Kudu ganti visi & misi ayeuna mah. Ngiriman TKI mangrupa tanaga kerja buruh
(TKW jeung sabangsana) dieureunkeun diganti ku TKI mangrupa tanaga kerja
profesional. Meh aya ajenan saeutik lah...meh teu disebut bangsa Indon
huhuhu...Ngan nya kitu tea mun ngiriman TKW dieureunkeun, balik deui ka masalah
ekonomi. Maranehna (para TKW) bebelaan buburuh di luar negeri, jauh ti
kulawarga, katambah resiko balik ngan ukur ngaran teh bakating ku butuh
duit...Iwal ti eta nagara oge keur butuh duit...
Posted by: "Waluya" [EMAIL PROTECTED]
waluya56 Tue Jan 22, 2008 11:16
pm (PST) Yanti jeung Karsih paragat nyawana, tapi
TKW nu sejen, kumaha? Ieu aya
"dongeng TKW" ti situs "Yayasan Institut Buruh Migran"
(http://www.iwork- id.org/index. php?action= news.detail& id_news=95) .
Nyanggakeun:
Istilah muskilah yang menyakitkan .
Sejumput kisah pilu para buruh migran perempuan di kawasan Timur Tengah
"Di sana paling ringan diliatin Bos laki-lakinya telanjang itu udah biasa,
...paling-paling saya cuman ngancam mau teriak." ucap seorang mantan buruh
migran perempuan menceritakan kisah pilunya ketika bekerja di kawasan Arab
Saudi. Bahkan menurutnya, kalau seorang buruh migran perempuan aman dari bos
laki-lakinya, ternyata belum tentu "aman" dari anak-anaknya yang laki-laki
karena umunya satu keluarga punya 7 sampai 10 anak.
Ada lagi kisah menyedihkan yang diceritakan oleh seorang sopir di Terminal
III Bandara Soekarno Hatta, dimana pada suatu hari-tiba ia didekati seorang
buruh migran perempuan yang baru saja kembali dari Arab Saudi. Buruh migran
perempuan tersebut mengaku hamil tiga bulan akibat diperkosa oleh
majikannya. Karena kehamilannya inilah, buruh migran perempuan tersebut
takut pulang kampung. Ia kemudian minta izin menumpang di rumah sang sopir
tersebut sampai melahirkan sekaligus supaya mau merawat anaknya bila telah
lahir.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.