Ieu mah duka dongeng duka leres, tapi aos bae manawi aya bi-faatna.

Akhmad Gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Date: Thu, 5 Jul 2007 04:24:06 -0700 
(PDT)
From: Akhmad Gunawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [EL-ITB] FW: Tertipu, mobil APV melayang..!
To: [EMAIL PROTECTED]



Note: forwarded message attached.    
---------------------------------
  Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of 
spyware protection. To: <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Philips Sibarani (JA/EID)" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 5 Jul 2007 16:24:09 +0800
Subject: [EL-ITB] FW: Tertipu, mobil APV melayang..!

          Entah benar entah tidak yang jelas Modus ini DO-ABLE, so beware
   
  Jabat Erat,
  Philips 

  
    
 
       

    Tertipu, mobil APV melayang..! (VERSI TUNTAS !)_

Ini bukan soal Marketing, tapi baik untuk di share.
Agar kita atau
kerabat kita tidak mengalami nasib serupa.

Begini kisahnya : Temannya teman saya yang juga teman
saya mengalami
nasib sial yang teramat sial. Kalau kata orang, sudah
jatuh ketimpa
tangga plus cat, batu bata dan perlengkapan
pertukangan lainnya. APES.COM

Karena butuh dana yang sangat mendesak, temannya teman
saya yang juga
teman saya tersebut memutuskan untuk melego mobil APV
yang notabene
didapatkan dari "tadangan" tetesan keringat selama
bertahun-tahun.

Semua berawal saat Mas Gun (Bukan nama sebenarnya,
karena nama
sebenarnya adalah Guntar Somawidjaja) memasang iklan
baris di kompas
pada hari Rabu, 13 Juni 2007 lalu. Agar bisa nego,
sekaligus mengetahui
harga penawaran tertinggi, maka Mas Gun memutuskan,
tidak mencantumkan
harga jual. Dalam hati sih, udah dipatok harga Rp 83
juta. Syukur-syukur
kalo bisa lebih.

Pukul 05.15, telepon sudah mulai berdering. Bahkan
ayam tetangga yang
biasanya berkokok saban pagi, terbangun oleh kringan
telepon di rumah
Mas Gun yang rada-rada jadul. Penawar pertama membuka
angka Rp 81.5
juta. Mas Gun sedikit tersenyum, yakin akan ketemu
penawar yang sesuai
ekspektasinya. Penawar kedua, turun ke Rp 80 juta,
penawar berikutnya
tidak jauh dari dua angka tersebut. Kalau dalam bahasa
statistik disebut
sebagai batas bawah dan batas atas. Mas Gun mulai ga
yakin. Nah.........
......., pucuk dicinta pucuk tiba (maaf....sampai saat
ini, saya belum
mengerti arti kata "ulam"), dari sekian penawar
tiba-tiba ada yang
memberikan penawaran luar biasa. Cash Rp 87 juta. Luar
biasa. Angka ini,
juga ada dalam statistik, biasa disebut sebagai out
layer, kerennya
disebut PENCILAN. Karena tidak terbiasa mengutak atik
SPSS (software
statistik), maka Mas Gun tidak menaruh curiga terhadap
penawar dengan
angka ini.

Saking senangnya, mas Gun langsung menekan tombol DEAL
dan tidak lagi
mendengarkan saran temannya agar memilih NO-DEAL lalu
mencoba membuka
koper yang lain. "87 juta gi tu loh....." mungkin
begitu teriak batinnya.

Irwan (bukan nama sebenarnya, atau mungkin nama
sebenarnya ???), sang
penawar menentukan tanggal dan tempat transaksi. "dua
hari lagi (Jumat,
15 Juni 2007) di Gedung Patrajasa Lt 3 MT Haryono
Jakarta, kebetulan
saya bekerja di gedung ini" katanya. Irwan
memberitahukan bahwa yang
akan membeli adalah atasannya sendiri.

Tanpa diketahui oleh Mas Gun, Irwan memasang iklan di
media yang sama
dengan jenis mobil yang sama tapi yang dicantumkan
nomor telepon
berbeda. Ya... mungkin nomor telepon Irwan. Harga
mobil APV ini dijual
cukup murah, hanya Rp 70 juta.

