Bener Lur!!!kuring mah macana ge mani rieut.teuing
kuring nu bodo teuing kumaha. Naha bet nu nyandungna
AA Gym, ning urang nu paraseana nya...Nu apal elmu
nyandung, pek teh teuing rek nyandung mah, ngan asal
sing adil jeung tanggung jawab.Ngan omat, nu teu apal
elmu nyandung ulah wani-wani pipilueun
nyandung...meureun kawas jalma teu bisa ngojay hayang
iluan ngojay jeung batur.kan jadna mah tikerelep
meureun nya!!!Ngan dalah dikumaha oge, Islam
ngameunangkeun ka lalaki pikeun nyandung lamun
kira-kira bisa adil jeung apal elmuna mah.kuring aya
artikel saeutik,ngan punten caan disundakeun....

berikut ana tuliskan cuplikan dari buku Istriku
Menikahkanku terbitan
Darul Falah karya As-Sayyid bin Abdul Aziz As-Sa'dani

Tidak diragukan lagi bahwasanya musuh musuh Islam dari
Yahudi, Nasrani, Orientalis, dan sekuleris menebarkan
pemikiran dan racun mereka melawan islam, kaum
muslimin, serta pengajaran2 agama mereka yang suci.
Muslih Islam berusaha dengan segala daya untuk
menanamkan pemikiran pemikiran ini melalui segala cara
dan media, diantaranya pemahaman yang keliru seputar
masalah taaddud zaujat 'poligami'. mereka menyerukan
agar tidak menikah setelah menikah dengan istri yang
pertama, supaya laki laki mencukupi dengan 1 istri dan
menambah kekasih kekasih gelap, sebagaimana yang kita
lihat dengan jelas di berbagai media massa.

agar mereka bisa sampai pada tujuan mereka, mereka
mendatangkan –sangat disayangkan- orang orang yang
mengenakan pakaian ahli ilmu agar orang orang itu
membuatkan untuk mereka undang undang yang membawa
kepada
pelarangan taaddud secara tidak langsung. sekelompok
dari orang orang tersebut membuat bid'ah baru, yaitu
seorang laki2 apabila menikah dengan istri yang kedua
harus memberitahu istri yang pertama, dan harus ada 
persetujuan dari istri yang pertama atas pernikahan
itu.

ini menjadi undang undang yang sekarang diterapkan di
sebagian besar negri2. mereka memanfaatkan hadits yang
dicantumkan dalam shohih bukhori dan shohih muslim
bahwasanya Ali bin Abu Tholib hendak menikahi putri
Abu Jahal,mereka mengatakan, "Rasulullah Shalallahu
'alaihi wasallam mengingkari Ali bin Abu Tholib
Radhiallahu anhu untuk memadu putrinya."

kita katakan kepada mereka, "kenapa kalian sembunyikan
perkataan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dalam
hadits yang sama dengan jalan lain ,'adapun
sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan
tidak menghalalkan yang haram'." maknanya bahwa,
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam berkata,"saya
tidak mengharamkan atas umat sesuatu yang halal dan
aku juga tidak menghalalkan yang haram karena Allah
Ta'ala telah berfirman,'. ..maka nikahilah apa yang
baik bagimu dari wanita, dua orang, atau tiga, atau
empat...' ini adalah sesuatu yang telah dibolehkan
Allah dan saya tidak akan mengharamkan apa yang telah
dibolehkan Allah."

ini menunjukkan bahwasanya masalah ini khusus untuk
putri Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam, bukannya umum
untuk seluruh kaum muslimin. Inilah  pendapat yang
dipilih oleh sekelompok ulama ahli tahkik, dimana
mereka mengatakan, "sesungguhnya ini khusus untuk
putri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dan
bahwasanya ia tidak akan berkumpul dengan putri musuh
Allah." sebagamana yang telah dikatakan oleh Ibnul
Munayyir Al-Iskandari, "ini termasuk dalam wanita
wanita yang diharamkan." Oleh karena itu, Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wasallam berkata, "sesungguhnya aku
khawatir mereka akan memfitnah putriku." kalo Ali bin
Abu Thalib menikah dengan selain putri Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wasallam, niscaya nabi tidak akan
mengingkarinya, maka hadits ini sangat jelas.

bagaimana mereka bisa mengingkari perkataan yang
terarah dan jelas ini, yang menyatukan diantara hadits
hadits dan ayat ayat yang menjelaskan tentang bolehnya
menikah lebih dari 1 istri? dan untuk maslahat siapa
taaddud yang telah dibolehkan Allah dilarang? perlu
diketahui bahwa taaddud adalah termasuk maslahat
wanita karena himahnya yang amat banyak, diantaranya:

lebih banyaknya jumlah wanita daripada pria. jadi,
disana –sebagaimana yang telah saya katakan-- ada
yang mengenakan pakaian ahli ilmu, lalu mengajak dan
fanatik terhadap pendapat salah seorang ulama dan
menyelisihi mayoritas ulama. sayang sekali mereka
selalu menyelisihi pendapat pendapat yang benar.
sebagaimana yang terjadi dalam penafsiran ayat taaddud
dalam firman Allah Ta'ala, '...yang demikian itu
adalah lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya.'
(An-Nisaa':3) maksudnya, berbuat dholim.

adapun imam As-Syafi'i menafsirkan 'ta'wuulu' yakni
menjadi banyak anak anakmu. maka mereka meninggalkan
pendapat jumhur ulama, serta berta'asshub dengan
pendapat imam As-Syafi'i agar sampai kepada tujuan
mereka. Mereka mengatakan,' sesungguhnya ta'addud
penyebab banyaknya anak, yang berakibat  kemiskinan,
dan kesia-siaan' . mereka mengira bahwa banyak anak
penyebab kemiskinan, dan mereka lupa firman Allah
Ta'ala, "sesungguhnya RabbMu yang membentangkan rezeki
bagi siapa yang Ia kehendaki dan takdirkan.
Sesungguhnya Ia Maha mengetahui hamba hambaNya lagi
Maha Melihat. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu
karena takut lapar, Kami-lah yang memberi rezeki
mereka dan kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah
kesalahan yang besar." (Al-Isra':30- 31)

semoga menjawab syubhat yang ada. jika tidak,
bertobatlah pada Allah dan berdoalah utnuk ditunjukkan
jalan yang benar

disadur dari buku terjemahan berjudul Istriku
Menikahkanku karya As-Sayyid bin Abdul Aziz As-Sa'dani

--- Dedi Supriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> hahahahaha... kalahka jd parasea, tos lah, heup,
> atos atuh, meni teu bosen2 :))
> teu aya topik nu leuwih mangpaat kitu?? kieu carana
> mah diskusi poligami teh jadi 'memecah belah umat'
> ateuh...
> kang kuncens, lieur nya? :p
> 
> baktos,
> ds
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Cep_Runa <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, 19 December, 2006 11:56:43 AM
> Subject: Balasan: Re: [Urang Sunda] MEMAHAMI
> POLIGAMI (Punten teu disundakeun) --> urang
> pungkas..
> 
> Heu....heu.. ...
> euweuh untungna pasea nu kitu, malah matak lieur,
> soklah rek berargumen mah, ngan niti ti Aki hiji,
> ulah silih salahkan. Ok satuju lah dipungkas.
> 
> ndoell <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> Emh..ck ck ck (bari gogodeg)
> sabar...sabaaaar. ...
> batur nu nyandung, naha kalah ka parasea kitu
> geuning ?
> ngomongkeun soal poligami mah moal aya anggeusna.
> 
> mun bade nyandung nya heug, teu kudu loba catur.
> mun moal nya entong ...
> 
> kukituna, urusan nyandung urang pungkas wae dugi ka
> dieu..
> urang bahas deui masalah nyandung dina kasempetan
> anu sanes.
> okeh ?
> 
> -dul-
> tukangteuing - kuncen #8
> 

Kirim email ke