------
Di muat di kompas jawa barat rubrik forum. Gagasan wungkul, hade mun
aya nu muka usaha wisata ieu. Kantos baheula di kusnet
dipadungdengkeun, sapalih ngawadahan antusiasmeu teh Ipet di surabaya
oge aktivitas Ua Sas nu ngiringan barudak nu mikacinta sajarah
ngabring ningalian objek2 bersejarah di bandung. 

 

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.13.16023114&channel=2&mn=6&idx=6

 

 

Mengemas Potensi Wisata Sejarah

Rabu, 13 Februari 2008 | 16:02 WIB 

Oleh Jamaludin Wiartakusumah

Salah satu pidato Bung Karno yang terkenal diberi judul "Jas Merah"
dari Jangan Melupakan Sejarah. Pesan yang layak didengar dan
dilaksanakan mengingat sejarah adalah rangkaian berbagai peristiwa
atau kejadian yang memberi pengaruh pada peristiwa dan kondisi sekarang.

Di Kota Bandung, belakangan ini muncul komunitas pencinta sejarah kota
yang secara berkala mengadakan kunjungan ke bagian-bagian kota yang
memiliki warisan masa lalu, khususnya bangunan yang dibuat pada masa
kolonial dan peristiwa yang berkaitan dengan suatu gedung atau lokasi.

Dalam cakupan lebih luas, muncul pula minat dan keingintahuan
masyarakat Sunda terhadap sejarahnya sendiri yang tidak seluruhnya
dikenal, yaitu zaman karuhun ketika Sunda masih dalam bentuk kerajaan.
Minat ini barangkali dipicu kesadaran banyak orang Sunda yang merasa
pareumeun obor karena tidak mengenal sejarah Sunda lebih mendalam.

Beberapa buku sejarah Sunda telah ditulis sejarawan dan tampaknya
perlu didukung dengan semacam bukti otentik dari keberadaan tokoh atau
tempat dalam bentuk situs dan artefak.

Minat mengenal lebih dekat bukti atau artefak peninggalan sejarah ini
dapat dikembangkan ke bentuk wisata sejarah yang mencakup seluruh
wilayah Provinsi Jawa Barat. Setiap situs sejarah dapat dikembangkan
menjadi potensi wisata dengan terlebih dahulu melengkapi setiap lokasi
dengan fasilitas standar tujuan wisata sejarah. Termasuk di dalamnya
mendorong masyarakat di sekitar situs untuk membuat fasilitas lain,
seperti toko cenderamata yang sesuai dengan karakteristik situs,
hotel, dan rumah makan dengan arsitektur khas lokasi tersebut. Ketika
kebudayaan dan pariwisata diwadahi dalam satu departemen dan dinas,
dan peran serta masyarakat luas, wisata sejarah ini tampaknya
potensial untuk dikembangkan lebih jauh.

Di lain pihak, usaha transportasi model travel dan angkutan wisata
juga tampak marak. Dengan begitu, peluang pengembangan usaha
transportasi dimungkinkan dengan dibukanya tujuan wisata sejarah
budaya Sunda. Peluang ini dapat berupa kerja sama biro perjalanan
dengan instansi kebudayaan dan pariwisata. Tentu saja diperlukan
promosi yang didukung semua pihak.

Kaya dan beragam

Potensi wisata sejarah di Provinsi Jabar, dalam bentuknya yang khas,
sangat kaya dan beragam. Tampaknya banyak peninggalan karuhun yang
belum ditemukan dan kemudian dipelihara sebagaimana mestinya. Dulu
orang Sunda minder karena merasa tidak diberi warisan berupa candi
oleh karuhunnya. Satu-satunya candi di Jabar adalah Candi Cangkuang di
Garut.

Sekarang keberadaan candi di Jabar yang malah jauh lebih tua umurnya
daripada candi yang ada mulai ditemukan, seperti di kompleks Candi
Batujaya di Karawang, yang dianggap sebagai peninggalan kerajaan
tertua kedua di Pulau Jawa yaitu Tarumanagara (abad IV-VII).

