Punten we kang abdi mah teu ngaraos janten responden
teu aya geuningan orang indonesa khususon urang sunda mah



he he he he .....



On 4/20/07, Akhmad Gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Baraya ieu aya wawar hasil panalungtikan ngeunaan sex di Asia Pacifik,
cenah tina bisnis Indonesia..
Tah kinten-kintenna nudumuk dieu babakan kalebet kamananya.
Nyanggakeun.

Baktos,
WAG

JAKARTA : Ternyata orang-orang Asia Pasifik mencatat prestasi kurang
gemilang soal seks dan berhubungan badan jika dibandingkan orang-orang di
belahan dunia lain.
Secara umum orang Asia Pasifik merasa kurang puas secara seksual jika
dibandingkan dengan penduduk di benua lain.
Data itu disampaikan Durex Sexual Wellbeing Global Survey yang digelar
sepanjang Agustus dan September 2006 melibatkan 26.032 responden di 26
negara di seluruh dunia.
"Dari survei ini hanya 48% orang di seluruh dunia yang pernah mengalami
nikmatnya orgasme, sedangkan orang Asia yang mendapatkan orgasme secara
teratur hanya 34%," ujar Johannes Ongkowidjojo, Senior Product Manager Durex
Indonesia.
Johannes menyebutkan berdasarkan survei orang Asia kalah dengan orang
Afrika yang meraih angka tertinggi untuk lamanya berhubungan seks rata-rata
hingga 24 menit. Orang Asia hanya 18 menit.
Kemenangan juga dicatat kembali oleh orang Afrika karena 66% di antara
mereka merasa paling puas dalam hal seks. Orang Jepang yang merasakan
kepuasan dalam seks hanya 15%. Artinya hanya 35% orang Asia Pasifik yang
benar-benar puas dengan kehidupan seksnya.
Selain Afrika, orang-orang Yunani juga mengalahkan orang Asia soal
penghargaan dalam berhubungan intim saat 80% di antara penduduknya menanggap
seks sangat penting dalam kehidupan mereka.
Jika hasil temuan ini menyebutkan *rata-rata* orang di seluruh dunia
melakukan seks sebanyak *103* kali dalam setahun, negara di kawasan Asia
juga memiliki jawara soal yang satu ini.
Di kawasan Asia , orang *China* mencatat prestasi gemilang soal frekuensi
melakukan hubungan badan yang mencapai *122* kali dalam setahun.
Posisi selanjutnya diraih orang *Malaysia* yang mencatat frekuensi
berhubungan badan hingga *115* kali dalam setahun, dilanjutkan kemudian
dengan orang *Hong Kong* yang mencatat frekuensi hubungan badan sebanyak *
82* kali dalam setahun.
"Angka yang paling nelangsa diraih orang *Jepang* yang rata-rata hanya
melakukan hubungan badan sebanyak *48* kali dalam setahun," ujar Johannes.

Johannes juga mengemukakan adanya beberapa fakta penting mengenai kepuasan
seks orang Asia yang patut dicatat. Ternyata 38% orang Thailand kurang
tertarik dengan seks, sama dengan orang Jepang yang mencatat angka sebanyak
39%.
**
*Penghargaan terhadap seks*
Menurut Johannes, angka ini banyak dipengaruhi dengan rendahnya
penghargaan mereka dengan seks. Tidak heran jika 35% orang Thailand merasa
libidonya menurun, dan 28% di antaranya sulit ereksi.
Meski mengaku kurang tertarik dengan seks, orang Thailand ternyata
mendapatkan angka reponden tertinggi yang merasakan nikmatnya orgasme hingga
54%, dilanjutkan kemudian dengan China dan Hong Kong yang meraih angka 24%.
Dari hasil temuan itu pula, diperoleh data bahwa hampir 70% orang di China
dan Hong Kong merindukan rasa cinta dan romansa. Sementara itu, 61% orang
Malaysia mendambakan seks agar rasa stres dan kelelahan mereka terobati.
Johannes mengatakan bahwa tujuan Durex melakukan survei ini adalah untuk
mendapat perilaku konsumen secara global mengenai kesejahteraan perilaku
seksual mereka, serta ingin mengetahui faktor apa saja yang ikut menentukan.

Metode yang digunakan dalam survei ini dengan sistem online melalui
jaringan internet yang dapat diakses secara mudah oleh seluruh masyarakat di
dunia.
Dari 26.023 responden yang disurvei, 57% di antaranya berjenis kelamin
pria, dan 34% di antaranya perempuan. Pendekatan kepada responden dilakukan
secara online di 25 negara oleh lembaga survei Harris Interactive.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




Kirim email ke