wargi sadaya, punten bade forwardkeun, meundak aya carita 
sasapedahan ka daerah jabar selatan, turun ti gunung patuha-ciwidey, 
sampai ka pantai rancabuaya di garut selatan 
menarik oge cariosanana, ningal lembur batur, mugi aya mangpaat na

salam baktos

wardi

------------

Dari kota Bandung bila kita melihat ke arah selatan, akan terlihat 
pemandangan alam pegunungan tinggi, yah itulah pegunungan malabar 
dan patuha di daerah bandung selatan yg juga menjadi daerah wisata. 
Namun ada apa di sebalik pegunungan tersebut, masih jarang yg 
berjalan jauh sampai ke sana. 

Alhamdulillah saya dan rekan2 sempat melakukan perjalanan dengan 
sepeda menuruni pegunungan tinggi tersebut terus ke arah selatan 
sampai ke pantai selatan jawa barat, ternyata kita melewati daerah 
yg subur dan pemandangan nya sangat indah, berikut cerita menarik 
nya ;

TURUN GUNUNG, LINTAS PANTAI 
( bike adventure story : ciwidey- cidaun – pantai rancabuaya - Jabar 
selatan )

Pagi yg dingin dengan kabut putih menyelimuti hamparan kebun teh 
Rancabali yg luas, sungguh menakjubkan melakukan perjalanan bersama 
bersepeda melewati hamparan kebun teh yang  menghijau berselimut 
kabut putih di pagi yg dingin, sesekali kita berpapasan dg para 
gadis pemetik teh yg membawa kantung besar berisikan pucuk daun teh 
segar yg baru dipetik.

Itulah awal suasana perjalanan lintas alam bersepeda dengan rekan2 
pesepeda gunung dari grup wayang windu Bandung selatan bulan 
february 2007 yg lalu.

Perjalanan ini menempuh rute yg cukup berat, jauh dan penuh 
tantangan, bermula dari gerbang jalan menuju ke kawah putih, dekat 
kolam air panas cimanggu,  gunung patuha di daerah Ciwidey Bandung 
selatan,  terus mendaki pegunungan ke arah selatan melewati hamparan 
kebun teh Rancabali milik PTPN VIII, terus menuruni lembah hutan 
alam di daerah cianjur selatan sampai ke pantai jayanti di daerah 
cidaun, dari cidaun kita menyusuri pantai selatan jawa barat yg 
masih alami sampai ke pantai rancabuaya di daerah garut selatan. 

Dari simpang kawah putih di gunung patuha sampai pantai jayanti, 
berjarak  sekitar 60 Km, dari pantai jayanti sampai pantai 
rancabuaya berjarak 30 Km , total jarak 90 Km, ditempuh dalam jangka 
waktu hampir 12 jam, start jam 8 pagi di cimanggu di gunung patuha 
dg ketinggian 2000 m, dan finish saat gelap jam 8 malam di pantai 
rancabuaya-Garut selatan, sebuah rute perjalanan berat bagi mountain 
bikers, namun alam yg indah dan pengalaman berharga di perjalanan, 
membuat perjalanan tersebut menjadi penuh makna, banyak hikmah yg 
bisa didapat, Alam terkembang jadi guru

Dataran tinggi Ciwidey dg puncaknya gunung patuha, adalah rangkaian 
pegunungan yg menjadi lanskap alam yg indah kalau kita melihat ke 
arah bandung selatan. Daerah tersebut cukup akrab sejak jaman SMA 
dulu, dimana saya sering menyusuri pegunungan seputaran kota 
Bandung, dataran tinggi bandung selatan seolah menjadi batas alam yg 
membuat penasaran, ada apa di sebalik pegunungan tsb ? baru 
sekaranglah rute tersebut ditempuh, menuntaskan rasa penasaran 
selama hampir 20 tahun ini.

Yah, tanpa disadari sudah 20 tahun berlalu, saat jaman sekolah dulu, 
sering bepergian ke daerah pegunungan yg menjadi tempat camping 
Rancaupas dan wisata alam ; Kawah putih, kolam air panas cimanggu, 
ciwalini dan situ patenggang yg selalu ramai di hari libur. Waktu 20 
tahun terasa telah berlalu sebentar saja, tak sadar diri ini pun 
sudah mulai menua, tak sekuat masa muda dulu. Memang demikianlah 
kehidupan ini, sering tak terasa telah berlalu dg cepat, yg penting 
waktu yg berlalu tersebut telah kita isi dg penuh makna, kalau tidak 
kita telah menjadi orang yg merugi.

