Ceu...,
nu puguh mah banyak bin loba budak loba rizki...da Allah Swt adil...asal
urang daek usahana,
loba bdak pondok umur...", ah eta mah ukur teori...Alhamdulillah indung bapa
sim abdi mah malah panjang umur..padahal turunanana ayeuna 13 (kaasup sim
abdi)....hehehe..
( sagala anu direncanakeun kalawan asak pasti hasilna nyugemakeun...)

"kkbm'69"


On 2/15/07, Roro Rohmah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Mendakan artikel sae ti connectique... punten teu diSundakeun, mugia
mangpaat.

*Banyak Anak, Pendek Usia*
Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Utah University,
terhadap 21 ribu pasangan suami istri yang tinggal di daerah Utah, sebuah
kota kecil di sebelah barat Amerika Serikat.
Data yang digunakan para peneliti adalah data keluarga dari tahun 1860
hingga 1985. Total jumlah anak dalam kurun waktu 125 tahun tersebut  adalah
174 ribu orang anak. Para peneliti berhasil mendapatkan data bahwa setiap
keluarga di Utah pada saat itu rata-rata memiliki anak 8 hingga 14 orang.
Dr Dustin Penn dan Dr Ken Smith yang mengepalai penelitian ini
mengungkapkan kepada bbc.com bahwa dari hasil peneltian ini diperoleh
kesimpulan bahwa jumlah anak ternyata memengaruhi kesehatan dan kualitas
hidup orang tua. Hasil penelitian mencatat 1.414 ibu meninggal setelah ia
melahirkan anak bungsu. Sedangkan 988 lain, rata-rata meninggal ketika anak
bungsunya berusia 5 tahun. Hal yang sama dialami oleh sang ayah. Tercatat
613 laki-laki meninggal pada tahun pertama kelahiran anak bungsunya.
Sedangkan 1.083 lainnya meninggal saat anaknya yang bungsunya berusia 5
tahun.
Perempuan atau ibu memiliki risiko kematian sangat tinggi. Mengapa?
Menurut Dr Dustin Penn, hal ini disebabkan karena ibu terbebani secara
psikologis lebih besar ketimbang ayah ketika mereka berdua membesarkan
anak-anaknya. "Namun jika ibu yang banyak anak ini berhasil 'bertahan'
hingga ia memasuki masa menapouse, maka ia akan memiliki harapan hidup lebih
panjang," ujar Dr Dustin Penn.


ro2


Kirim email ke