Ngiringan ah* Punten, sanes mamatahan ka Yu Gia*eh, siga Jawi wae, maksad teh Yi Gia sareng baraya lianna*abdi yakin tos tarerang aturanana, mung bilih he love. Aya artikel sae ngeunaan "sopan santun ber-email ria" punten teu diSundakeun, mugia mangpaat.
ro2 Hi Kawan2, Saya baru saja mendapatkan sebuah forward tentang seorang anak yang menderita penyakit Kanker Ganas, disertai gambar yang cukup menggenaskan. Orang tua sang korban meminta kita untuk memforward email ini kepada teman2 kita sembari mengklaim kalau setiap email yang diforward (diteruskan) dia akan mendapatkan 10cents dollar Amerika untuk pengobatan anaknya. Padahal saya yakin sekali saya pernah melihat email semacam ini beberapa tahun sebelumnya. Terlihat sekilas tujuannya mulia, tetapi kalau diperhatikan lebih lanjut, banyak pemakai email yang kurang "aware" ketika memforward email email seperti ini dan meninggalkan bekas2 alamat resipien email yang berserakan dimana-mana. Dalam email yang saya terima hari ini saya dengan mudahnya menemukan hampir lebih dari 50 alamat email (Baik personal maupun corporate). Hal ini amat mengkawatirkan karena dengan mudahnya oknum2 internet marketing mendapatkan email kita. Tujuan akhir dari email email palsu ini kerap kali adalah mendapatkan alamat email kita. Seringkali dengan embel2 mendapatkan hadiah, keberuntungan, menghindari kesialan, menolong sesama, dsb. Hal2 diatas sangat menganggu saya secara pribadi karena kebetulan saya bekerja di sebuah perushaan yang sebagian besar tugasnya adalah korespondensi dan bayangkan banyaknya spam email yang harus saya sortir dari sekian banyak email yang masuk. Belum lagi ditambah dengan semakin pintarnya internet marketing sekarang ini. Salah satu contohnya adalah menampilkan gambar berisi tulisan sehingga junk email filter tidak bisa mendeteksi. Alamat pengirim yang berubah2 setiap hari, ditambah dengan subjeknya yang memang relevan sehingga diperlukan tenaga ekstra untuk memilah2nya. Belum lagi bandwith dan waktu yang terbuang. Oleh karena itu, saya mengharapkan teman2 sesama pengguna email untuk memilih2 dan merapikan email email yang akan mereka forward agar tidak dimanfaatkan oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab. Hal2 yang bisa dilakukan antara lain: 1. Menghapus daftar alamat2 dari pengirim sebelumnya 2. Menyalakan opsi "Undisclosed Recipient" 3. Memilih email yang benar2 bearti dan aman untuk dishare 4. Hindari attachment berupa program dan executeable 5. Bila memungkinkan hindari memforward email dengan attachment yang terlalu besar karena banyak diantara kita yang masih menggunakan dial up di Indonesia Hal ini juga akan menambah nilai dari email forward yang kita kirim. Dengan ini penerima email akan lebih menghargai email yang anda kirim karena ada usaha lebih untuk memforwardnya dan bukan sekedar "Reply all" Akhir kata, tolonglah forward email ini kepada teman2 anda dan mari kita ciptakan komunitas email yang lebih aman dan jauh dari jangkauan oknum2 tidak bertanggung jawab. Thanks, .............. >>> [EMAIL PROTECTED] 05/09/07 01:42PM >>> Hahahahahhaha....wios lah..lumayan da sanes abdi wae nu kitu na ge...=)) -LN-

