Assalamualaikum Baraya, Nyambung anu "Aya Anu ciga Kieu Teu Calon PILKADAL JABAR"...bisi masih keneh bararingun milih anu mana...tah regepan deui sajarah ieu...lumayan menang mulungan ti situs tatangga,...sugan weh ari tos di rencepan mah aya bongbolongan keur baraya sadayana...mangga wae diaos...[punten teu disundakeun]
Ketika Khalifah Umar meminta kepada rakyat Himsh untuk membuat daftar fakir miskin di wilayah itu, ternyata beliau terkejut sekali. Karena di dalam daftar itu ada nama seorang yang amat dikenalnya. Nama itu adalah nama gubernur Himsh, yang belum lama ini beliau angkat. Nama sang Gubernur ikut dimasukkan ke dalam daftar orang miskin oleh petugas, karena kenyataannya beliau memang hidup miskin. Setela diselidiki, ternyata sang Gubernur bukan sekedar miskin, tapi 'terlalu amat sangat miskin sekali'. Bayangkan, pakaian yang dimiliki hanya satu potong saja. Setiap sebulan sekali beliau libur satu hari tidak mengurusi rakyat, karena harus mencuci pakaiannya dan menunggunya sampai kering untuk langsung dipakainya kembali. Subhanallah. Padahal negeri Himsh itu sangat kaya dengan pendapatan daerah. Ternyata Umar tidak salah ketika memilih seorang gubernur. Kalau orang seperti ini masih ada, pasti kita sudah bilang dia 'setengah malaikat'. Tapi dia bukan setengah malaikat, dia manusia biasa, namun beliau memang hasil pengkaderan dan pembinaan seorang murabbi besar, Muhammad Rasulullah SAW. Lebih menarik lagi, ketika Umar mengirimkan uang untuknya sebagai gaji, sang Gubernur langsung berucap, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Isterinya mendengar sang Gubernur mengucapkan lafadz yang biasa diucapkan kalau mendengar ada kematian langsung penasaran, langsung bertanya, "Ada apa? Apakah Khalifah Umar meninggal dunia?" Sang Gubernur menjawab, "Bahkan lebih dahsyat dari itu." Rupanya sang gubernur mengucakan belasungkawa ketika menerima uang gaji yang memang haknya. Beliau malah membagikan uang gajinya itu untuk para fakir miskin di wilayahnya. Bahkan isterinya pun tidak tahu menahu uang itu. Dan sang Gubernur tetap dengan kesederhanaannya. Gaya Hidup Pejabat Mungkin gaya hidup sederhana ini ke depan malah menjadi media kampanye yang ditunggu-tunggu rakyat. Sebab rakyat sudah bosan dengan visi dan misi. Semua calon pejabat sama saja visinya, nyaris tidak ada bedanya. Yang membedakannya justru pada gaya hidup. Kita lihat saja, apakah pejabat atau wakil rakyat itu hidupnya bersahaja atau tidak? Kalau masih pakai ajudan, pengawal, mobil mewah, jalan-jalan ke luar negeri, kelihatannya kurang merakyat. Tapi kalau ke mana-mana naik bus kota, atau ke kantornya berhimpitan juga seperti rakyat naik KRL bersama pengamen, buruh, pegawai rendah, pedagang asongan termasuk tukang copet, nah yang begini nih yang kita pilih. Tidak peduli apa visi misinya, karena yang namanya lidah tidak bertulang. Sebab yang mengaku mau memperjuangkan rakyat atau agama Islam sudah terlalu banyak, sampai kita bingung apa bedanya, semua mengaku pembela kaum lemah, tapi ke mana-mana naik mobil mewah. Jadi yang dibela itu apaan ya? kumargi teu aya gening calon PILKADAL Gub/Wagub JABAR anu ciga kieu ..atuh hapunten bae baraya abdimah bade GOLPUT wae, da apan ari GOLPUT teh bagian tina demoCRAZY sanes kitu pan saur anu palarintermah?.... salian ti eta dampak PILKADAL anu karaos ku sim kuring rakyat alit mah nyaeta... 1. dulur jadi batur da parasea pedah beda pamilih... 2. anu ngaku hayang merjuangkeun rahayatmah geus loba jeung garariung da ari letah mah teu tulangan...naon bedana tina calon A dugi ka calon Z bedana?..kabeh ngaku ngabela ka rahayat leutik?..tapi kamana2 naek mobil mewah...jadi anu di bela naona?....sembako mararahal, sakola mahal, rahayat leutik teu menang gering jeung sakola...anu kieu bedana? kumargi kitu punten ah kanu baraya jurkam di milist ieu abdi mah sakulawargi bade GOLPUT wae...daripada hoghag jeung tatangga... Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

