknya demi untuk menjamin
> >> kebahagiaan 
> >> keluarga.
> >> 
> >> Quran menegaskan batasan terhadap poligami dengan
> 
> >> perkataan yang tegas: "Jika kamu takut yang kamu
> >> tidak 
> >> akan dapat berlaku seadilnya didalam melayani
> lebih
> >> dari 
> >> satu isteri, maka kamu mestilah cukup dengan yang
> >> satu 
> >> saja." (4:3) "Kamu tidak akan boleh berlaku adil
> >> dalam 
> >> perhubungan berpoligami, walau bagaimana pun
> >> payahnya kamu 
> >> mencuba." (4:129).
> >> 
> >> Quran menghalalkan poligami untuk memelihara dari
> 
> >> menyalahgunakan undang undang Allah. Dari itu,
> kita
> >> mesti 
> >> sentiasa akur, melainkan jika kita betul betul
> yakin
> >> yang 
> >> undang undang Allah tidak disalahgunakan, jika
> tidak
> >> lebih 
> >> baik kita tahan keinginan kita dan jauhilah
> >> poligami. Jika 
> >> keadaan tidak memerlukan kita untuk berpoligami,
> >> baiklah 
> >> kita berikan perhatian kita yang sepenuhnya
> kepada
> >> satu 
> >> isteri dan anak anak. Psikologi dan kehidupan
> sosial
> >> anak 
> >> anak terutamanya dinegeri negeri dimana poligami
> >> dilarang, 
> >> kebanyakan dari mereka sentiasa mengamalkan
> >> monogami. 
> >> Beberapa kriteria yang mesti perlu dikaji dengan
> >> mendalam 
> >> tentang poligami:
> >> 
> >> 1. Ianya mestilah melegakan kesusahan dan
> >> penderitaan dan 
> >> bukannya untuk memberi kesusahan dan penderitaan.
> >> 
> >> 2. Jika kamu mempunyai keluarga muda, tentu
> sekali 
> >> poligami telah disalahgunakan.
> >> 
> >> 3. Berpoligami dengan menggantikan isteri yang
> muda
> >> adalah 
> >> satu dari menyalah gunakan undang undang Allah
> >> (4:19).
> >> 
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke