Terima Kasih Para PAHLAWANKU
10 November 1945 - 2007
Ayo Bangkit ! Kita Bangun INDONESIA



BUBUR  MERAH  PUTIH

Beberapa waktu yang lalu saya secara tidak sengaja mendengar obrolan 
segerombolan manusia di lift. Inti nya, caci maki dan sumpah serapah kepada Ibu 
Pertiwi Indonesia. Dari pakaian nya, cara ngomongnya yang ¼ Inggris dan ¾ 
Bahasa Indonesia, kesimpulan saya mereka cukup terpelajar, mungkin pernah 
sekolah atau tinggal diluar negeri, atau paling tidak sering ke luar negeri. 
Karena dikit2 ada ucapan, “gak kaya disono ..” Saya pengen ngomong banyak sama 
mereka, tapi keburu keluar lift. Ini yang ingin saya ungkapkan:



Saya sendiri gak sering2 amat keluar negeri, dan asli orang kampung di Gunung 
Jawa , daerah Kuningan. Waktu lahir dan dikasih nama, orang tua saya membuat 
bubur merah-putih. Saya juga ingat, dulu Ayah saya mengikatkan kain merah-putih 
di palang kayu penyangga atap rumah. Entah apa maksudnya, tapi ini barangkali 
yang membuat saya memiliki pandangan yang sungguh berbeda.


Indonesia sebagai negara memang sedang menghadapi banyak masalah. Tapi bukankah 
kita harusnya menjadi bagian dari solusi masalah yang sedang kita hadapi, dan 
bukan sekedar berkoar2 mencaci माकी. Kalau merasa 
republik ini korup, mulailah dari diri kita untuk tidak korup, dan jangan segan 
menolak korupsi. Kalau merasa disini banyak pengangguran, ya bantulah ciptakan 
lapangan kerja, bukan mengemis kerjaan. Kalau merasa disini lalu-lintas 
semrawut, ya ayo mulai tertib dari diri kita sendiri. Kalau menurut kita 
pemerintahan dan lembaga perwakilan nya masih “geblek” ya pilihlah orang2 
terbaik dalam pemilu. Atau, Anda sendiri merasa cukup hebat, ya majulah jadi 
politikus.


Saya masih memiliki mimpi bahwa suatu saat kita akan keluar dari kesulitan dan 
menang. Ini bangsa besar dan hebat. Setiap mendengar orang mencaci-maki 
republik ini, saya teringat leluhur saya yang banyak menderita dijaman clash ke 
II dengan Belanda. Namun penderitaan mereka, dan jutaan lagi relawan yang telah 
berkorban nyawa dan harta demi berdiri nya negara republik Indonesia ini, 
seolah tidak ada artinya bagi para pecundang yang cuma bisa ternganga2 
pencapaian orang lain dan lantas menghina bangsa sendiri. 

Anda bisa tebak jaman leluhur2 kita berjuang untuk merdeka dulu orang2 model 
begini pada kemana. Barangkali sekarangpun kalo kita dijajah lagi, pasti mereka 
akan duluan menyeberang jadi orang2nya penjajah. Lha wong enak, jadi budak nya 
negara maju yg dikagumi. Itulah mental inlander, kalo dengan orang asing dan 
yang serba asing, akan „munduk-munduk“ , kalo sama orang sendiri akan 
merendahkan.


Saya tidak anti-barat, timur, negara besar atau apapun. Saya bekerja sama juga 
dengan banyak perusahaan dari  US, UK, Australia, dan semuanya baik2 
saja। Saya paham sepenuhnya kita hidup dalam komunitas global। 
Tentu saja saya juga senang mengkonsumsi makanan, pakaian, buku, karya seni, 
musik dsb karya dari negara lain.

Saya juga kagum dengan kemajuan2 yang lebih dahulu dicapai negara lain. Namun 
kekaguman2 tadi tidak membuat saya merasa perlu untuk merendahkan diri sendiri. 
Saya juga tidak dalam posisi pro-pemerintah. Sejak jaman mahasiswa dulu hingga 
kini, saya juga senang dengan satire, kritikan, atau bahkan ledekan atas kerja 
pemerintahan negara kita yang memang sering tidak bagus. Tapi tidak dengan 
semangat merendahkan orang lain ataupun diri sendiri.


Saya juga sepakat banyak sekali yang harus dibenahi. Tapi kalau Anda cinta, 
Anda akan berusaha membenahi, bukan mencaci. Kalau cat rumah atau rumput di 
halaman Anda kalah dengan rumah tetangga, ya mari kita cat dan tanam rumput 
baru, bukan kagum2 melulu sama rumah orang lain. Atau Anda pikir pemerintah 
ataupun undang2 kita perlu दिगंती. Ganti 
lah melalu koridor demokrasi yang sudah kita sepakati.


Tapi kalau ternyata Anda bener2 sudah gak suka dengan negara sendiri, ya gak 
usah dipaksain. Saran saya juga jangan juga main cela. Nanti Anda yang makan 
hati. Kalau mau, ya sana “resign” saja sebagai warga negara Indonesia. Silakan 
apply jadi WN di tempat yang Anda kagumi, dan good luck. Siapa tau Anda jadi 
orang hebat disana. Banyak kok, teman saya yang tujuan hidupnya adalah memiliki 
status permanent resident di negeri orang. Atau kalau mau jalur cepat, minta 
dikawinin aja sama orang asing dan dibawa kesana. Itu satu pilihan hidup yang 
saya hormati juga. Setelah itu Anda akan tenang dan bebas merdeka tidak perlu 
memikirkan masalah2 Republik Indonesia lagi. Bagaimana kalau banyak yang mau 
pindah? Ya tidak apa2. Gak usah dihalangi, itu hak mereka. Anggaplah seleksi 
alam.


Kalau saya? Saya lebih suka disini. Dan bersama orang2 yang tersisa dan masih 
satu mimpi, kelak akan menjadikan negara ini besar dan hebat. Kalau saya belum 
bisa juga, akan saya wariskan semangat ini ke anak2 saya. Siapa tahu Anda kelak 
terkagum2 dengan negara kami (di)


lihat artikel di : www.pwsmedan.blogspot.com

Haturnuhun,
DJODI 
www.djodiismanto.blogspot.com

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke