Kumaha mun dipropokator sina milu ka Indramayu, Kodya Cirebon?

 
Makarya Mawa Raharja



----- Original Message ----
From: dicksvf <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 14, 2008 1:51:56 AM
Subject: [Urang Sunda] Re: Warga Miskin di Lebak Mulai Mengemis

duuh gustiii... 
doraka urang mun teu nulungan dulur....
pamarentah kumaha yeuuhh?? boa2 lebak oge rek jadi provinsi sorangan??

--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Aschev Schuraschev <aschevetea@ ...>
wrote:
>
> Aya warta ti http://gatra. com/artikel. php?id=111924 ngeunaan dulur
urang di Lebak, Provinsi Banten (punten teu disundakeun) :
> 
> Warga Miskin di Lebak Mulai Mengemis
> 
> Rangkasbitung, 4 Pebruari 2008 07:18
> Warga miskin di Kabupaten Lebak, Banten, mulai mengemis ke
rumah-rumah penduduk akibat kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).
> 
> "Jika kami tidak mengemis tentu keluarga di rumah tidak makan,
karena saat ini harga beras sudah mencapai Rp 5.500 per liter. Harga
sebesar itu kami tak mampu membelinya," kata Rokayah, 55 tahun, warga
Oteng, Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Minggu
(3/2).
> 
> Ia mengatakan, akibat lilitan kemiskinan di kampung, dirinya
terpaksa menjadi seorang pengemis untuk dapat bertahan hidup bersama
lima anaknya. Apalagi, saat ini harga-harga sembako dinilai sangat
memberatkan ekonomi keluarga.
> 
> Oleh karena itu, pihaknya memaksakan diri, walau mengemis malu
rasanya. Akan tetapi, pekerjaan mengemis sangat membantu terutama
untuk membeli kebutuhan beras. "Setiap hari kami mampu membeli beras
antara dua sampai tiga liter dengan harga Rp15.000 dari hasil mengemis
karena himpitan ekonomi itu," katanya.
> 
> Ahmad, 60 tahun, seorang pengemis warga Legok, Desa Pasir Kupa,
Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku selama terjadi
lonjakan harga sembako, pihaknya kesulitan untuk membeli beras,
sehingga memaksakan diri mengemis ke rumah-rumah penduduk, perkantoran
dan tempat keramaian.
> 
> "Pendapatan sehari bisa mencapai Rp20 ribu dan mampu membeli beras
sebanyak dua liter serta lauk pauknya. Jika tak mengemis dipastikan
tidak mampu makan," katanya.
> 
> Ahmad menyebutkan, pekerjaan minta belas kasihan itu dilakukan sudah
dua bulan karena tak mampu membeli beras akibat adanya kenaikan harga
sembako itu. "Selama ini saya tak mampu beli beras karena sudah tidak
bekerja lagi dengan alasan tenaga berkurang akibat dimakan usia,"
tambah Ahmad.
> 
> Antara melaporkan, sejak adanya kenaikan sembako makin banyak warga
miskin menjadi pengemis, bahkan setiap hari bisa mencapai antara empat
puluh sampai lima puluh orang. mereka masuk ke perkampungan serta
perkantoran.
> 
> "Hari ini (Minggu, 3/2) pengemis yang datang ke rumah sudah mencapai
tujuh orang. Semuanya saya kasih uang sebesar Rp1.000," kata Endang,
40 tahun, warga Komplek Perumahan Departemen Agama, Rangkasbitung.
[EL, Ant]
> 
> 
> 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
http://mobile. yahoo.com/ ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ
>





      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke