tah aya warta ti pr... cenah bobotoh geus rada jebrog ayeuna mah.

--
dh
bobotoh budak, beuki rusuh heuheu
---

BANDUNG,
Pintu gerbang tribun selatan Stadion Siliwangi akhirnya bobol juga oleh *
bobotoh* seusai babak pertama saat Persib Bandung unggul atas Persema
Malang, Rabu (14/3). Pesta kemenangan Persib, yang akhirnya mengalahkan
Persema 4-2 pun harus tertunda cukup lama. Padahal, saat itu bertepatan
dengan ulang tahun ke-74 Persib.
*Bobotoh* yang mayoritas tidak memiliki tiket, memaksa masuk stadion dengan
menjebol pintu gerbang tribun selatan. Saat mereka berhasil masuk,
pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena *bobotoh* meluber hingga
mendekati lapangan.
Salutnya, saat mereka diminta untuk keluar stadion, mereka paham dan dengan
berat hati kembali ke luar meski memakan waktu cukup lama.
* *Saat babak pertama berlangsung, pertandingan berjalan lancar karena di
luar stadion telah disediakan layar lebar untuk *bobotoh*. Namun, entah
mengapa tayangan layar lebar itu mengalami gangguan dan padam.
Menurut ketua panpel Sukowiyono, ada gangguang teknis sehingga tayangan
layar lebar terhenti. Namun, beberapa sumber menyebutkan, ada oknum yang
memotong kabel sehingga memadamkan tayangan layar lebar itu.
Akibat kejadian tersebut, ribuan *bobotoh* memaksa masuk stadion dengan
menjebol pintu gerbang tribun selatan. Dampak paling besar, pertandingan
lanjutan babak kedua sempat terhenti selama 90 menit karena ribuan
*bobotoh*masuk hingga
*sentelban.* Pertandingan babak kedua baru dapat dilanjutkan kembali setelah
area di *sentelban* bersih dari *bobotoh*.
Beruntung *bobotoh* akhirnya paham. Mereka mungkin juga menyayangkan jika
pertandingan ditunda saat Persib unggul 3-1 atas Persema. Atas kesadaran
sendiri, mereka bersedia kembali keluar stadion melalui gerbang yang sama,
meski memakan waktu yang sangat lama karena pertandingan babak kedua baru
dimulai pukul 18.00 WIB lebih. Padahal, seharusnya dimulai pukul 16.30 WIB.
*Bobotoh* semula bertahan untuk tetap menyaksikan pertandingan. Ketua Umum
Persib H. Dada Rosada, Manajer H. Yossi Irianto, pelatih Arcan Iurie
Anatolievici, Kapolda Jabar Irjen Pol. Sunarko Danu Ardanto, dan para pemain
ikut memberikan pengarahan kepada *bobotoh* untuk bersikap tertib.
Mereka akhirnya paham karena pengawas pertandingan pun tidak memberikan
rekomendasi untuk melanjutkan pertandingan. Saat ribuan *bobotoh* kembali
keluar, para penonton lain di tribun memberikan applaus, sebagai tanda
penghargaan dan salut atas kesadaran *bobotoh* yang semula memaksa masuk
hingga meluber ke *sentelban*.
Pernah terjadi
Kasus *bobotoh* meluber hingga pinggir lapangan pernah terjadi saat
pertandingan persahabatan Persib melawan Selangor FC, Januari lalu. Namun,
saat itu pertandingan tetap dilanjutkan karena sifatnya persahabatan.
Ketua Panpel, Bambang Sukowiyono mengatakan, *bobotoh* nekat masuk stadion
karena tidak ada media untuk menyaksikan Persib bertanding. Di lain pihak,
mereka tetap memiliki keinginan kuat menonton Persib. "Kalau sudah ingin
nonton, mereka akan berusaha masuk stadion meski tidak memiliki tiket,"
ujarnya.
Ia mencontohkan pertandingan sebelumnya yang disiarkan langsung antv. Meski
stadion penuh, tapi masih dalam batas normal karena ada sarana untuk
menyaksikan Persib di televisi. Namun, saat melawan Persema, *bobotoh* tidak
bisa menonton karena sarana media yang menyiarkan secara langsung tidak ada.
"Apalagi, dua layar lebar yang disediakan panitia juga tidak berfungsi,"
ujarnya.
Tanda-tanda penonton bakal membeludak sebenarnya sudah terlihat sejak siang
hari. Satu jam sebelum pertandingan dimulai, tribun penonton sudah penuh. Di
luar stadion pun ribuan penonton masih menyemut. Puncaknya, pada jeda babak
pertama, mereka merangsek masuk dan berhasil menjebol gerbang pintu selatan.
Petugas keamanan yang berada di luar stadion tidak bisa mencegah karena
jumlah personel yang bertugas tidak sebanding dengan *bobotoh* yang mencapai
ribuan orang. Sementara petugas di dalam stadion berusaha menghalau mereka,
namun hal itu justru mendapat perlawanan dari *bobotoh* dengan melemparkan
batu dan benda lainnya.
Aksi saling lempar pun terjadi antara petugas di dalam stadion dan *bobotoh
* yang masih tertahan di pintu gerbang. Tercatat ada tiga petugas dari
kepolisian yang terkena lemparan dan mendapat perawatan medis.
Menghindari kejadian lebih parah, mereka dibebaskan masuk stadion. Namun,
pengawas pertandingan, M. Saugi menilai pertandingan tidak dapat dilanjutkan
selama *bobotoh* berada di *sentelban.*
Menurut Saugi, lamanya waktu jeda selama 15 menit bisa ditambah selama 15
menit lagi jika terjadi sesuatu. Sementara pertandingan tertunda selama 90
menit. "Pertandingan bisa ditunda. Namun, kubu Persema dan Persib sepakat
tetap bermain. Saya akan melaporkan semua kejadian tadi," ujarnya.
Menolong Persib
Wakil Manajer Persema, Asmuri mengatakan, Persema sebenarnya bisa menolak
pertandingan karena saat itu bisa dinilai keadaan *force majeure.* Namun,
dengan pertimbangan untuk menolong penonton dan Persib, Persema bersedia
main. "Coba bayangkan kalau kami menolak bertanding, Bandung bisa terbakar.
Kami berbesar hati mau melakukan pertandingan," ujarnya.
Menurut dia, berdasarkan peraturan, pertandingan bisa ditunda karena kedua
klub harus menunggu hingga satu jam lebih. Namun, dia melihat situasi
keamanan di dalam dan luar stadion akan bisa berdampak buruk jika
pertandingan harus ditunda

SUMBER : PIKIRAN RAKYAT

On 3/15/07, Iwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Asa era euy, nonton berita tadi isuk2 di tipi7, cenah bobotoh persib
garelut jung pulisi, make babaledogan ku batu sagala.
Bobotoh pesib teh urang bandung lin? urang sunda...

Sumpahna oge, era...

cag ah.

iwan
*nu tara maksakeun nongton mengbal ari teu boga duit mah.*

___




--
dh
~:ngadék sacékna, nilas saplasna:~
:.nu dipalar lain pamuji, panyepét nu dipénta!.:
datiparang.blog.com . deha.wordpress.com

Kirim email ke