salian ti www.tantanhermansah.co.nr, kuring oge ngagaduhan blog sanes, nyaeta: tantanhermansah.wordpress.com
mangga, upami aya waktos linggih ka dinya. Aya pamikiran2 ngacapruk ngenaan hal-hal haneut di urang. Punten, teu acan nganggo basa Sunda. Tos dicobi, sesah pisan. Janten saaya2 we. Campur aduk. Kerangka teorina "ngawaduk" Ieu salah sahiji anu diserat ku kuring "Ngawaduk" Cawapres 2009 dan Capres 2014 Namanya juga "ngawaduk". Secara sematik, asal katanya jelas bukan "waduk" yang sama dengan bendungan, tapi dari kata "wadul", alias "bohong". Dilelempeng dan dipapantes, biar enak, jadi "ngawaduk". Jadi "ngawaduk" berarti ngobrol yang rada-rada bohong, nggak ada desain ilmiahnya, ngaler ngidul, dan tidak ada prediksi apapun. Bahan bakunya boleh laporan pandangan mata, boleh fiksi, boleh gumaman kawan yang direkam, boleh juga itungan-itungan lieur, boleh ramalan para dukun, atau apa saja. Namanya juga "ngawaduk". Ieu anu sanesna: Reshuffle tanpa gagasan April 21st, 2007 Mungkin, kecemasan reshuffle hanya terjadai pada segelintir orang saja. Sisanya, bahkan mungkin tidak peduli. Mengapa? Sebab seperti biasanya, presiden suka berwacana dulu, baru bertindak. Suatu tindakan yang sampai saat ini semakin mengkristalkan persepsi bahwa ia seorang yang (selalu) bimbang. Kita tidak tahu, benarkah argumentasi bahwa reshuffle lebih didasarkan pada kehendak membangun/ memperbaiki bangsa ini, atau karena motif lain: meningkatkan popularitas yang semakin lama hancur lebur? Sekali lagi: hanya Tuhan dan SBY sendiri yang tahu. Ieu nu sanesna deui: Ambisi Golkar dan Investasi Politik Calon Baru April 14th, 2007 Beberapa hari ini, kita mendengar langsung betapa Golkar sangat berambisi untuk menguasai negeri ini lewat satu gerakan politik sistematis, yakni menguasai kabinet. Mereka melakukan berbagai cara, mulai dari menghembuskan isu resufle yang selalu diupdate, sampai posisi-posisi yang diincar serta orang-orang yang akan diganti. sareng aya sababaha anu sanes. Sakali deui, ieu mah pedah hoyong tutulisan. Teu puguh alam ujurna. Bisi anu miharep langkung, punten da mung sakieu kabisana. Baktos tantan

