Sim kuring asa kaemutan kantos kengeng imel ti milis lembur sabelah nu ngabahas 
pasualan cinta ieu, mung hapunten masih keneh basa indonesia, mugia katampi 
atuh....
   
            Ada Apa Dengan Cinta?
      Karya : Afifah Afra Amatullah
       
       
      prayoga.net
  Suatu hari, tiga tahun yang lalu, saya sedang bete berat. Entah mengapa, 
dunia terasa sempit, sumpek dan menyebalkan. Padahal banyak pekerjaan yang 
mestinya saya selesaikan. Laporan praktikum yang bertumpuk, makalah-makalah 
serta seabrek PR dari banyak organisasi yang kebetulan saya ikuti. Dalam 
perjalanan pulang menuju kost, mata saya tiba-tiba tertumbuk pada sebuah 
wartel. Tanpa tahu mau menelepon siapa dan untuk apa menelepon, saya dengan 
linglung memasuki salah satu kabin. Sebuah nomor tiba-tiba terpencet otomatis. 
8411063! “Assalamu’alaikum…” sebuah suara yang mendadak terasa merdu 
terdengar. Seperti ada suntikan kesegaran yang luar biasa, mendadak semangat 
saya bangkit. Percakapan yang mengalir begitu saja telah mengubah dunia yang 
tadinya abu-abu menjadi penuh warna. Pemilik suara itu adalah seorang sahabat 
yang sangat dekat dengan saya. Meskipun jarang bertemu, kami yakin, ada cinta 
yang menginspirasikan berbagai ide mulai dari yang sederhana sampai briliyan.
 Cinta itu yang kami yakini menjadi pemotivator dari setiap langkah yang kian 
hari kian berat. 

Ah, Cinta…
Saya selalu terpana dengan cinta. Membuat pikiran ini dengan susah payah 
membayangkan seorang Abu Bakar yang tiba-tiba berlari kesana kemari, kadang ke 
depan, ke samping, lantas tiba-tiba ke belakang rasulullah. Saat itu mereka 
sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Di belakang, orang-orang kafir 
Quraisy mengejar, bermaksud membunuh Muhammad SAW. Tentu saja sang nabi 
terheran-heran. Beliau pun bertanya dan dijawab oleh Abu Bakar, bahwa ketika ia 
melihat musuh ada di belakang, maka Abu Bakar berlari ke belakang. Jika musuh 
di depan, Abu Bakar lari ke depan, dan seterusnya. Abu Bakar siap menjadi 
tameng buat rasulullah. Agar jika ada musuh menyerang, ia lah yang lebih dulu 
menerimanya. 

Itulah cinta. Sama seperti ketika mereka akhirnya kecapekan dan menemukan 
sebuah gua. Abu Bakar melarang Rasul masuk sebelum ia membersihkan terlebih 
dulu. Saat membersihkan, Abu Bakar melihat 3 buah lubang. Satu lubang ia tutup 
dengan sobekan kain bajunya, lalu yang dua ia tutup dengan ibu jari kakinya. 
Rasul pun tidur di pangkuan Abu Bakar. Pada saat itulah, Abu Bakar merasakan 
kesakitan yang luar biasa. Ia digigit ular. Namun ia tidak mau membangunkan 
Rasul dan terus menahan sakit hingga air matanya menetes. Tetesan itu menimpa 
rasul dan terbangunlah beliau. Berkat mukzizat Rasul, sakit itu pun berhasil 
disembuhkan. (Sumber, ‘Berkas-berkas Cahaya Kenabian’, Ahmad Muhammad 
Assyaf). 

Ada apa dengan cinta? Kalau Mbak Izzatul Jannah (salah seorang teman dekat 
juga) menjawab, “ada energi disana”. Saya sepakat dengan pendapat itu. Bukan 
karena beliau adalah teman dekat, tetapi karena saya telah merasakannya. Dan 
saya ingin berbagai cahaya dengan kalian. 

Cinta Positif vs Cinta Negatif 
Jujur, saya mungkin kurang ngeh jika bicara masalah cinta, karena saya belum 
menikah. (He…he, mohon doanya ya…). Saya pun alhamdulillah belum sempat 
pacaran, karena Allah keburu ‘menyesatkan’ saya dari jalan kemaksiatan menuju 
jalan yang terang benderang, jalan yang kita yakini bersama kebenaran dan 
keindahannya. Namun justru itulah, saya lantas menikmati cinta yang sejati. 
Lewat para sahabat yang mengantarkan diri ini semakin hari semakin berkarat 
(maksudnya kadar karatnya makin tinggi, seperti logam mulia itu lho…) alias 
semakin baik. Serta tidak ketinggalan, cinta kepada sang pemberi kehidupan 
alias cinta hakiki yang tertinggi. 

