Jigana mah reaksi kana pornografi lain monopili masayarakat urang wae.
Ngan wae jigana urang sok gampang teuing ngageneralisasi. Mangga ieu
titenan reaksi masayakat walanda kana pornografi.

1. Bikini Yang Menggoda Politik:
    http://www.ranesi.nl/arsipaktua/belanda/uni_kristen_banjir_kritikan

On 4/16/07, waluya56 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Soal telenges jeung porno, rarasaan kuring mah, masyarkat urang leuwih
>  gampang mere reaksi kana masalah porno tinimbang kana masalah
>  katelengesan. Mangga we tingali soal tayangan "smack down", masyrakat
>  kakara mere reaksi sanggeus aya korban. Ieu beda jeung tayangan nu
>  rada ngaharib-harib porno, reaksina bisa spontan, digurudug harita
>  keneh ....
>
>  Baktos,
>  WALUYA

============
Bikini Yang Menggoda Politik
Michel Hoebink, 13-04-2007

Partai pemerintah Belanda, Uni Kristen, minggu lalu menyatakan
keberatannya terhadap iklan pakaian dalam perempuan di Utrecht,
Belanda Tengah. Peristiwa ini membuat masyarakat Belanda marah, tapi
juga mendapat dukungan.

Partai Uni Kristen sendiri kaget juga mendengar reaksi marah itu.
Mirjam Bikker, seorang anggota dewan kota praja dari Kristen Uni yang
menyulut diskusi itu, tidak bisa dihubungi lagi untuk ditanya
komentarnya. Minggu lalu, atas nama fraksi Kristen Uni dari kota
Utrecht, ia menentang pemasangan iklan pakaian dalam perempuan itu
oleh Hunkemöller, sebuah toko penjual pakaian dalam perempuan, di
pusat kota Utrecht. Poster yang dipasang hari Sabtu minggu lalu di
dinding depan sebuah gedung di Utrecht itu, berukuran dua ratus meter
persegi. Di poster itu terlihat seorang perempuan mengenakan bikini
berwarna emas, seraya berbaring di atas papan penyelam melemparkan
pandangan yang menggoda.

Objek birahi
Mirjam Bikker menilai poster itu tidak indah. "Billboard seperti itu
tidak pantas dipajang di pusat kota historis seperti Utrecht." Selain
itu ia menilai iklan seperti itu menggambarkan bahwa perempuan adalah
objek birahi. Menurut dia, itu bertentangan dengan emansipasi
perempuan.

Poster itu belum selesai dipasang dengan baik di dinding tersebut,
keberatan dari Uni Kristen sudah menyebabkan protes nasional di media.
Orang-orang bertanya: Apakah partai ini mau kembali ke tahun lima
puluhan? Sebuah komentar di kora NRC Handelsblad berbunyi: "Pada saat
dunia sekarang mulai cair, kering atau malah akan hancur, teman-teman
kita yang suci dari partai Uni Kristen menghabiskan tenaga mereka
untuk membawa masyarakat kembali ke jaman katapel."

Penyebab kegemparan ini adalah karena partai kecil Uni Kristen ini
sekarang bekerjasama dengan CDA, partai kristen yang berstatus
mayoritas di kabinet. Ini mencurigakan masyarakat Belanda.
"Kadang-kadang kita curiga, para politisi kristen itu mau melancarkan
serangan moral', tandas anggota dewan kotapraja Utrecht, Arjen
Kleuver. "Orang-orang kristen mulai bicara seenaknya," simpul kolumnis
Belanda Jan Blokker.

Dukungan

Tapi Uni Kristen juga mendapat dukungan dari kalangan yang tidak
diduga. Persaingan dalam upaya menggaet konsumen, kadang-kadang
bertambah aneh caranya, "tulis seorang warga di NRC.next. Jadi wajar
kalau orang mempertanyakan sampai di mana batasnya kita boleh
mencemari tempat-tempat umum dengan iklan. Apalagi masyarakat sekarang
sudah menjadi multikultural yang pendapatnya sangat berbeda antara
satu sama lain tentang kasus ini. "Tidak semua bis, halte bis,
lapangan olahraga, dinding depan toko, harus berubah menjadi tempat
iklan."

Kelompok feminis ikut juga memprotes gara-gara sikap Uni Kristen ini.
Cisca Dresselhuijs, redaktur majalah bulanan feminis Opzij, menilai,
keberatan Uni Kristen itu munafik, terutama kalau partai itu
menyatakan diri sebagai pembela emansipasi perempuan. Namun Cisca
Dresselhuijs berpendapat bahwa kini tiba saatnya untuk kembali
mendiskusikan soal 'semua kekerasan kosmetik dan kekerasan yang
berkaitan dengan kecantikan yang dilakukan perempuan untuk memenuhi
syarat kecantikan ideal seorang perempuan."

Sebuah komentar di Koran Turbantia mengungkapkan kejengkelannya
terhadap poster-poster telanjang yang membanjiri Belanda. "Bagi saya
kita juga tidak perlu kembali ke jaman Viktoria. Tapi, di ruang-ruang
umum, pilihan kita sudah terbatas. Orang-orang yang tidak suka dengan
gambar-gambar telanjang tidak bisa menghindar lagi. Dalam hal ini
kebebasan seseorang untuk mengantungkan gambar telanjang sudah berarti
ketidakbebasan bagi orang lain."

Laris
Sementara itu kehebohan tentang poster justru membawa untung toko
pakaian dalam perempuan Hunkemöller. Bikini berwarna emas di toko
Hunkemöller cabang Utrecht tetap laris. Juru bicara toko tetap heran
tentang semua kehebohan di seputar poster itu. "Itu kan biasa saja,
seorang perempuan cantik yang menikmati hari cerah."

Kirim email ke