Dalam beberapa jam saja, puluhan penawar telah
menghubungi nomor yang
dicantumkan, ternyata Irwan sudah berniat buruk. Dari
sekian banyak
penawar, yang di pilih adalah penawar Wanita. Si Irwan
pun memesan pada
sang Wanita agar saat pembayaran, uang tidak langsung
diberikan kepada
pemilik mobil. Karena yang akan menjual mobil adalah
kawannya yang
berhutang kepadanya, jadi di potong hutangnya dulu.
Dan, si wanita
menyanggupi.

Singkat cerita (emangnya siapa yang manjang-manjangin
?), berangkatlah
Mas Gun bersama sopirnya ditemani mas Irwan ke Gd.
Patrajasa lt 3.
Sambil menunggu kedatangan si Wanita (sang bos,
menurut versi Irwan),
Mas Gun diminta menuliskan kuitansi di atas materai,
menyiapkan
surat-surat kendaraan dan dokumen lainnya. Tak lama
berselang, si Wanita
hadir ditempat yang sudah ditentukan. Si Wanita hadir
bersama tiga anak
lelakinya. Mungkin mobil APV ini buat salah satu dari
ketiga anaknya
tersebut. Who ever lah..!

Setelah cek fisik sana-sini, Si Wanita setuju membeli
mobil APV tersebut
dan melakukan pembayaran. Sesuai pembicaraan
sebelumnya, uang diserahkan
kepada Irwan. Mas Gun cuek aja, dia fikir itu khan
bawahannya, mungkin
mau dihitung dulu atau apalah. Mas Gun diminta untuk
menyerahkan
kuitansi dan semua dokumen kepada si Wanita, tujuannya
agar si Wanita
bisa melakukan cek dan ricek terhadap keabsahan
dokumen kendaraan
tersebut. Saat si wanita melakukan cek dokumen, si
Irwan menawarkan
kepada dua dari tiga anak lelaki si Wanita untuk
melakukan test drive
terlebih dahulu. Mas Gun juga setuju, "coba dulu aja,
biar ga nyesel ...
mobil ini sangat terawat koq, sama seperti saya",
ungkapnya berpromosi.
Jadilah, Irwan, 2 anak lelaki dan Sopir Mas Gun
melakukan test drive. Si
Wanita dan Mas Gun sama sekali tidak menaruh curiga.

Sekitar 5 menit berlalu, dan setelah puas memeriksa
dokumen, si Wanita
memulaibuka obrolan, "kenapa dijual mas ?"
"Orang tua saya ngasih mobil baru, jadi yang ini
dijual dan dananya buat
liburan aja" jawab guntar
"Emangnya ibu deal berapa ?" guntar balik bertanya.
"Rp 70 juta", belum sempat guntar berfikir...si Wanita
ngomong lagi
"oooo....saya kira buat bayar hutang, makanya dijual
sangat murah".

Mas Gun mulai merasakan ada kejanggalan. Instingnya
mulai bekerja.
Indera keenamnya mencium aroma tak beres. (klo untuk
mencium sih, ga
usah pakai indera ke enam kali yaaa...?).

"Irwan bawahan Ibu khan?" tebak...ini kalimat siapa ?
"Bukan..., loh bukannya dia teman bapak ?"
.....selanjutnya tebak
sendiri kalimat siapa....... ......... ...
"Waduh, ga beres nih........, anak ibu yang ikut punya
hape ?"
"Ada"
"telponin dong.."
"ok......... ..Hallo.. ."
"yaaaa..hallo, ada apa ma ?"
"Mas yang tadi megang duit ada disitu ga ?"
"Ga ada ma, tadi turun di lantai dua.. katanya mau
nyetorin uangnya ke
bank Mandiri, katanya ga aman megang duit
banyak-banyak"
GUBRAKKKKKKKKKK. ....!!! Mas Gun kehilangan
keseimbangan ..........
"Ya, udah segera kembali ke sini..."

Setelah kedua KORBAN menghadap Polsek setempat, Mas
Gun dinyatakan kalah.

Mobil dibawa pulang oleh si Wanita.

Beberapa hari kemudian, takut membawa sial, mobil
tersebut di jual
lagi... dan laku dengan harga Rp 80 juta.
Si Wanita, mengambil pokoknya..lalu lebihnya sebesar
Rp 10 juta
diserahkan kepada mas Gun.

Kalau tidak jadi berlibur keliling eropa, mungkin
dengan Rp 10 juta,
bisa keliling PRJ selama ulang tahun kota Jakarta.
Lumayanlahhhhhhhh. ......... ........

Note :
Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi kapada anda. So,
Dont try it at home.



 

  

         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke