walaupun kenyataan menunjukkan bahwa Indonesia secara
relatif mempunyai
jumlah mobil per kapita yang kecil, namun
jalan-jalannya merupakan jaringan
jalan yang "paling banyak digunakan" di dunia (hanya
nomor dua setelah
Hongkong yang bukan merupakan negara): 5.7 juta
kenderaan-km per tahun dari
jaringan jalan. (2003, The Economist World in Figures,
2007 Edition).

Ieu nunjukkeun berhasilna iklan2 mobil sareng motor di
Indonesia sareng kuatna lobi2 produsen mobil/motor ka
pamarentah,sangkan pembangunan sarana transportasi
massal dihambat. 
Ningali kieu teh,jiga na Urang Jepang,korea selatan,
sareng nagara2 produsen automotive
lianna,saleuseurian. "Hore,mobil urang payu euy,nuhun
ah Urang Indonesia!!" kitu meureun pok na teh :).

Ah ayeuna mah,ulah silih salahkeun,,,,urang nalipak
diri sorangan we...mulai dari diri sendiri,mulai dari
yang kecil,mulai dari sekarang kitu cenah mah...
--- mj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Kamu hoyong lieur mangga aos tulisan batur ngeunaan
> lemah cai urang...
> 
> 
> Nu nulisna novelis, jurnalis, produser film, salah
> seorang pendiri dari
> Mainstay Press (www.mainstaypress.org), Senior
> Fellow pada Oakland Institute
> (www.oaklandinstitute.org). Saat ini ia tinggal dan
> bekerja di Asia Tenggara
> dan bisa dihubungi pada alamat email
> [EMAIL PROTECTED]
> Naskah aslinya berjudul "Indonesia: Natural
> Disasters or Mass Murder?",
> dimuat dalam International Herald Tribune dan The
> Financial Times, 12
> Februari 2007, dikirimkan via e-mail oleh Duta Besar
> RI di Ceko, Prof Dr
> Salim Said, MA,MAIA, dan diterjemahkan oleh Dr.
> Saafroedin Bahar, Komnas
> HAM.
>                      -----------            
> 
>  INDONESIA: BENCANA ALAM ATAU PEMBUNUHAN MASSAL ?
> 
>   Oleh: Andre Vitchek:[1]
> 
>   Lain hari, terjadi lagi kehilangan nyawa yang
> sesungguhnya tidak perlu:
> 16 orang terbunuh dan 16 orang masih hilang pada
> saat banjir dan longsor di
> Tahuna, sebuah pulau kecil dekat Sulawesi.
>   Dengan kecepatan yang mengerikan, Indonesia telah
> menggantikan Bangla Desh
> dan India sebagai bangsa yang paling rentan bencana
> di dunia. Jika nama
> Indonesia muncul pada daftar judul utama di berita
> Yahoo, besar kemungkinan
> telah terjadi lagi suatu tragedi besar yang
> sesungguhnya tidak perlu terjadi
> di salah satu pulau dari kepulauan yang tersebar
> luas ini.
> 
>   Pesawat terbang hilang atau tergelincir di
> landasan pacu, kapal-kapal
> ferry tenggelam atau rontok di lautan bebas, kereta
> api bertabrakan atau
> tergelincir satu kali seminggu, penumpang yang tak
> berkarcis berjatuhan dari
> atap yang berkarat. Tumpukan sampah yang berbau
> busuk dan tidak diatur telah
> menimbun kelompok pemulung yang tak berdaya, tanah
> longsor telah
> menghanyutkan rumah-rumah kardus ke anak-anak
> sungai, gempa bumi serta
> gelombang pasang telah menghancurkan kota-kota serta
> desa-desa pantai.
> Kebakaran hutan di Sumatra telah menyesakkan nafas
> penduduk di daerah yang
> luas di Asia Tenggara.
>   Ruang lingkup bencana sebesar ini tidak pernah
> terjadi sebelumnya dan
> sungguh aneh jika mengabaikannnya sekedar sebagai
> nasib jelek bangsa atau
> amarah Tuhan ataupun karena amarah alam belaka.
> Sebagian besar bencana ini
> harus dipersalahkan pada korupsi, inkompetensi atau
> sekedar ketidakacuhan
> dari kelompok elite yang sedang berkuasa dan para
> pejabat peemrintah. Adalah
> kemiskinan, minimnya projek untuk kepentingan umum,
> dan kegemaran [para
> pejabat untuk ] mencuri yang membunuh ratusan ribu
> prya, wanita serta
> anak-anak Indonesia yang tidak berdaya.
>   Sejak kudeta militer dalam tahun 1965 yang
> disponsori Amerika Serikat yang
> menjatuhkan Sukarno, dan menaikkan rezim militer
> yang sangat anti komunis,
> korup, dan pro pasar dari diktator Suharto, 
> Indonesia terhindar dari
> pengawasan yang sungguh-sungguh dari media dan
> pemerintahan negara-negara
> Barat. Setelah jatuhnya Suharto dalam tahun 1998,
> Indonesia dipuji oleh
> media massa sebagai suatu demokrasi yang sedang
> tumbuh dan semakin toleran.
>   Sebagian dari bencana ini adalah buatan manusia;
> [dan] hampir semuanya
> malah bisa dicegah. Dalam penelusuran yang lebih
> cermat semakin jelas
> terlihat bahwa orang-orang mati karena hampir tidak
> ada upaya pencegahan,
> kurangnya pendidikan (Indonesia merupakan negara
> yang ketiga paling rendah
> prosentase GDP anggaran pendidikannya sesudah
> Equatorial Guinea dan Ecuador)
> dan suatu sistem ekonomi pro pasar yang buas yang
> membiarkan sekelompok
> kecil orang kaya untuk memperkeya dirinya sendiri di
> atas penderitaan orang
> banyak yang hidup dengan biaya kurang dari dua
> dollar sehari. Kesimpulan
> yang dapat ditarik terhadap bagaimana berfungsinya
> masyarakat Indonesia bisa
> sangat mengerikan. Namun, menghindari pengungkapan
> hal ini tidak diragukan
> lagi akan menyebabkan jatuhnya korban nyawa yang
> berharga dari ratusan ribu
> manusia.
>   Indonesia didorong oleh semangat mencari untung
> dalam bentuknya yang
> paling ekstrim. Ia juga merupakan salah satu dari
> bangsa yang paling korup
> di muka bumi. Dan kelihatannya tidak ada keuntungan
> cepat yang dapat
> diperoleh dari mengambil langkah-langkah preventif.
> Dimanapun dunia,
> bendungan dan dinding anti-tsunami dipandang sebagai
> pekerjaan umum dan
> justru perkataan -umum-yang telah hampir lenyap dari
> kamus mereka yang
> membuat keputusan di Indonesia. Keuntungan berjangka
> pendek bagi sekelompok
> khusus orang diberikan prioritas yang lebih tinggi
> dari kemanfaatan
> berjangka panjang bagi seluruh bangsa. Keruntuhan
> moral dari bangsa ini
> terbayang dalam skala nilai: orang korup tapi kaya
> memperoleh penghormatan
> yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka
> yang jujur tapi miskin.
>   Tenggelamnya kapal-kapal ferry bukanlah "karena
> angin kencang dan ombak";
> kapal-kapal itu tengelam karena penih sesak oleh
> penumpang dan karena
> perawatan yang buruk. Semuanya bisa dijadikan uang,
> bahkan keselamatan
> ribuan penumpang. Perusahaan-perusahaan hanya ingat
> terhadap keuntungannya
> sendiri, sedangkan para pengawas dari pemerintah
> hanya memperhatikan uang
> suap belaka. Tenggelamnya kapal Senopati Nusantara
> dengan ratusan kurban dan
> disiarkan secara luas itu hanyalah salah satu dari
> ratusan kecelakaan laut
> yang terjadi setiap tahun di Indonesia.
> Walaupun tidak bisa diperoleh angka statistik yang
> pasti (dengan alasan yang
> dapat diduga, yaitu karena pemerintah Indonesia
> berusaha sekeras-kerasnya
> untuk mencegah dipublikasikannya statistik
> komparatif secara lengkap),
> beberapa rute pelayaran kehilangan lebih dari tiga
> kapal setiap tahun.
>   Catatan keamanan dari industri penerbangan
> Indonesia merupakan salah satu
> yang paling buruk di dunia. Sejak tahun 1997,
> sekurang-kurangnya
> 666 orang telah meninggal dalam delapan kecelakaan
> pesawat di Indonesia.
> Latihan terhadap beberapa orang pilot sedemikian
> buruknya sehingga pesawat
> sering tergelincir di landasan pacu atau sama sekali
> tidak bisa menemukan
> landasan, atau [malah] mendarat di bagian tengah
> landasan.
> Pemeliharaan pesawat adalah masalah lainnya: flaps
> sering tidak berfungsi
> sama sekali; roda tidak dapat dimasukkan setelah
> take-off, ban yang jarang
> diganti cenderung meletus pada saat mendarat.
> Sungguh merupakan suatu
> keajaiban bagaimana beberapa pesawat - khususnya
> pesawat tua Boeing 737 yang
> diterbangkan oleh hampir semua peruhasaan
> penerbangan Indonesia - bisa lolos
> dari inspeksi.
>   Setelah mewawancarai pejabat penerbangan sipil
> lokal (yang jelas namanya
> tidak mau disebutkan) wartawan Anda mengetahui bahwa
> sistem navigasi dari
> beberapa bandar udara Indonesia berada dalam keadaan
> yang amburadul,
> terutama bandar udara Makasar di Sulawesi dan Medan
> di Sumatra.
>   Rata-rata, telah terjadi satu kecelakaan kereta
> api setiap enam hari di
> Indonesia, umumnya disebabkan karena kurangnya
> penjagaan pada 8000 lintasan
> kereta api. Sebagai perbandingan, kereta api
> Malaysia tidak pernah mengalami
> kecelakaan fatal selama 13 tahun sampai tahun 2005 (
> kecelakaan terjadi
> tahun 2006, yang statistiknya bisa diperoleh).
>   Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa Indonesia
> secara relatif mempunyai
> jumlah mobil per kapita yang kecil, namun
> jalan-jalannya merupakan jaringan
> jalan yang "paling banyak digunakan" di dunia (hanya
> nomor 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

Kirim email ke