Di handap ieu aya seratan saderek Rinny Suhartini dina Koran Tempo, dinten 
Selasa, 5 Februari 2008 ngeunaan kang Godi.

Salam,
Aschev
 
Godi Merawat Sastra Sunda

Tubuhnya kurus. Rambutnya sudah kelabu. Usianya sudah lewat setengah abad, 52 
tahun. Namun, suaranya masih menggelegar, menggetarkan Aula Universitas 
Padjadjaran tatkala dia didaulat membaca puisinya, Blues Kere Laut (Blues 
Dendeng Laut), pada acara 70 Tahun Ajip Rosidi, Kamis lalu. Ekspresinya memukau 
1.000-an inohong (tokoh) Sunda yang hadir, sehingga memancing teriakan 
histeris, ”Lagi-lagi....”

Dialah Godi Suwarna, sastrawan Sunda kelahiran Kabupaten Tasikmalaya yang kahot 
(tersohor) di Jawa Barat. Puisi ini tidak hanya sebagai hadiah ulang tahun bagi 
Ajip, tapi juga sebagai kaul karena Yayasan Rancage kembali mengukuhkannya 
sebagai pemenang Hadiah Rancage untuk sastra Sunda, dengan karya novelnya, 
Sandekala.

Di novel itu Godi bercerita soal kondisi sosial, ekonomi, dan politik 
masyarakat Ciamis pascareformasi yang justru banyak pulang kampung, menganggur, 
frustasi, dan meletupkan huru-hara.

Novel tersebut merupakan karya ke-3 Godi yang memenangi Hadiah Rancage. Pada 
1993, pegawai negeri di Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis ini memenangi Rancage 
lewat kumpulan puisinya, Blues Kere Laut. Kemudian disusul pada 1996 dengan 
kumpulan carita pondok (carpon alias cerpen) Serat Sarwa Satwa (Kisah Serba 
Binatang).

”(Penghargaan) ini jadi tolak ukur bagi saya bahwa tiga jenis karya saya diakui 
baik,” ayah empat anak ini mengaku.

”Karya Godi memang masih sulit (dicari) tandingannya,” Hawe Setiawan, 
Sekretaris Dewan Pengurus Yayasan Rancage, berkomentar.

Anak pertama dari Eno Suwarna dan Suwartika yang kini pensiunan guru itu mulai 
menulis sejak SMP. Tapi baru pada 1976, karyanya yang berupa carpon dimuat di 
majalah berbahasa Sunda, Mangle. Ia tak belajar menghasilkan karya secara 
formal. Dia hanya tamatan SMA. Kemampuannya menulis dan kekayaannya akan 
kosakata Sunda diperoleh dari kegemarannya membaca majalah Sunda sebangsa 
Mangle.

Godi penulis produktif, yang menghasilkan hampir 300 puisi, 50-an cerita 
pendek, dan dua novel. Ya, Godi dengan caranya telah merawat budaya warisan 
leluhurnya.

RINNY SUHARTINI


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke