Punten teu ditarjamahkeun
----- Pesan Asli ----
Dari: YUYUN SUMANTRI <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: solihin yusuf <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: solihin yusuf <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Kamis, 14 Febuari, 2008 9:16:44
Topik: Bls: Kisah Anne
Ini untuk direnungkan
Subject: Kisah Anne
Bagus banget nih selamat membacanya.....
Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan
Karen Kingsbury.
Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya.
Inti ceritanya kira-kira sbb :
Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai
keturunan.
Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk
menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang
bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik
ini kepada
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan mereka.
Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan
perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.
Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin
tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat
mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan
aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri
mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan
bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak",
kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan
moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak
Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar
bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya
lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka
mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak
dokter, untuk
mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka
temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga
mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka
juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu
memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka.
Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?
Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan
Anne.
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban
supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya
memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena
mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan,
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari
2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang
buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi
sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan
selamat.
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan
sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.
Senyuman Anne yang imut
tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang
mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat
bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi
Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada
mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa
jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin
hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari
jiwa mereka yang terluka.
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat
Anne.
Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam.
Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling
berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.
Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup
selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa.
Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil
akan hidup dalam hati mereka selamanya...
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah
kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri,
satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi
orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi
hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2
kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput
mereka, mereka akan menuju surga".
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga
Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan,
sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN,serta siapa saja yang
Anda temui.
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang
tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya,
lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara memberikan
makna bagi kehidupan orang lain.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada
satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil
mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih
Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2
Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda, dst)
__________ NOD32 2866 (20080211) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
This email and any attachments are confidential and may also be privileged. If
you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way
use or rely on the information contained in this email or any attachments. If
received in error, notify the sender immediately and delete this email and any
attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be secure or error
free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, lost,
delayed, incomplete or amended. Standard Chartered PLC and its subsidiaries do
not accept liability for damage caused by this email or any attachments and may
monitor email traffic.
Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under
company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square,
London, EC2V 7SB.
Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with
limited liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal
Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB.
In the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial
Services Authority under FSA register number 114276.
If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the
information on other jurisdictions.
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/