waktos sim kuring di SD, aya guru nyebat nami gunung di Cirebon teh gunung 
Ceremé. Pun biang oge nyebat eta gunung teh Ceremé. Ceremé teh nami hiji buah 
anu haseum pisan sareng warnana koneng pucet (sapertos bodas). Duka tah leres 
henteu na mah soal nami éta gunung teh; urang Cirebon anu langkung terang mah.

Pun Asep

waluya56 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Cenah ceuk 
wartos Media INdonesia Online, lini tektonik jeung 
 Vulkanik di Gunung Ciremai ngalobaan. Wartosna nyanggakeun ti MIOL.
 
 NB.
 Kunaon pangna diaranan Gunung Ciremai nya? Ciremai pan dibacana siga 
 bahasa Malayu (Indonesia) Ciremay. Rarasaan mah teu mungkin tadina 
 arannya Ciremai .... atawa aya dina basa sunda kecap "remay"? 
 Oge "bukit Tunggul" di Bandung ...naha make aran "bukit"?
 
 Gempa Tektonik dan Vulkanik di Gunung Ciremai  
 
 KUNINGAN--MIOL: Sekalipun masih dalam status aktif normal, namun 
 saat ini petugas di pos pengamatan Gunung Ciremai yang terletak di 
 Kabupaten Kuningan, Jabar, meningkatkan kewaspadaan terhadap 
 kemungkinan terjadinya letusan.
 
 Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu sepekan terakhir telah terjadi 
 10 kali getaran baik tektonik maupun vulkanik.
 
 "Dalam kurun waktu seminggu ini memang telah terjadi beberapa kali 
 getaran baik vulkanik maupun tektonik. Namun skalanya memang masih 
 di bawah 4 skala Richter", tutur Didi Suryadi, petugas di Pos 
 Pengamatan Gunung Ciremai yang terletak di Desa Sampora, Kecamatan 
 Cilimus, Kuningan, Jabar, Selasa (20/3).
 
 Aktivitas pergerakan bumi saat ini, kata Didi, juga berpengaruh 
 terhadap aktivitas vulkanik yang ada di Gunung Ciremai. Hal itulah 
 antara lain yang menyebabkan terjadinya beberapa kali getaran baik 
 vulkanik maupun tektonik di Gunung Ciremai.
 
 Selain itu, ujarnya, saat ini Gunung Ciremai telah memasuki siklus 
 60 tahunan. "Biasanya dalam kurun waktu 60 tahun telah membuat 
 lapisan magma di kawah terus bertambah sehingga bisa menyebabkan 
 terjadinya letusan".
 
 Gunung Ciremai sendiri terakhir kali meletus pada 1938, sehingga 
 sekarang sudah melebihi 60 tahun dan tidak menutup kemungkinan bisa 
 meletus sewaktu-waktu.
 
 Karena itu, menurut Didi, petugas yang ada di pos pengamatan Gunung 
 Ciremai terus meningkatkan kewaspadaan. Saat disinggung mengenai 
 perubahan status, Didi mengatakan, untuk peningkatan status 
 mendapatkan persetujuaan dari instansi terkait di atas.
 
 "Namun saat ini kondisi Gunung Ciremai masih aktif normal sekalipun 
 telah terjadi beberapa kali getaran. Yang harus kami lakukan saat 
 ini adalah peningkatan kewaspadaan petugas jaga," tutur Didi. (UL/Ol-
 03)
  
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke