Sami-sami sum kuring oge ngiring bela sungkawa. Mudah-mudahan anjeunna ditampi 
iman sareng Islamna. Amin.


"M.B. NOOR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...
 Ngiring sedih alm. Prof.DR. Koenadi Hardjasumantri urang Sunda dina 
 kacilakaan pesawat Garuda, mugia almarhum ditampi iman Islamna, dihapunten 
 dosa kalayan dicaangkeun tur dilegakeun di alam kuburna, kanggo kulawarga 
 anu dikantun mugia dipaparin kakiatan sareng kasabaran ku Allah SWT,  Amien.
 
 Pak Koes Dalam Kenanangan
 Rektor Demokratis & Anti DO
 General Thu, 08 Mar 2007 10:26:00 WIB
 
 Arfi Bambani Amri - detikcom
 
 Jakarta - Bagi aktivis mahasiswa UGM sekitar tahun 1980-an sampai 1990-an 
 awal, nama Prof Koesnadi Hardjasumantri pasti meninggalkan memori yang kuat. 
 Pak Koes dikenal sebagai rektor demokratis dan anti drop out (DO).
 
 Itulah kenangan paling membekas mahasiswa S1 FH UGM angkatan 1984 Afnan 
 Malay yang disampaikan pada detikcom, Kamis (8/3/2007).
 
 "Dia itu pernah memanggil kembali mahasiswa-mahasiswa DO. Katanya, ini kan 
 mahasiswa dibiayai rakyat, kok kita gampang sekali men-DO mereka. Kalau 
 DO-nya banyak, pasti ada yang salah dengan pendidikan di UGM. Dia mencoba 
 melihat pasti ada yang keliru," ujar Afnan Malay.
 
 Kebijakan anti DO ini sesuai dengan visi kerakyatan Pak Koes yang kental. 
 Pak Koes melarang kampus UGM yang berlokasi di Bulaksumur, Sleman, dipagari.
 
 "Dia tidak suka kampus UGM dipagar. Kalau tidak salah, waktu itu IKIP 
 Yogyakarta mulai dipagari, Pak Koes tidak membolehkan hal yang sama di UGM. 
 Biarkan kampus tetap membaur dengan masyarakat," ujar Afnan yang sekarang 
 aktif di DPP PDIP itu.
 
 Padahal pada saat itu, kampus UGM terasa semrawut akibat banyaknya pedagang 
 kaki lima yang berjualan di kampus UGM. Lalu solusi Pak Koes bukan 
 menggusurnya, melainkan melokalisasi mereka di beberapa tempat seperti di 
 Fakultas Sastra dan Fakultas Kedokteran.
 
 "Sehingga dia itu bukan hanya diterima di kalangan mahasiswa mana pun, 
 pedagang kaki lima juga menerima dia. Kalau kita menganggap perguruan tinggi 
 sebagai menara gading, Pak Koes adalah rektor yang mengubah menara gading 
 itu," ujar Afnan.
 
 Belum cukup itu, Afnan juga teringat dengan kedemokratisan Pak Koes. 
 Berlainan dengan kampus-kampus lain di masa Orde Baru, Pak Koes tidak pernah 
 melarang mahasiswa berpolitik di dalam kampus UGM.
 
 "Beda dengan rektor yang lain, dia itu tidak otoriter. Dia membiarkan kita 
 beraktivitas politik di dalam kampus. Dia biarkan kritik tumbuh di 
 mahasiswa," kata Afnan.
 
 Afnan pantas menyebutkan itu karena, selain menjadi mahasiswanya Pak Koes di 
 Fakultas Hukum UGM, dia juga adalah aktivis pers mahasiswa dan penggagas 
 Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). Pada saat itu, SMPT masih merupakan 
 wacana haram karena adanya Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi 
 Kampus (NKK/BKK) oleh rezim Orde Baru.
 
 Walau sejak lulus kuliah Afnan tak pernah lagi bertemu Pak Koes, Afnan tetap 
 merasa kehilangan. "Dia rektor fenomenal yang pernah ada," tandas Afnan. 
 (aba/nrl)
 
 Sumber: detikcom
 
 >From: "joko_teguh" <[EMAIL PROTECTED]>
 >Reply-To: [email protected]
 >To: [email protected]
 >Subject: [Urang Sunda] Re: Garuda & Prof. Dr. Koesnadi Hardjasumantri
 >Date: Thu, 08 Mar 2007 17:31:20 -0000
 >
 >
 >Kantos kapungkur di majalah Mangle  di muat profil sareng wawancarana
 >duka edisi nu mana,antara akhir 80-an awal 90an, keur kuring smp
 >keneh, pas maca di berita di detik, ceuk ingetan "nu kapungkur anu aya
 >di Mangle ", innalilahi wa inalilahi rojiun.
 >
 >
 >
 >
 >--- In [email protected], "Waluya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > >
 > > Ceuk beja, salah saurang panumpang Garuda nu kaduruk di Yogya teh
 >Prof. Dr.
 > > Koesnadi Hardjasumantri, Guru Besar Fakultas Hukum UGM jeung UI,
 >urut Rektor
 > > UGM jeung nu leuwih penting deui Prof. Koesnadi teh urang Sunda,
 >lamun teu
 > > salah mah urang Tasik.  Aya sabaraha urang ahli hukum nu urang Sunda
 >nu sok jadi acuan di nagara
 > > urang. Saha nu teu bireuk ka Prof. Muhtar Kusumahatamaja nu nyieun
 >konsep > Nusantara. . Beda jeung ahli hukum asal Sunda sejenna nu
 >umumna tamatan UI atawa
 > > UNPAD, Prof Koesnadi mah tamatan UGM, ngajar di almamaterna jeung
 >kungsi
 > > jadi Rektorna.
 > > Baktos,
 > > WALUYA
 > >
 >
 >
 
 __________________________________________________________
 Advertisement: Fresh jobs daily. Stop waiting for the newspaper. Search Now! 
 www.seek.com.au 
 
http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fninemsn%2Eseek%2Ecom%2Eau&_t=757263760&_r=Hotmail_EndText_Dec06&_m=EXT
 
 
     
                       

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke