Ti milis tatangga, sugan aya pulunganeunana. Perkara adat urang nu cenah
direkam otak urang.

Punten teu diterjamhkeun ka basa jerman, teu tiasa.

 

------

 

 

REKAMAN SEJARAH MANUSIA

 

Segala aktivitas manusia ternyata direkam oleh alam sekitar kita. Ada tiga
rekaman yang berlangsung selama hidup kita. Yang pertama adalah rekaman oleh
struktur alam. Yang ke dua rekaman oleh struktur otak. Dan yang ke tiga
adalah rekaman oleh struktur genetika.

 

Setiap perbuatan, kata-kata, dan sikap hati kita setiap hari direkam oleh
otak dan struktur genetika. Rekaman oleh otak bisa kita buktikan dengan cara
sederhana. Bahwa otak kita ternyata memiliki daya ingat alias memori. Ini
seperti pita kaset saja layaknya. Atau, lebih cocok, adalah rekaman digital
yang dewasa ini semakin lumrah kita gunakan.

 

Setiap kita berbuat, maka kita menjadi ingat bahwa kita pernah berbuat itu.

Setiap kata yang kita ucapkan juga kita ingat, dan suatu ketika akan muncul
kembali di lain waktu. Kalau pun kita tidak mengingatnya - entah karena lupa
- maka orang lainlah yang bakal mememorikan di dalam otak mereka.

 

Misalnya, ketika kita berbuat jahat kepada orang lain. Mungkin kita sudah
lupa kalau kita berbuat jahat kepadanya, akan tetapi ia selalu ingat bahwa
kita pernah berbuat jahat kepadanya. Dan, kalau pun kita semua sudah lupa,
maka memori bawah sadar kitalah yang bakal merekam semua yang kita lakukan
itu.

 

Kalau anda pernah melihat orang yang dihipnotis, maka anda akan menyaksikan
hal ini, yaitu rekaman alam bawah sadar. Ketika seseorang itu sedang
dihipnotis, kemudian kepadanya ditunjukkan barang tertentu, maka orang itu
masih akan tetap mengingatnya meskipun ia sudah tersadar dari hipnotisnya.

 

Otak merekam segala peristiwa yang kita alami dan kemudian akan kita ingat
selama kita masih hidup. Atau sampai suatu ketika nanti, saat kita
dibangkitkan kembali di hari pengadilan. Tapi struktur genetika kita
ternyata bisa merekam segala kejadian yang menimpa kita secara lintas
generasi.

Kenapa demikian? Karena sifat-sifat yang terkandung dalam struktur genetika
kita itu ternyata diwariskan kepada anak keturunan kita.

 

Jadi struktur genetika kita yang sekarang ada di dalam tubuh ini adalah
warisan orang tua kita. Separo berasal dari bapak, dan separonya dari ibu.
Demikian pula yang dimiliki oleh orang tua kita, berasal dari orang tua
mereka, separo dari bapak, separo dari ibu. Demikian selanjutnya. Struktur
genetika kita itu mengandung gen-gen nenek moyang kita. Entah berapa persen
dari yang ada pada diri kita itu, adalah gennya manusia pertama.

 

Dengan kata lain, struktur gen di dalam tubuh kita ini merekam sejarah
manusia secara beruntun ke masa lalu. Ia mewariskan sifat-sifat dan
¡pengalaman¢ orang-orang tua kita di jamannya. Lho, benarkah gen ini
merekam ¡pengalaman¢ mereka? Bukankah gen hanya mewariskan sifat-sifat
dasar saja?

 

Dulu dikira begitu. Dikira gen-gen di dalam tubuh kita ini hanya mewariskan
sifat-sifat dasar - bahkan hanya sifat fisik - saja. Ternyata penelitian
mutakhir menunjukkan semua itu tidak benar. Struktur gen kita ternyata bisa
merekam berbagai kebiasaan dan tingkah laku yang kita miliki. Ia merekam
karakter dan watak. Ia merekam pola pikir. Ia merekam berbagai sifat yang
secara berulang-ulang kita lakukan dalam hidup kita.

 

Bahkan ilmuwan Jepang Kazuo Murakami menghasilkan penelitian yang sangat
mencengangkan, yang mengantarkan dia memenangkan penghargaan Max Planck
Award di tahun 1990, dan penghargaan Japan Academy Prize di tahun 1996.
Bahwa kebiasaan tertawa pun berpengaruh dan terekam di dalam struktur gen
kita. Dan kemudian diwariskan kepada anak cucu kita.

 

Ini benar-benar mengubah cara pandang kita terhadap gen. Bahwa kualitas gen
sangat dipengaruhi oleh bukan hanya kualitas fisik, melainkan juga sikap
mental yang kita jalani semasa hidup...! Dia memperkenalkan teori
“nyala-padam (on-off)” yang telah saya singgung di depan.

 

Kebiasaan bersikap baik ternyata menghasilkan suatu mekanisme yang
mempengaruhi gen-gen kita agar berkualitas baik pula. Sebaliknya kebiasaan
bersikap buruk, juga bakal mempengaruhi kualitas gen kita menjadi buruk.

 

Mungkin, sekarang anda jadi mengerti kenapa orang yang suka marah-marah dan
tidak sabaran misalnya, akan memiliki penyakit yang berkait dengan liver dan
diabetes. Perilaku emosional lainnya bisa berdampak pada tekanan darah dan
jantung, misalnya? Ternyata, itu bukan hanya akibat mekanisme organik di
dalam tubuhnya, melainkan juga disebabkan oleh mekanisme yang bersifat
genetik di inti-inti sel.

 

Sebab, penyempitan pembuluh darah dan gangguan mekanisme jantung itu
ternyata disebabkan oleh menyelewengnya reaksi-reaksi biokimiawi di dalam
sel pembuluh darah. Padahal reaksi biokimiawi itu terjadi atas perintah
gen-gen di dalam inti sel.

 

Setiap saat di dalam sel yang jumlahnya puluhan triliun ini terjadi reaksi
biokimiawi tiada henti. Ya, badan kita adalah sebuah pabrik biokimia
raksasa.

Setiap saat kita makan dan minum memasukkan bahan-bahan biokimia yang
kemudian dicerna oleh sistem pencernaan kita, lantas diedarkan ke seluruh
tubuh, dan diubah menjadi energi secara besar-besaran untuk menunjang
seluruh aktivitas kita. Semua itu terjadi di dalam sel-sel yang berjumlah
triliunan. Mereka serempak bekerjasama untuk menghasilkan apa yang
dibutuhkan oleh tubuh.

Kesalahan sedikit saja dalam proses-proses seluler itu akan menyebabkan
munculnya gangguan dalam sistem tubuh kita, yang kita sebut sebagai
penyakit.

 

Perkembangan mutakhir terhadap berbagai macam penyakit menunjukkan bahwa ini
ada kaitannya dengan kerja genetika di tingkat seluler. Penyakit seperti
diabetes, jantung, liver, gangguan saraf, pencernaan, kanker, dan sebagainya
ternyata tidak bisa dilepaskan dari bergesernya fungsi genetika kita.

 

Ini kini menjadi pembahasan hangat di kalangan ilmuwan biologi kedokteran.

Sehingga mereka ramai-ramai melakukan penelitian terobosan untuk bisa
melakukan pengobatan lewat jalur rekayasa genetika. Karena di sinilah
rupanya akar permasalahan penyakit yang menggerogoti tubuh seorang pasien.

 

Jumlah gen di dalam setiap sel kita adalah sama. Akan tetapi ada yang
berfungsi - menyala - dan ada yang tidak berfungsi alias padam.

Jika kita bisa menyalakan gen-gen yang positif maka kita akan menjadi sehat.

Sebaliknya, jika kita menyalakan gen-gen negatif, kita bakal sakit.

 

Jadi ternyata, gen-gen kita sudah memiliki potensi positif dan negatif itu.

Tinggal, bagaimana caranya agar yang aktif adalah gen-gen yang positif saja.

Sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

 

Menariknya, berpikir positif bisa menyalakan gen-gen positif. Sedangkan
berpikir negatif bakal menyalakan gen-gen negatif. Jika kita berpikir
negatif, maka gen-gen negatif itu bakal menyulut reaksi-rekasi biokimia yang
negatif pula dalam diri kita. Kita pun sakit, karenanya.

 

Apa maksud dari semua yang saya jelaskan tentang mekanisme genetika ini?
Saya ingin mengajak pembaca untuk memahami bahwa gen-gen kita itu ternyata
bisa dipengaruhi oleh sikap mental kita, dan berbagai peristiwa yang terjadi
dalam pengalaman hidup kita.

 

Celakanya, jika hal itu terus menerus terjadi, pengaruhnya akan bersifat
permanen dan terekam di dalam struktur gen. Dan kemudian diwariskan kepada
generasi berikutnya. Anak-anak kita. Di antaranya sebagai penyakit-penyakit
keturunan dan sifat-sifat bawaan. Kecenderungan itu akan muncul seiring
dengan situasi dan kondisi yang mempengaruhinya.

 

Maka kita melihat, bahwa pengalaman dan sejarah hidup orang-orang terdahulu
ternyata terekam secara beruntun di dalam gen-gen kita sebagai generasi
terkini. Dengan kata lain, peristiwa-peristiwa yang terjadi di generasi
terdahulu tercatat di dalam struktur genetika generasi sesudahnya. Kalau
kita runut terus ke masa lalu, maka kita akan mendapati bahwa seluruh
sejarah kehidupan manusia masa lalu ternyata terekam di struktur genetika
manusia sekarang. Termasuk gen-gen manusia generasi pertama. Atau pun
gen-gen makhluk hidup sebelum mereka.

 

Jika benar, manusia ini berasal dari makhluk yang lebih rendah derajatnya
dibandingkan dengan manusia, mestinya gen-gen mereka terekam dan terdapat di
struktur genetika manusia masa kini...

 

Lantas, bagaimana realitasnya? Para ilmuwan mikrobiologi - khususnya para
ahli genetika - baru saja menyelesaikan pemetaan struktur genetika pada
manusia.

Bahwa ternyata genetika manusia terdiri dari sekitar 3-5 miliar kode-kode
yang sangat rumit.

 

Akan tetapi mereka sangat bersemangat, karena di dalamnya terkandung
informasi yang sangat menakjubkan. Di antaranya, adalah rekaman sejarah
tentang asal-usul kehidupan manusia mulai dari generasi awal sampai generasi
terkini.

 

Data-data fosil yang selama ini menjadi andalan para ahli palaentologi untuk
merekonstruksi asal-usul kehidupan manusia agaknya bakal menjadi data
sekunder belaka, di masa depan. Karena, rekaman sejarah kemanusiaan mulai
terkuak dari penelitian biomolekuler dalam struktur genetika kita sendiri...

 

 

Kirim email ke