Kamari aya nu ngasms, ti Cianjur, nepangkeun namina Tatang Setiadi, pakar
tembang Cianjuran. Ngawartosan yen nami yayasanana Yayasan Perceka, sami
sareng YP jieunan Kusnet. Ngan YP kang Tatang mah diadegkeun taun 1999. jadi
leuwih kolot.

YP Cianjur bergerak dina widang kasenian.
Kontak kang Tatang Setiadi Hp 081932279493

Aya carita ketak YP Cianjur di 
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/31/99apasiapa.htm

oge di http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/kolom/artikel.php?aid=15956
------
Profil Tari Pinasti
Tanggal :  23 Feb 2007 
Sumber :  koran tempo 


Prakarsa Rakyat, 

Petik Kecapi ke Berbagai Negeri

Tubuhnya mungil. Wajah kenesnya sering kali tersipu di balik kerudung
putihnya. Usianya masih sangat muda, 13 tahun, dan baru duduk di kelas II
Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Cianjur. Prestasinya telah mendunia.

Tari Pinasti, atau biasa disapa Ade, memiliki segudang prestasi. Itu bisa
ditengok di rumah orang tuanya di Jalan Suroso, Cianjur.

Di sepanjang dinding ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga terpajang
berbagai trofi, piagam, dan foto-foto sewaktu manggung di berbagai belahan
dunia. Dia piawai menembang dan bermain kecapi.

Malaysia, Thailand, hingga Amerika Serikat sudah pernah Ade injak.
"Terakhir, aku baru pulang dari Laos mengikuti festival seni dan budaya
tradisional ASEAN," tuturnya.

Ada peristiwa yang tak akan pernah Ade lupakan saat dia meraih medali perak
dalam The 22nd April Spring Friendship Art Festival 2004 di Pyongyang, Korea
Utara.

Waktu itu Ade menjadi peserta termuda di antara para peserta dari 59 negara.
Dengan membawakan lagu Rajah Cianjuran dan lagu rakyat Korea Utara, Sam Day
Y Ranga, Ade dikalahkan oleh orkestra dari Rusia.

Penyelenggara kegiatan mengabadikan kecapi Ade di Museum Kebudayaan Kim
Il-sung. Sebuah prestasi yang tak akan dia raih tanpa upaya keras.

Ayahnya, Tatang Setiadi, pemimpin grup kesenian Perceka di Cianjur, yang
membimbing Ade. Dia belajar memainkan kecapi sejak usia lima tahun. Pada
usia tiga setengah tahun dia sudah belajar mamaos (tembang Cianjuran).

"Sebelum masuk taman kanak-kanak, Ade bisa nembang tiga pupuh (lagu), yakni
pupuh Balakbak, Kinanti, dan Maskumambang," tutur Tatang.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu juga mahir menari. Tarian pertama yang
dikuasainya cukup susah, yaitu tarian klasik Sunda, Sekarputri dan
Purbasari.

Prestasi tak membuat gadis belia ini besar kepala. Dia tak canggung bermain
bersama pengamen jalanan. DEDEN ABDUL AZIZ

-----------
Cing kanu apal, mun nami yayasan sarua kitu kudu kumaha?
Ke sugan aya luang nanya ka notaris

Kirim email ke