Seorang sahabat pernah bernasyid di depan saya, menukil sebuah nasyid yang 
dipopulerkan oleh SNADA. 

Ingin kukatakan, arti cinta kepada dirimu dinda
Agar kau mengerti, arti sesungguhnya
Tak akan terlena dan terbawa, alunan bunga asmara 
Yang kan membuat dirimu sengsara 

Cinta suci luar biasa, rahmat sang pencipta
Kepada semua hamba-hambanya 


Jangan pernah kau berpaling dari cinta
Cinta dari sang maha pencipta
Kau pasti tergoda… 

Nyanyian itu membuat saya merenung panjang lebar. Yups, ketemu deh. Ada cinta 
positif, ada juga cinta negatif. Jika cinta adalah energi, maka akan muncul 
pula energi positif dan energi negatif. 

Adanya energi membuat semua terasa ringan. Dengan energi, gampang saja si Edo 
misalnya, menghajar serombongan preman yang mengusili pacarnya, Dewi. Konon 
cinta bisa membuat si penakut menjadi pemberani. Dengan energi pula puasa 
ramadhan terasa begitu indah, meskipun sebulan penuh kita diperintahkan untuk 
tidak makan dan minum dari terbit hingga terbenam matahari. 

Kendali, itu kuncinya
Energi itu akan di dihasilkan oleh reaktor hati, pembedanya adalah faktor 
pengendali. PLTN adalah sebuah tempat berlangsungnya reaksi nuklir yang 
terkendali, sehingga energi yang dilepaskan dapat menjadi komponen yang 
berfungsi untuk manusia. Itu energi positif. 

Jika reaksi nuklir tidak terkendali, bayangkanlah ledakan bom atom di Hiroshima 
dan Nagasaki yang menewaskan ratusan ribu manusia dan menimbulkan kerugian yang 
luar biasa. Itu energi negatif. 

Karena reaktor tersebut adalah hati, maka semua manusia pasti memilikinya. 
Positif atau negatif tergantung pada pengendalian manusia tersebut terhadap 
hati yang dimiliki. Seperti sabda rasulullah SAW : 

“Inna fii jasadi mudhghotan Idza sholuhat sholuhal jasadu kulluhu. Waidza 
fasadat fasadal jasadu kulluhu. Alaa wahiyal qolbu.” 

Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah 
seluruhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruhnya. Ingatlah bahwa ia adalah 
hati. (HR Bukhari Muslim). 

Cinta Negatif, Apaan tuh?!
Adalah cinta yang dialirkan dari energi tak terkendali. Ini nich, cinta yang 
merusak. Terlahir dari syubhat dah syahwat. Ngakunya moderat, padahal kuno 
berat. Bagaimana tidak kuno, cinta yang lahir dari syahwat mulai ada sejak 
jaman bauhela, bagaimana mungkin orang yang tidak pacaran disebut sebagai 
‘ketinggalan jaman?’ 

Cinta negatif kini telah membanjiri pasaran, menebar kemadhorotan. Remaja 
gelagapan dan tidak tahu jalan, akhirnya ikut-ikutan. Pacaran, free sex, kumpul 
kebo, selingkuh… mendadak jadi tren. Secara normatif, semua perempuan tidak mau 
melihat lelaki yang dicintai ngabuburit dengan perempuan lain. Namun anehnya, 
ia malah berdandan seseksi mungkin agar lelaki lain tertarik padanya. 

Mana bisa kesetiaan dipertahankan jika syahwat dikedepankan? 

Mau tahu korban dari cinta negatif? Kerusakan moral. Yap! Survey di Yogyakarta 
menyebutkan 97,05% mahasiswa di Yogya tidak perawan, Survey itu dilakukan 
kepada 1660 responden dan hanya 3 orang yang mengaku belum melakukan aktivitas 
seks termasuk masturbasi! Astaghfirullah. Terlepas dari pro dan kontra tentang 
kashahihan hasil survey itu, jelas… data yang tercatat menunjukan sebuah 
ketakutan yang luar biasa bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya 
ke Yogya. 

Cinta negatif telah menjelma menjadi teroris! Bukan hanya cinta yang 
mengeksploitasi seks, juga cinta kepada tahta dan harta yang membuat manusia 
berubah menjadi serigala yang sanggup tertawa-tawa ketika mengunyah bangkai 
rekan sendiri. 

Menggapai Cinta Positif
Cinta positif adalah cinta yang frame-nya adalah cinta karena Allah. Cinta 
kepada Allah sebagai cinta yang hakiki, sedang cinta kepada selain Allah 
dilaksanakan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Jika diatas disebutkan bahwa 
kata kuncinya adalah ‘kendali hati’, maka jelas, untuk menggapai cinta positif, 
hati harus pertama kali ditundukan. Jika hati telah ditundukkan maka akan bisa 
kita kendalikan. Jika hati terkendali, yakin deh, seluruh jasad dan akal kita 
pun mampu selaras dengan sang panglimanya tersebut. 

Bahasa Pena?
Jika cinta adalah energi, maka yang terlahir dari cinta adalah produktivitas. 
Pena hanya salah satu dari banyak pilihan, tergantung pada potensi 
masing-masing. Saya memilih pena karena profesi saya adalah seorang penulis. 
Karena bingkai kecintaan itu adalah cinta kepada Allah, maka saya akan 
menjadikan tarian pena saya sebagai ekspresi kecintaan kepada Allah. Serupa 
tapi tak sama akan dialami oleh teman-teman yang mahir dibidang lain, memasak, 
memprogram komputer dan sebagainya. Bukti cinta itu adalah produktivitas. So, 
jika kita tidak produktif, berarti tidak ada energi yang menggerakan, yang 
ujung-ujungnya, kamu tidak punya cinta. Kasiaaan deh Luuu. 

Ada apa dengan cinta? Jawabnya : ada energi. Muaranya, produktivitas, 
optimalisasi potensi. Tentu saja yang kita usahakan adalah cinta positif, 
sehingga produktivitas yang tercetak adalah produktivitas yang positif pula. 

Solo, 18 November 2002 

Penulis adalah aktivis Forum Lingkar Pena dan Redaktur Majalah Pengembangan 
Pribadi Remaja Muslim KARIMA 
      Sumber : www.kafemuslimah.com

   
  

Ahmad Sopiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Cinta mah Kang, benten jalmi benten karaosna
  Cinta mah Kang, benten bumi benten lakuna
  Cinta mah Kang, benten waktos benten rasana
  Cinta mah Kang, benten gajih benten rarayna
  
  Cinta mah Kang, ngarep-ngarep bagja panggih jeung siksa
  Cinta mah Kang, ngarep-ngarep ngeunah panggih tugenah
  Cinta mah Kang, ngarep-ngarep enak panggih cugak
  Cinta mah Kang, ngarep-ngarep geulis panggih iblis
  
  Jadi Kang, tibatan awak ruksak
  Tibatan panon carinakdak
  Tibatan harta beak
  Mendingan nabung kanggo akherat
  Dana Abadi Pemberdayaan Ummat
  
  (Goak¡¦aya nu ngajiwir tukangeun..)
  Ari tantan pameget apa istri nya?
  Hampura kuring teh enggal keneh.
  
    Ahmad Sopiani
Package Team
  R & D Group
AV Factory

LG Electronics Indonesia
Block G MM 2100 Industrial Town
Cibitung - Bekasi 17520, West Java, Indonesia
Mail : [EMAIL PROTECTED]
Tel  : +62-21-8989418


  
      
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
tantan hermansah
Sent: Wednesday, August 01, 2007 5:51 PM
To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Duh...Cinta...

  
        Aduh cinta
Kuring mah bet jadi nyeri nandangan kacinta teh
Naha bener cinta teh aya?
Naha bener cinta teh mangrupa?
Disungsi anjeun beuki teu aya
Dirupa anjeun teu nyata

Naon atuh Cinta teh?
Naon...???
Ajarkeun kuring anu ngejah keneh C I N T A

Naha geuning...anu ceuk batur endah kalahka siga peso anu niruk jajantung raga
Naha geuning...anu ceuk batur Cinta ngalewihan nyawa kalahkan ngagunasika...

Cinta, naon anjeun teh...
Di mana anjeun teh...

Naha anjeun bet cimata?
Anu rumbai maseuhan pipi bari teu saat2

Duh...Cinta...
Aduh....Cinta...
Naha ieu Cinta teh...



tantan 




  



  

         


Hendriana Lie S
  PT. Haeng Sung Raya Indonesia
  Jl. Sumbawa Blok F1-2 Kawasan Bekasi fajar Industrial Estate MM2100
  Cikarang Barat - Bekasi 
  SMT Maintenance Dept.
  Telp : 021 89982722 ext 109/117
  Hp    : 08569956055
  Fax   : 021 89982725
  http://hendrianalie.multiply.com

       
---------------------------------
 
 Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.

<<image/gif>>

Kirim email ke