Saya dan rekan2 mountain bikers sekitar 25 peserta, memulai 
perjalanan dekat kolam renang air panas cimanggu yg juga adalah 
persimpangan jalan ke kawah putih yg di gunung patuha. Kita start di 
pagi hari yg agak mendung jam 8 pagi yg dingin dg suhu sekitar 16 
oC. Perjalanan awal adalah melalui area perkebunan teh PTPN 8 
Rancabali yg indah, dimana hamparan kebun teh bagaikan menyelimuti 
bukit dan lembah di dataran tinggi sekitar, indah sekali. Di area 
kebun teh Rancabali terdapat pula sebuah danau vulkanik yg indah, 
bernama situ patenggang.  Selepas situ patenggang perjalanan mulai 
mendaki, melewati jalan meliuk di kebun teh tersebut. Jalanan kebun 
teh yg meliuk2 tersebut di pinggirnya berjajar pohon2 yg menjulang 
tinggi, seolah2 memagari hamparan kebun teh, indah sekali. Pendakian 
yg cukup panjang tersebut melewati beberapa afdeling dan perumahan 
perkebunan peninggalan belanda dulu. 

Saat berhenti istirahat sejenak di pebukitan dan mengamati hamparan 
kebun teh yg indah tersebut, saya tak habis pikir, kok sampai2nya 
jaman dulu orang belanda bisa kepikiran membuka kebun teh disini, 
padahal jaman itu daerah ini pasti masih hutan belantara, dan 
terbayang betapa banyaknya tenaga2 kerja bangsa kita yg dikerahkan 
untuk membuka perkebunan ini, namun ternyata pilihan mereka tak 
salah, visi jauh ke depan kaum onderneming ( orang kebun belanda) , 
membuat kita masih bisa kita nikmati sampai saat ini.

Konon kebun2 teh ini ( beserta kebun kina, rempah2 dll ) jaman 
dulunya, telah membuat belanda kaya raya, sudah cukup bagi belanda 
untuk membayar hutang2 nya VOC yg hampir bangkrut karena perang 
diponegoro dan berbagai perang lain nya di negeri kita yg banyak 
menghabiskan biaya, belum lagi pada saat selanjutnya negeri belanda 
sendiri dijajah Jerman. Bahkan merekas masih punya uang berlebih 
untuk membangun dam2 baru di negeri nya yg lebih rendah dari 
permukaan laut tsb.

Alam kita telah membuat mereka kaya raya, namun kenapa kita sampai 
saat ini masih miskin juga ? , dimana salahnya , padahal kebun teh 
nya masih yg itu2 juga, konon masih banyak area kebun teh, adalah yg 
bekas ditanam belanda dulu, bahkan ada pohon teh yg umurnya telah 
lebih 100 tahun, sebagian lagi adalah tanaman yang baru ditanam oleh 
kita sendiri.  
Bingung sendiri jadinya, sudah lah  kita sepedahan saja deh  
menikmati alam yg indah ini, terlalu banyak mikir jadi bingung 
sendiri...

Perjalanan melewati pegunungan tsb cukup jauh juga sampai akhir nya 
kita sampai ke daerah yg cukup tinggi yg mendekati batas area 
perkebunan teh tersebut. Kita istirahat di daerah yg dinamai gunung 
sumbul dg ketinggian sekitar 1700 m. Di depan mulai terlihat batas 
kebun teh dg hutan rasamala perhutani, yah itulah batas antara 
kabupaten Bandung dan  Cianjur.  Saat berdiri di ketinggian tersebut 
kalau kita melihat ke arah selatan akan tampak lembah dataran rendah 
Cianjur selatan, dan lebih jauh lagi dari kejauhan, terlihat ada 
garis putih yg membentang di balik pebukitan di bawah sana, saya 
bertanya pada masyarakat setempat, ternyata itu adalah garis pantai 
yg terbentuk dari hempasan ombak di pantai selatan daerah Cidaun. 

Masya Allah indah sekali, bayangkan dari ketinggian, berjarak 
sekitar 40 Km, kita bisa melihat garis pantai yg terbentuk dari 
deburan ombak. Kontur alam pantai selatan jawa barat yg berbukit2 
dan langsung menurun tajam ke  bibir pantai, memberikan lanskap alam 
yg indah. Berada di tengah kemegahan alam ini terasa betapa kecilnya 
kita manusia ini...

cerita menarik selengkapnya bisa dilihat pada website : 
< http://hdmessa.wordpress.com >

foto2 indah pemandangan alam jabar selatan bisa dilihat pada 
website : < http://hdmessa.multiply.com/photos/album/11 >

salam hangat

Hendra 
Alam terkembang jadi guru


Kirim email ke