Bwaha...ha..ha...
anjiiirrrrrr, hp aing pren ZTE 400 rebu-an, eleh ku tukang jajaluk. :D



On 11/21/07, Heryadi, Eddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Cik atuh nya...ari keur 'nyamar' mah tong mamawa hp...
> mangga ah nyanggakeun ...
>
> EH
>
>
> > SURAT PEMBACA
>
> Pengemis Ber-&#8221;handphone&#8221; Mahal
>
> AKHIR pekan lalu tepatnya pada tanggal 11 November,
> saya dan suami pergi jalan-jalan sore ke pelataran
> Masjid Raya Bandung. Kami duduk-duduk di taman dan
> menikmati segelas jus yang kami pesan dari pedagang
> kaki lima. Beberapa saat setelah kami menikmati
> pemandangan air mancur yang berada di tengah taman,
> kami dihampiri seorang pengemis wanita yang
> menggendong balita. Umurnya kira-kira 30 tahun.
>
> Pakaian pengemis itu compang-camping, wajahnya lusuh
> dan badannya kurus kering. Sedangkan balita yang ada
> di pangkuannya tidak memakai celana serta bertelanjang
> kaki. Balita itu terlihat kelelahan, matanya sayu
> seakan ia ingin cepat-cepat memejamkan mata.
>
> Pengemis itu lalu menyodorkan bekas gelas air mineral
> kosong yang berisi uang recehan. Lalu ia mengoceh,
> "Kasihan Pak, kami belum makan 2 hari," ucap pengemis
> itu. Kami pun merasa iba dan langsung mencari uang
> recehan di saku celana dan dompet. Tak berapa lama,
> terdengar ringtone handphone dengan nada lagu milik
> grup band yang sedang naik daun, Ungu.
>
> Di tengah-tengah kesibukan kami mencari uang recehan,
> tiba-tiba pengemis itu berjalan mundur lalu
> membelakangi kami. Kami pun heran ketika akan
> memberikan selembar uang lima ribuan, tetapi ternyata
> pengemis tersebut malah pergi. Kami malah sempat
> berpikir apa uang yang kami beri tidak cukup?
>
> Pengemis wanita itu lalu berdiri di pojok tembok.
> Karena saya penasaran, saya mengamati gerak-gerik
> pengemis tersebut. Dengan tergesa-gesa ia mencari
> sesuatu dalam tasnya yang terbuat dari karung goni.
> Lalu sebuah benda dengan lampu berkelap-kelip dan
> mengeluarkan suara khas milik Pasha, sang vokalis
> Ungu, yang ternyata handphone, digenggam oleh pengemis
> itu.
>
> Tak percaya akan pemandangan yang saya lihat, saya pun
> mendekatkan pandangan saya padanya. Ternyata pengemis
> tersebut sedang menerima telefon dengan handphone seri
> terbaru yang ngetren di kalangan anak muda dan
> berkamera 3 megapixel.
>
> Saya pun terkejut, karena handphone saya pun kalah
> dengan milik seorang pengemis. Lalu dengan santainya,
> pengemis itu berkata, "Nanti telefon lagi ya, aku lagi
> kerja nih," ucapnya dengan suara pelan. Lalu ia pun
> menyudahi obrolannya dan pergi melenggang untuk
> meminta-minta lagi pada orang-orang yang ada di taman
> itu. Sungguh ironis, memanfaatkan rasa iba seseorang
> untuk mengais uang.
>
> Saya benar-benar melihat bahwa mengemis kini telah
> menjadi profesi. Jika makin banyak orang yang seperti
> ini dengan dalih impitan ekonomi atau makin sempitnya
> lahan pekerjaan, mau jadi apa generasi penerus bangsa
> ini? Mungkin tak ada salahnya juga jika Bandung
> memberlakukan Perda K3 seperti di Jakarta yakni
> dilarang memberi uang kepada pengemis.
>
> Kepada Wali Kota Bandung, Dada Rosada, tolong
> tertibkan pengemis-pengemis seperti ini. Setidaknya,
> persempitlah lahan mereka untuk mengemis dengan banyak
> melakukan razia dan memberlakukan perda seperti di
> Jakarta, agar mereka kapok dan tidak ada lagi anak
> jalanan.
>
> Kepada Redaksi Pikiran Rakyat, terima kasih atas
> dimuatnya surat ini.
>
> Nita R. Anggraini
> Mahasiswa Fikom Unpad
> Jurusan Jurnalistik
> Jln. Sukawarna Baru F-2
> Cicendo Bandung
>
>
> .
>
> IMPORTANT NOTICE:
> The information in this email (and any attachments) is confidential. If
> you are not the intended recipient, you must not use or disseminate the
> information. If you have received this email in error, please immediately
> notify me by "Reply" command and permanently delete the original and any
> copies or printouts thereof. Although this email and any attachments are
> believed to be free of any virus or other defect that might affect any
> computer system into which it is received and opened, it is the
> responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no
> responsibility is accepted by American International Group, Inc. or its
> subsidiaries or affiliates either jointly or severally, for any loss or
> damage arising in any way from its use.
> 
>

Kirim email ke