SUKAJADI, (GM).-
Irnadi Lesmana (32), seorang pegawai sebuah perusahaan swasta di Bandung, 
Minggu (17/2) pukul 22.00 WIB menjadi korban perampokan di dalam taksi "GR". 
Dari tangan Irnadi, pelaku menyikat 1 laptop merek Acer, 2 ponsel Nokia N95 dan 
Samsung W579, jam tangan merek Ossil, kacamata, jaket, dan uang tunai Rp 
400.000. Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 30 juta.

Dalam keterangan kepada petugas di Mapolresta Bandung Barat, Senin (18/2), 
Irnadi menjelaskan, pada malam kejadian, ia hendak pulang menuju rumahnya di 
Jln. Karang Layung. Dari Jln. Merdeka depan Bandung Indah Plaza (BIP), Irnadi 
memilih taksi "GR" karena pada saat itu hanya taksi tersebut yang ada.

Tidak ada sesuatu yang mencurigakan pada awal perjalanan. Namun kemudian, 
permintaannya kepada sopir taksi untuk tidak melewati jalan yang sepi, 
sepertinya tidak digubris. Sopir taksi justru memilih melewati Jln. Eyckman 
yang cukup sepi. "Saya sendiri aneh kenapa sopir lewat jalan itu, tidak lewat 
yang ramai," katanya.

Ternyata benar kejanggalan yang dirasakan Irnadi. Di Jln. Eyckman yang cukup 
sepi, tiba-tiba sopir menghentikan laju taksinya. Saat akan menanyakan 
alasannya, tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang kanan dan kiri masuk dua 
pria berpakaian serbagelap. Irnadi yang duduk di kursi belakang terkejut dan 
mencoba menutup kembali pintu mobil. Ia mengira dua pria itu adalah penumpang.

Namun dua pria itu langsung membentak Irnadi dan menyuruhnya untuk diam. 
Keterkejutannya bertambah ketika salah satu pelaku mengeluarkan pisau sambil 
mengancam Irnadi dan sopir taksi untuk diam. Setelah dua pelaku masuk dan 
menutup pintu, sopir diminta menjalankan taksi. 

"Saya diancam pisau dan disuruh menunduk. Barang-barang diambil paksa. Saya 
tidak bisa berbuat apa-apa karena takut," tuturnya.

Taksi berjalan, Irnadi hanya menunduk di bawah ancaman pisau pelaku. Ia pun 
tidak mengetahui ke mana taksi melaju. Setelah hampir 30 menit kemudian, taksi 
berhenti dan dua pelaku memaksa Irnadi untuk turun dari taksi. 

"Saya diseret paksa untuk turun sementara pelaku sama sopir masih di dalam 
taksi. Barang-barang saya dibawa semua," ujarnya.

Ditolong warga

Dalam kegelapan, Irnadi mencoba "meraba" di mana ia berada. Beberapa menit 
berjalan, secara kebetulan ia bertemu seorang warga setempat.

"Waktu saya tanya ini daerah mana, orang itu jawab Cihideung, Lembang. Saya 
bingung dan bilang sama orang itu kalau saya sudah dirampok. Kemudian saya 
ditolong dan dibantu untuk sampai ke rumah," tutur Irnadi sambil menambahkan, 
ia tidak melihat nopol taksi ataupun ciri-ciri khusus dari taksi yang 
ditumpanginya itu.

Senin (18/2) pukul 10.30 WIB, Irnadi melaporkan kejadian yang menimpanya kepada 
petugas di Mapolresta Bandung Barat. Ia memilih melapor ke Mapolresta Bandung 
Barat karena TKP awal (Jln. Eyckman) masuk wilayah hukum Polresta Bandung 
Barat. Terlebih, Irnadi juga tinggal di wilayah hukum yang sama. Sampai Senin 
(18/2) sore, aparat Polresta Bandung Barat tengah menyelidiki kasus tersebut, 
termasuk dugaan adanya keterlibatan sopir taksi dengan kedua pelaku. (B.114)**
  
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke