punten wartos di handap ieu ku sim kuring teu ditarjamahkeun kana basa sunda...
panjang teuing juragan...

mung leres tah basa si kuring sakola keneh di bandung thn 90-an, geng motor nu 
terkenal teh Brigez, Exalt To Coitus (XTC) sareng Moon Raker (M2R)...
harita mah teu sadis jiga ayeuna, paling jahat oge perang geng antar manehna 
(salian ti kekebutan)...
bareto mah tara jahat ka masyarakat biasa...

tiasa disimpulkan, aparat2 nu aya gagal nyegah berkembangna geng motor ieu...


^_^






--------------------------------------------------------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto: [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hasbi Cholik
Sent: Friday, October 26, 2007 2:20 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yamaha-vega] FW: Aksi Brutal Genk Motor Bandung



  Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00

  BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng motor hanya kumpulan anak-anak
  remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik siang maupun malam 
  hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor alias
  trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah
  meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.

  Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski 
  organisasi induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

  Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita
  mesti lebih dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan
  doktrin yang diterapkan saat mereka direkrut yang disebut sumpah. 

  Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya, harus berani melawan
  polisi berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani
  melawan orangtuanya sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus
  bernyali baja dalam melakukan kejahatan. 

  Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam buku
  putihnya yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal
  20 halaman yang diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu, Kolonel
  (Kombes-Red) Yusuf Mangga Barani, nampaknya menjadi sumpah atau 
  patokan geng motor selama ini.

  4 GENG TERKENAL Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal
  di Kota Bandung, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB),
  Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya 
  memiliki ideologi sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP
  dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari
  tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak
  juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan 
  putra.

  Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat
  dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi
  doktrin yang ada di kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan
  mereka kini semakin membabi buta. Bukan saja sebatas tawuran atau 
  merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan
  membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini jadi momok warga
  Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering membuat
  kewalahan polisi untuk memberantasnya. 

  POTONG JARI Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung.
  Dengan menancapka bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu
  awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini.
  Rekruitmen anggota terus digenjot kelompok ini. Sehingga pada 
  usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan dengan
  cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat.

  Exalt To Coitas tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang.
  Anggota ini tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, 
  Ciamis, Garut, Tasikmlaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga
  Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng
  tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota
  geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu 
  musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.

  Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung
  dibanding tiga geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun
  tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu membuat 
  masalah, kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis
  namanya.

  XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin
  bertambah, sehingga daerah jajahan nya pun semakin luas. Semula
  XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai 
  Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun,
  belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan mampu
  mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.

  Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak 
  menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung.
  Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang terus
  terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.

  Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini bukan 
  impian tapi kenyataan, kata para remaja di Bandung.

  Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para
  anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu
  digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti 
  training loyalitas.

  Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas
  yang diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa
  penggojlokan fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. 
  Penyiksaan ala IPDN terhadap praja lebih ringan dibanding
  penyiksdaan di XTC. Dan cuplikan gambar tersebut ada di CD yang
  berhasil diamankan Polwiltabes, kata sejumlah anggota polisi.

  Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji 
  loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke
  rumah. Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung
  tanpa harus menggunakan rem. Latihan ini yang kini terus
  dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan 
  penyerangan di tengah jalan, kata dia. Anggota XTC memiliki
  keunikan tersendiri dalam organisasinya.

  Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang
  bersangkutan diharuskan potong jari kelingking. Upacara ini 
  menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng. Luar biasa !

  MINUM DARAH ANJING Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven
  (Briges) dalam merekrut anggota barunya. Tiga doktrin utama
  seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di 
  tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula
  beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru,
  Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan
  dalam beraksi hingga mereka diharuskan minum darah anjing dan 
  ayam. Konon, dua darah ini bisa menubuhhkan rasa berani pada diri
  seseorang.

  Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan
  cukup lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan
  kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia
  geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC.

  Dalam dunia pergengan di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun
  1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan XTC. 

  Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir
  Seven, tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir
  Gestapu. Ketika nama Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi
  brutalnya pun semakin menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran dan 
  menyerang sekolah-kolah di Bandung. Tak kurang dari seminggu tiga
  kali, Beriges selalu bentrok dengan XTC.

  Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan
  beberapa jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong 
  Kecil dan Besar, tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah
  kekuasaan utamanya yang tak bisa diganggu siapapun. Ketika
  nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia Afrika berhasil diambilalih
  termasuk Jalan Sudirman kota Bandung. 

  Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para pendiri
  geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang
  mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu
  sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun 
  pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di bawah
  Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia kejahatan.

  Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan
  selalu siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera 
  merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa
  di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok
  merupakan wilayah kekuasaanya. Belakangan geng ini sering bentrok
  dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng 
  itu.

  Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota
  Kembang. Anggota mayopritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan
  setiap malam. Di bawah bendera merah kining hitam, geng tetap
  berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng 
  lainnya.

  Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan
  sekitarnya.

  Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota. Hal itu
  tertjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola 
  pegembangan organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan
  ditanya. Beringasnya sama saja, kata polisi.

  INCAR EMPAT GENG Empat geng motor yang terus membuat kisruh di
  Bandung nyatanya turut mengundang amarah polisi. Tak 
  tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung Tengah AKBP Mashudi
  menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran kepolisian.
  Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah,
  tandasnya.

  Polisi mengincar geng motor sangat dimalumi. Pasalnya, dalam dua 
  bulan terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai
  anggota geng motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai
  kemudian mayatnya dibuang ke sungai di Celenyi Kabupaten Bandung.
  Kemudian sensi anak SMA tewas dibantai geng motor dan mayatnya 
  dibuang diselokan daerah margahayu raya. Korban ketiga PNS Kanwil
  Bea Cukai Merak Banten

  Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke teannya di
  Bandung.

  Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat 
  monoton. Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras
  hartanya. Bila melawan korban dihabisi. Geng ini tak mau
  bergerak sendirian, tegasnya. Dari fakta yang ada, lanjut dia,
  korban warga biasa (diluar anak sekolah) dibunuh ketiuka mereka 
  melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng yaitu salah
  sasaran.

  Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya
  permusuhan antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga
  menyakiti anggota geng lain, atau mengkhianati geng yang korban 
  masuki. Pengunglapan sangat a lot karena pelajar yang berhasil
  ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika ditanya masalah gengnya
  itu,.

  Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari
  para pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial 
  orang tuanya, ada kesan polisi nampak menutup sebelah mata
  terhadap aksi kejahatan geng motor tadi. Namun, Kapolda Jabar
  Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal, supaya geng motor yang
  berulah diproses secara hukum. Tak peduli anak siapa dan 
  darimana, kalau bersalah proises sesuai hokum, tegas kapolda
  kemarin.

  BISA MEMBAHAYAKAN KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan
  masalah geng motor ini. Dia mengaku blak-blakan atas keburutalan
  mereka. Jangan dibiarkan, bisa-bisa nantinya membahayakan! 

  Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan gejala
  watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari
  trend an mode yang sedang berlangsung saat itu. Aksi brutal itu
  perlu diredam. Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti 
  bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh.
  Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka
  mengkonsumsi narkoba, kata dia.

  Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, 
  perlu dijadikan alat kaji diri untuk kepolsian. Ancaman mereka
  nampaknya serius karena anggota geng mengakui polisi merupakan
  penghalang utama dalam melakukan kejahatan. Mereka berlaku jahat
  ujung-ujungnya berusurasan dengan polisi. Makanya mereka benci 
  polisi, tuturnya.

  Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih
  sekolah sumber keuangan ada di orang tua. Olehgkarenanya, jika
  orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpoaksa membenci dan 
  mengancam orangtuanya tadi. Sedang aksi kejahatan berupa
  perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk
  m,endapatkan penghasilan. Pola piker seperti harus segera
  dihentikan,.

  Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian haruis 
  konsisten memberantas mereka. Kemudian DInas pendidikan dan
  sekolah harus turut bergandeng tangan dengan polri dalam
  meminimalisir aksi kejahatan itu. Jangan ada kesan Diknas cuci
  tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang membahayakan, 
  katanya.

  TEMBAK DITEMPAT Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak
  kepolisian. Warga pun kini mulai merasa gerah akan ulah mereka.
  Aksi mereka yang dilakukan tengah malam, membuat rasa takut warga
  Bandung untuk jalan-jalan di malam hari. kami merasa tak nyaman
  malam hari di bandung. Khawatir geng motor nyerang dan merampas
  motor. Olehkarenya kami setuju kalau mereka yang berbuat jahat
  tembak ditempat saja, kata warga, Yunus,45,. 

  Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H.
  Muhamad Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertyindak
  tegas kepada geng motor ketika melakukan aksi kejahatan. kami
  piker tak perlku pusing kalau sudah cukup bukti dan tertanghkap 
  basah berlaku jahat tembak mati saja, katanya.

  Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu
  untuk memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi
  mengarah ke penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri 
  sangat menutup mata akan kejahatan geng motor tadi. Geng motor
  yang diproses di perngadilan tak akan memberikan efek jera.
  Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan
  mengelu-eluka. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili maka 
  anggota itu menjadi pahlawan, tegasnya.

  Olehkarenya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar
  kota yang dating ke bandung, tiondakan tegas kepada anggota geng
  motor harus segera dilakukan. Kami sangat prihatin bila ada tamu 
  ke

  Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereak telah merusak
  citra kota Bandung, katanya, seraya menambahkan, warga luar kotra
  yang ada di bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah
  malam.

  .









 

-- 
Rgds,
RakHa
F 4143 GT
BMC #055
YVML #002
Bogor - Jakarta PP 
www.boonganmotorclub.web.id
www.yamaha-vega.or.id 

 

Kirim email ke