Dengan titik berangkat Kota Bandung, tujuan wisata dapat dibagi ke
delapan penjuru mata angin. Masing-masing dapat dibuat dalam berbagai
paket. Misalnya, untuk rute timur jalur selatan dapat dibuat
paket-paket khusus sesuai dengan tujuan, yaitu Garut, Tasikmalaya, dan
Ciamis. Masing-masing dikemas dalam paket yang menunjukkan situs
tujuan atau konteks kerajaan masa lalu.

Paket wisata Galuh, misalnya, menelusuri situs-situs Kerajaan Galuh
dan lainnya yang tersebar di sekitar Ciamis. Kunjungan dilanjutkan ke
situ dan Bumi Alit di Panjalu, Astana Gede Kawali tempat prasasti
beraksara Sunda yang menceritakan Prabu Wastukancana, situs
megalitikum Gunung Susuru, makam Prabu Dimuntur Bojong, Karang
Kamulyan Ciamis, Rawa Onom dan Pulo Majeti di Banjar, serta berakhir
di Pangandaran.

Paket Garut antara lain kunjungan ke kampung adat, Candi Cangkuang,
Kabuyutan Ciburuy, dan Hutan Sancang yang legendaris. Jalur tengah
melalui Cadas Pangeran, Sumedang, Majalengka, Talaga, dan berakhir di
Kuningan atau Cirebon. Di setiap tempat ini terdapat situs yang
berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan kerajaan Sunda
dan tempat-tempat lain yang dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata
sejarah atau legenda.

Paket ke Cirebon antara lain mengunjungi makam Sunan Gunung Jati, Goa
Sunyaragi, serta Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Sumedang sebagai
lokasi bekas kerajaan Sunda terakhir sangat mungkin dibuatkan paket
wisata khusus dengan terlebih dahulu membangun fasilitas dan
melengkapi situs dengan berbagai sarana standar wisata.

Tujuan barat antara lain Cianjur, Bogor, Bekasi, dan Karawang. Cianjur
adalah "ibu kota provinsi" Jawa Barat pertama pada masa kolonial. Di
Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, terdapat situs
megalitikum yang sangat luas. Di Bogor, seperti telah kita ketahui,
terdapat situs dan Prasasti Batutulis yang menjadi bukti keberadaan
kerajaan Sunda yang lebih dikenal dengan nama Pakuan Pajajaran beserta
keratonnya yang berjajar dan diberi nama Bima, Punta, Narayana,
Madura, dan Suradipati dengan raja yang terkenal Sri Baduga Maharaja.
Di Bogor juga terdapat Prasasti Ciaruten yang menceritakan
Purnawarman, Raja Tarumanagara.

Legenda danau Bandung

Di sekitar Bandung sendiri dapat dikemas paket wisata Sangkuriang,
misalnya, berupa kunjungan ke situs atau tempat-tempat yang berkaitan
dengan legenda terbentuknya danau Bandung purba, Tangkubanparahu,
Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul, serta batas-batas danau Bandung
purba. Paket ini dapat dirangkai dengan kunjungan ke Gunung Halu, Goa
Pawon, situs tempat ditemukannya artefak kebudayaan purba, dan Sang
Hyang Tikoro yang merupakan tempat sebagian saluran Sungai Citarum
masuk ke saluran bawah tanah.

Kawasan yang minim situs sejarah Sunda kuno dapat digabung dengan
wisata sejarah yang berhubungan dengan pengembangan Islam dan masa
perjuangan revolusi serta wisata alam Priangan. Wisata sejarah ini
akan memberikan pencerahan mengenai sejarah bagi para wisatawan,
sedangkan bagi masyarakat di sekitar lokasi dapat menumbuhkan
usaha-usaha baru terkait dengan penyediaan sarana wisata.

JAMALUDIN WIARTAKUSUMAH Dosen Desain Itenas

 

 

 


Kirim email ke