Imlek teh sok disebut oge Shin Cia, ari Cia Taokai hartina dahar bareng maleman 
imlek ( di buku keom sakedap oge disabit sabit) lamun ngecapkeunana rada cepet 
hartina jadi lain, sabab dina basa gaul tokai teh hartina tai, ari Cia hartina 
dahar, jadi cia tokai?

Parayaan poe kahiji katelah SHIN CIA (imlek tea), parayaan poe ka lima welas 
katelah CAP GO MEH, cap hartina welasan, go hartina lima, mun dibalik nyebutna 
jadi Meh Go Cap, mun boga duit Pe Go, meh Go Cap nya tinggal ngurangan Ce Pe. 
Parayaan poe ka sarebu CHENG Beng, cheng teh hartina rebuan, sarua jeung boga 
duit go cheng sarua jeung boga duit lima rebu (saletereun beas).
Lak Ban hartina opat puluh rebu, tapi diurang mah lakban teh hartina paragi 
ngarapet dus, urang cina mun ngucapkeun lakban ka paragi ngarapet dus, tara 
nyebut lakban da cenah gede teuing kawantu harga lakban teh ngan ukur tilu rebu 
atawa opat rebuan sa rolna jadi mun nyebut lakban ka pangrapet dus sok nyebut 
LAK CHENG (opat rebu).

Wewengkon di batawi nu sok rame dina waktu lebaran imlek nyaeta petak salapan ( 
petak sembilan- aya sinetrona di an-tv ) baheula kitu soteh da ayeuna mah geus 
robah lain petak deui tapi ruko jeung toko. Kadahareun anu jadi ciri hasna 
nyaeta kueh karanjang atawa dodol china sok disebut oge dodol ENCEK. Minangka 
kadona anu sok ditunggu tunggu nyaeta Ang Faw (ang=beureum, faw = amplop) 
amplop beureum, eusina duit anyar jaleger, matak mun nukeran duit ka bank 
mangsa nek lebaran imlek sok langka da samemehna geus dibarorong ku urang 
tionghoa. Mere ang faw hukum wajib pikeun lanceuk ka adi adina, jadi mun jadi 
bungsu teh, marema ku ang faw. Gong Xi Fat Choi....Haiyah!

syam ridwan.
baheula kungsi boga tatangga urang tionghoa, mun pasea sok rame kawas film 
kungfu, matakna mun lalajo pilem kungfu sok disebut pilem china ngamuk. 



  ----- Original Message ----- 
  From: mj 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, February 16, 2007 2:40 PM
  Subject: [Urang Sunda] sasakala imlek



  kanu hoyong terang sasakala imlek.
  ----------------------------------------

  Asal Mula Perayaan Tahun Baru Imlek
  ---------------------------------------

  http://www.erabaru.or.id/k_11_art_27.html

  Ada sebuah legenda kuno yang mengisahkan asal usul tradisi perayaan
  Imlek di Tiongkok, begini ceritanya :

  Dahulu kala ada seekor monster jahat yang memiliki kepala panjang dan
  tanduk yang tajam. Monster yang bernama /nian/ ini sangat ganas, dia
  berdiam didasar lautan, namun setiap tahun baru dia muncul kedarat untuk
  menyerang penduduk desa dan menelan hewan ternak. Oleh karena itu setiap
  menjelang tahun baru, seluruh penduduk desa selalu bersembunyi dibalik
  pegunungan untuk menghindari serangan monster /nian/ ini.

  Pada suatu hari saat menjelang pergantian tahun, semua penduduk desa
  sedang sibuk mengemasi barang-barang mereka untuk mengungsi ke
  pegunungan, datanglah seorang lelaki tua berambut abu-abu ke desa itu.
  Dia memohon ijin menginap semalam pada seorang wanita tua dan
  meyakinkannya bahwa dia dapat mengusir pergi monster /nian/ ini. Tak ada
  satupun yang mempercayainya. Wanita tua ini memperingatkan dia untuk
  ikut bersembunyi bersama penduduk desa lainnya, tetapi lelaki tua ini
  bersikukuh menolaknya. Akhirnya penduduk desa meninggalkan dia sendirian
  di desa itu.

  Ketika monster nian mendatangi desa ini untuk membuat kekacauan,
  tiba-tiba dia dikejutkan suara ledakan petasan. Nian menjadi sangat
  ketakutan melihat warna merah, kobaran api dan mendengar suara petasan
  itu. Pada saat bersamaan pintu rumah terbuka lebar lalu muncullah lelaki
  tua itu dengan mengenakan baju berwarna merah sambil tertawa keras. Nian
  terkejut dan menjadi pucat pasi, dan segera angkat kaki dari tempat itu.

