justru cenah maenpo teh asli kreasi urang sunda. geura toong artikel
di handap. (mh)

On 11/22/07, digum gumelar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ari maenpo teh da lain asli sunda nya kang? naon lewihna tisilat kang,pan mun 
> silatmah aya kembang aya eusi.cing ari maenpo kumaha tah
>
>
Klinik Maenpo

Mulai Gelora hari ini, kami akan menampilkan klinik pencak Silat
Maenpo Peupeuhan Adung Rais yang akan dibimbing oleh "Guru Besar"
Mohammad Rafijen. Diawali dengan tulisan mengenai sejarah Maenpo dan
kemudian baru memasuki masalah teknis. Selamat mengikuti.

PADA abad ke-18, masyarakat Sunda di Jawa Barat sudah mengenal kata
maenpo sebagai istilah lokal untuk pencak silat. Istilah ini berasal
dari kosa kata Sunda yaitu maen = permainan dan po = pukulan.
Terkadang ditulis dengan kata penghubung maen-po, terkadang disatukan
maenpo. Keduanya tak mengubah arti.

Tidak jarang kata maenpo dianggap sebagai akronim kata-kata Sunda
yaitu maen anu tara mere tempo (permainan yang tidak memberi
tempo/kesempatan pada musuh). Ungkapan ini lahir karena maenpo sangat
menonjolkan unsur kecepatan dan ketepatan dalam gerakan.

Maenpo adalah pencak silat khas Jawa Barat. Masyarakat menyebutnya
kaulinan urang Sunda, permainan orang Sunda. Dalam pertarungan,
pesilat maenpo akan menggunakan bela diri ini dengan cara ulin
(permainan/mempermainkan musuh) dan usik (gaya).

Sebagai pencak silat yang dikenal luas oleh masyarakat Jawa Barat,
maenpo kemudian berkembang di berbagai daerah dengan intensitas
pertumbuhan yang berbeda-beda, dan akhirnya diberi nama yang sesuai
dengan tempat tumbuhnya. Sebagai contoh, dewasa ini orang mengenal
maenpo Cimande, Cikalong, Cikaret. Hal ini sah-sah saja sejauh
konsisten kepada tetekon (kaidah-kaidah) maenpo yang sejati.

Perguruan silat maenpo pada saat ini berjumlah sekira 200 buah,
terbentang di seluruh Indonesia, namun terbanyak di Jawa Barat.
Pertumbuhan dan perkembangan tiap perguruan sangat berbeda satu dengan
yang lain, tergantung pada kreativitas dan motivasi para guru dan
murid-murid perguruan tersebut.

Maenpo Peupeuhan adalah jenis bela diri yang sangat keras dan banyak
mempergunakan teknik pukulan yang sangat cepat, kuat, dan tepat,
dengan tujuan akhir untuk menyudahi pertarungan dengan kemenangan.
Karena menonjolnya peran peupeuhan (pukulan) maka bela diri disebut
lengkap Maenpo Peupeuhan.

Maenpo Peupeuhan diperkenalkan pertama kali pada pertengahan abad
ke-19 oleh pendekar silat berdarah santri-priyayi Cianjur, Jawa Barat,
bernama Raden Haji Muhammad Kosim. Konon moyangnya berasal dari
Pagaruyung yang kemudian tinggal di kampung Sahbandar Cianjur,
sehingga ia juga dikenal dengan julukan Mama Sahbandar. Keahlian
pencak silatnya membuat ia disegani sebagai jawara (jago).

Dari kampung halamannya ini, Mama Kosim --nama panggilan lain Raden
Haji Muhammad Kosim-- mengembangkan cikal bakal teknik dan jurus dasar
yang kini dikenal sebagai usik Sahbandar atau permainan gaya (Mama)
Sahbandar. Dalam perkembangan selanjutnya, Maenpo Peupeuhan mengenal
tiga gaya dasar, yaitu Usik Kari dan Madi, di samping Sahbandar.

Masing-masing gaya ini mempunyai ciri khas yang berbeda satu sama
lain. Pendekar sejati Maenpo Peupeuhan harus dapat mengenali/menguasai
setiap gaya ini, sekaligus "mengawinkannya" dalam berbagai gerakan
kombinasi.

Ciri khas ketiga gaya tersebut dapat diringkaskan sebagai berikut: 1.
Sahbandar (Usik Sahbandar), yang mengandalkan kelenturan tubuh dengan
menyembunyikan tenaga seranga, 2. Kari (Usik Kari) yang berorientasi
fisik/adu kekerasan serta gerakan serangan yang serba cepat, dan 3.
Madi (Usik Madi), yang bertujuan menutup gerakan musuh, melalui
langkah-langkah menempel (membayangi) gerakan musuh.

Walau berbeda gaya (usik), ketiganya tetap memakai prinsip peupeuhan,
yaitu menggunakan teknik pukulan yang cepat, kuat dan terarah. Tujuan
akhir pun tetap sama, yaitu menyudahi pertarungan dengan kemenangan.

Perlu ekstra hati-hati menghadapi pesilat Maenpo Peupeuhan karena
benturan-benturan dan pukulannya dapat mengakibatkan cedera. Pada
tingkat tertentu sangat merusak, bahkan mematikan. Ciri khasnya adalah
ledakan tenaga pukul yang kuat berkat ketepatan arah dan pengaturan
nafas yang akurat. Dengan penguasaan ilmu peupeuhan, seorang dapat
menjadikan lengannya sebagai alat pukul ampuh pengganti senjata.***

url: http://pikiran-rakyat.com/cetak/0204/25/gelora/gelora_daerah06.htm

Kirim email ke