----- Original Message ----- 
From: caklis 
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com 
Sent: Wednesday, April 04, 2007 5:15 PM
Subject: [COMES - infopalestina. com] "Geger" Penistaan Islam di Malang 

"Geger" Penistaan Islam di Malang 

hidayatullah. com, Rabu, 04 April 2007

//Puluhan wanita berjilbab dan pria berbaju Muslim bernyanyi. Lalu, 
Al-Qur'an itu berada sejajar dengan kaki mereka ...itulah sekelumit
penistaan agama di Malang//

Hidayatullah. com-Puluhan pasangan menari dan bernyanyi. Para wanitanya
berjilbab dan yang pria berbaju koko layaknya seorang Muslim dan
Muslimah. Jangan keliru, mereka bukan warga Muslim. Tapi, warga
berstatus agama lain.

Penampilan mereka yang terekam dalam video inilah yang minggu-minggu
ini `menggegerkan' kota Batu Malang. Tak hanya kota di kota Apel,
video itu juga telah beredar di Pasuruan, Madura dan bahkan sampai ke
luar negeri.

"Saya mendapatkanya dari teman, minggu lalu, " kata Linda, seorang
TKW asal Indonesia yang bekerja di Hongkong. "Di sini sudah ramai pak
orang lihar VCD nya, "tambah Agus, (22) mahasiswa sebuah perguruan
tinggi di Malang .

Video berdurasi sekitar satu jam itu menceritakan aktivitas sekitar 30
orang yang melakukan ritual khusus. Penampilan peserta seperti terekam
dalam VCD, cukup beragam. Peserta laki-laki ada yang memakai sarung
dan ada juga yang memakai celana.

Sementara, peserta perempuan sebagian terlihat memakai jilbab. Selama
durasi 60 menit lima detik itu tergambar aktivitas kelompok yang
dikomando seorang pemimpin. Setelah memberi pengarahan dan instruksi,
sang pemimpin lalu mengangkat Al-Qur'an dan mengarahkan peserta lain
untuk berdiri melingkar.

Tak beberapa lama, dalam gambar, Al-Quran sudah berada di lantai.
Sejajar dengan kaki para peserta yang mengitarinya.

Di belakang mereka, terpampang tulisan Lembaga Pelayanan Mahasiswa
Indonesia (LPMI) sebagai penyelenggara. Kegiatan ini dilakukan di
salah satu hotel di Kota Batu mulai 17-20 Desember 2006.

Salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang,
Nidhom Hidayatullah mengatakan, kasus ini sebagai penistaan dan
pembajakan identitas Islam. "Ini bukan kasus biasa. Ini adalah
pembajakan identitas Islam", ujarnya saat dihubungi www.hidayatullah. com

Pihak MUI sendiri, sebagaimana disampaikan Nidhom, sudah melaporkan
kasusnya ke pihak Polwil Malang dan MUI Pusat. "Kami sudah
melaporkannya. Sebab sebagian masyarakat sudah resah", tambahnya.

Kapolwil Malang, Kombes Pol M Amin Saleh, sebagaimana dikutip harian
Surya (3/4) telah memeriksa lima lebih orang sebagai saksi. Mereka
adalah peserta yang tergabung dalam forum itu. [gus/hud/cha]

Untuk detil berita isi rekaman, ikuti terus di www.hidayatullah. com
edisi besok

[Non-text portions of this message have been removed]


 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

Kirim email ke