  Hari berikutnya, penduduk desa pulang dari tempat persembunyiannya,
  mereka terkejut melihat seluruh desa utuh dan aman. Sesaat mereka baru
  menyadari atas peristiwa yang terjadi. Lelaki tua itu sebenarnya adalah
  Dewata yang datang untuk menolong penduduk desa mengusir monster nian
  ini. Mereka juga menemukan 3 peralatan yang digunakan lelaki tua itu
  untuk mengusir /nian/. Mulai dari itu, setiap perayaan Tahun Baru Imlek
  mereka memasang kain merah, menyalakan petasan dan menyalakan lentera
  sepanjang malam, menunggu datangnya Tahun Baru. Adat istiadat ini
  akhirnya menyebar luar dan menjadi sebuah perayaan tradisional orang
  Tionghoa yang megah dalam menyambut "berlalunya nian" (dalam bahasa
  Tionghoa, nian berarti tahun)

  Orang Tionghoa selalu mengkaitkan periode waktu dari hari ke 23 hingga
  ke 30 dalam 12 belas bulan tahun lunar tepat sebelum Hari Raya Imlek
  sebagai "nian kecil".

  Setiap keluarga Tionghoa diharuskan membersihkan lingkungan tempat
  tinggal mereka untuk menyambut datangnya tahun baru. Disamping
  membersihkan lingkungan sekitar, setiap keluarga Tionghoa membuat
  berbagai hidangan menyambut Imlek yang terbuat dari daging ayam, bebek,
  ikan dan sapi / babi, serta manisan dan buah-buahan. Tak ketinggalan
  pula para orang tua membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan
  mempersiapkan bingkisan angpao saat mengunjungi kerabat dan keluarga.

  Ketika malam Tahun Baru tiba, seluruh keluarga berkumpul bersama. Di
  wilayah utara Tiongkok, setiap keluarga memiliki tradisi makan kue bola
  apel, yang dalam bahasa Tionghoa-nya disebut /Jiao/, pelafalannya sama
  dengan kata /bersama/ dalam bahasa Tionghoa, sehingga kue bola apel
  sebagai symbol kebersamaan dan kebahagiaan keluarga. Selain itu /jiao/
  juga bermakna datangnya tahun baru. Diwilayah selatan Tiongkok,
  masyarakatnya suka sekali memakan kue manisan Tahun Baru (yang terbuat
  dari tepung beras lengket), yang melambangkan manisnya kehidupan dan
  membuat kemajuan dalam Tahun Baru ini (dalam bahasa Tionghoa kata "kue"
  dan "membuat kemajuan" memiliki pelafalan yang sama dengan kata /gao/)
  Menjelang jam 12 malam, setiap keluarga akan menyalakan petasan.

  Hari pertama Tahun Baru Imlek, orang Tionghoa menggunakan baju baru dan
  mengucapkan selamat kepada orang yang lebih tua. Anak-anak yang
  mengucapkan tahun baru kepada yang lebih tua, akan mendapatkan /angpao/
  uang. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, mereka saling mengunjungi
  teman dan kerabat dekatnya.

  Selama masa perayaan Tahun Baru Imlek, pada umumnya jalan-jalan diarea
  perdagangan penuh sesak dengan keluarga Tionghoa yang berbelanja untuk
  keperluan Imlek. Dibeberapa tempat diluar negeri biasanya diadakan
  berbagai acara hiburan menyambut Imlek seperti pertunjukkan Barongsai
  dan Naga, pasar bunga dan pameran klenteng.

  Setelah hari ke 15 bulan pertama dalam kalender Lunar, adalah waktu
  diadakannya Festival Lentera, yang menandakan berakhirnya perayaan Tahun
  Baru Imlek.

  salam,
  h_tanzil
  http://bukuygkubaca.blogspot.com
  Recent Activity
    a..  9New Members
    b..  8New Photos
  Visit Your Group 
  Give Back
  Yahoo! for Good

  Get inspired

  by a good cause.

  Y! Toolbar
  Get it Free!

  easy 1-click access

  to your groups.

  Yahoo! Groups
  Start a group

  in 3 easy steps.

  Connect with others.
  . 
   

Kirim email ke