terus pangaruh beja ieu teh naon ?
On 3/27/07, Aldo Desatura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kumaha rek maju mun qitu jeung qitu wae padamelan pangawasa teh... Allah ge hoream ngangkat darajad bangsa urang... malah aya ge keheul ka indonesia teh ... hehehehe Selasa, 27 Maret 2007 JK Datang Tanpa Koordinasi Tapi Pakai Kendaraan Dinas Plt Gubernur? SAMARINDA - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemprov Kaltim Jauhar Effendi menegaskan, kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ke kediaman tokoh spiritual asal Samarinda Seberang, Haji Muhyar, di luar agenda dan tidak ada koordinasi dengan Pemprov. "Saya sendiri baru tahu Pak Jusuf Kalla berkunjung ke Samarinda, setelah membaca koran. Biasanya, kalau kunjungan resmi, pasti ada surat pemberitahuan jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi, kalau kita saja tidak tahu, itu artinya, kunjungan beliau di luar agenda kunjungan kenegaraan," jelas Jauhar Effendi, ketika dikonfirmasi Kaltim Post. Kemarin diberitakan, JK berkunjung ke rumah Muhyar di Mangkupalas, Samarinda Seberang, bersama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Meski aparat keamanan tak mengizinkan wartawan meliput, tak sulit memastikan JK-lah yang berkunjung. Selain dibenarkan sejumlah orang di sekitar rumah Muhyar, penjagaan yang sangat ketat menguatkan dugaan itu. Pengamanan sekelas itu, secara protokoler, hanya diberikan kepada presiden atau wapres. Karenanya, penegasan Jauhar Effendi tersebut masih tanda tanya, benarkah Pemprov tidak tahu kedatangan JK? Apalagi informasi yang diterima Kaltim Post, kendaraan yang digunakan JK adalah kendaraan dinas Plt Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh. Yakni sedan warna hitam pekat, dengan nomor pelat KT 1942 SR. Karena kunjungan JK tanpa berkoordinasi dengan Pemprov, Jauhar menegaskan, kunjungan tersebut tidak dalam rangka dinas. Lantas apa? Melihat kapasitas Muhyar sebagai tokoh spiritual, banyak kalangan yang menduga-duga, kunjungan JK kali ini tujuannya meminta berkah dari tokoh kharismatik Samarinda Seberang itu. Berdasarkan informasi beberapa sumber yang pernah bertamu ke kediaman Muhyar, keunikan tokoh spiritual tersebut di antaranya punya kemampuan membaca nasib seseorang. Bisa jadi, kunjungan JK tersebut karena kepentingan serupa. Iring-iringan konvoi kendaraan yang mengantar JK malam itu, tiba di kediaman Muhyar sekira pukul 22.30 Wita. Selain dari sumber yang patut dipercaya, keyakinan wartawan bahwa tamu Muhyar malam itu adalah JK semakin kuat manakala daerah sekitar kediaman tokoh tersebut dipenuhi aparat TNI. Bahkan seorang aparat TNI berpakaian preman, sempat menganiaya (mencekik, Red.) salah seorang wartawan harian lokal yang berusaha mengabadikan kedatangan JK. Tidak hanya melakukan penganiayaan, oknum aparat TNI yang tidak diketahui namanya itu juga sempat merampas kamera wartawan Samarinda Pos (Grup Kaltim Post), dan menyuruh menghapus seluruh file gambar di dalamnya.(eri)

