Lamun kitu mah Uing oge moal milih ah..
 
-----Original Message-----
From: reka gayantika [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, July 25, 2007 9:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Jemaah Gereja Bethel nyambut Kang Adang !!!!
 
Uing mah moal milih Adang Daradjatun... soalna uing mah teu boga KTP
Jakarta. heuheuheu...

-Bohay-


Pada tanggal 25/07/07, Aldo Desatura < [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > menulis:
mangga atuh lah...... urang coblos kang adang,.... tenjokeun urangsunda
oge
bisa!!!!!!!!!!

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35851&ik=3
<http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35851&ik=3> 
<http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35851&ik=3
<http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35851&ik=3> >

Jemaat Gereja Bethel Sambut Adang
Jumat 20 Juli 2007, Jam: 23:32:00 JAKARTA (Pos Kota) - "Ini
mukjizat Tuhan yang diberikan kepada kita semua, orang yang kita kasihi
Bapak Adang Daradjatun telah bersama kita siang ini," kata Pendeta
M. Ferry H. Kakiay, Sekretaris umum BPH Gereja Bethel Indonesia (GBI)
kepada para pendeta yang hadir memenuhi aula lantai tiga, Graha BPH GBI,
di Jl. Ahmad Yani no. 65 Jakarta Timur, Jumat (20/7).

Saat Adang Daradjatun masuk ke dalam ruangan, puluhan peserta yang
sebagian besar adalah pendeta di Jabotabek merapat kepada Adang untuk
bersalaman. Salam hangat dan rangkaian tepuk tangan terus mengisi
ruangan nyaris sepanjang waktu saat calon Gubernur DKI Adang Daradjatun
menyampaikan paparannya mengenai visi misi hingga berbagai fitnah yang
kerap mendeskreditkan dirinya. "Saya sampaikan kepada
saudara-saudara semua tidak pernah ada dalam pikiran saya dan PKS
keinginan untuk membuat Jakarta sebagai kota syariah. Tidak pernah
ada!" tegas Adang mengenai isu penegakan syariah di Jakarta.

Ia menambahkan, fitnah tersebut dilontarkan partai tertentu. "Saya
ini birokrat tulen. Bagi saya masalah NKRI dan Pancasila tidak perlu
diperbincangkan lagi karena itu adalah harga mati, dan saya yakin PKS
memahami dan meyakini hal tersebut," ungkapnya.

DITELITI SETAHUN
Adang mengaku sebelum memutuskan bersedia dicalonkan juga menelusuri apa
dan bagaimana PKS ini, begitu pun sebaliknya. "Saya diteliti
kader-kader PKS selama satu tahun, semuanya saya berikan termasuk slip
gaji. Begitu pula sebaliknya saya teliti AD/ART PKS dan ternyata
Pancasila banget," ujarnya.

Seperti janjinya pada pertemuan sebelumnya, Adang memberikan waktu
secara leluasa kepada para pelayan Tuhan ini untuk mendalami visi misi
dan komitmen membenahi Jakarta. Setiap termin pertanyaan yang dibuka
oleh moderator, puluhan pesertapun mengajukan diri. Adang-pun
menyambutnya dengan antusiasi. "Wah.. luar biasa antusias para
pendeta ini sesuai janji, hari ini saya berikan waktu yang leluasa untuk
berdiskusi," tukasnya disambut gemuruh tepuk tangan dari para
pendeta.

Setidaknya ada sekitar dua puluh lima penanya, dengan jumlah pertanyaan
minimal dua disampaikan setiap orangnya. Pertanyaan berisi seputar
komitmen menegakkan kebebasan beragama, meningkatkan layanan

Public, banjir, hingga masalah transportasi kota dari mulai transjakarta
hingga ojek. (sutiyono)
 
 

Kirim email ke