dear,

info menyedihkan dari negeri ini... innalillahi wa inailaihi rojiun....telah
berpulang ibu siti dalam usia 52 tahun, dikarenakan harus antre minyak
tanah... semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan di alam yang baru
tidak lagi harus bersusah payah antre sembako dan minyak tanah.... amien

dan buat para pemimpin yang saat ini menikmati Rezeki menjadi Pejabat semoga
Allah membukakan mata dan hati kalian yang telah menyengsarakan rakyat,
bahwa setelah kehidupan ini ada azab dan siksa pedih telah menanti
kalian..untuk itu segeralah tobat selagi masih ada waktu, sejahterakan
rakyat kalian bukankah Allah menciptakan kalian untuk berbagi kepada sesama?


ikhlaskan hati kami untuk selalu tegar, dalam kesulitan dan kehinaan hidup
ini menuju jalanMu, jauhkan penyakit iri dengki dan serakah untuk hati kami
sekeluarga, bimbing kami untuk selalu bersyukur kepadamu menerima apapun
rahmat darimu baik suka maupun duka, berkahi rezeki halal yang kami
terima... kabulkan permohonan kami ya allah berikan kami pemimpin yang
Amanah dan mampu memperbaiki citra bangsa ini

amien... ya robbal alamin

===================================================


Siti Mati Demi Minyak Tanah
Jumat, 11 April 2008 | 07:54 WIB

*SURABAYA  - *Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Surabaya kembali menelan
korban tewas. Kali ini yang menjadi korban adalah Siti, 52. Warga Tandes
Kidul Gang Makam 84, itu tewas setelah terjatuh dari tangga lantai II
rumahnya saat mengambil jeriken untuk antre mitan di pangkalan minyak milik
H Wasil di Tandes Kidul, Rabu (9/4).

Kulit kepala ibu dua anak itu robek setelah jatuh dan terbentur meja dapur
yang terbuat dari cor semen. Korban mengembuskan nafas terakhirnya sekitar
pukul 13.00 WIB saat dalam perawatan di RSU Dr Soetomo Surabaya. Sebelumnya,
korban sempat dilarikan ke Klinik Puji Rahayu di Tandes. Namun kondisinya
kritis sehingga harus dirujuk ke RS terbesar di Indonesia Timur itu.

Menurut Slamet, 46, suami korban, saat ditemui di rumah duka di Simo Kwagean
Buntu Lor/8 (rumah orang tua Siti), istrinya antre di pangkalan mitan milik
H Wasil mulai pukul 07.30 WIB.

 Korban antre bersama warga lain setelah mendengar ada tangki mitan datang
ke pangkalan. Sekitar pukul 09.00 WIB, Slamet datang menyuruh korban pulang
dan posisi antre mitan digantikan Kusaini, anak pertamanya.

Tak lama kemudian, Slamet pulang. Ia melihat pintu rumah dalam kondisi tidak
terkunci. Tapi saat Slamet memanggil-manggil Siti, tidak ada sahutan dari
dalam rumah. Begitu melangkah ke dapur, Slamet melihat istrinya sudah
terkapar di lantai. Kepalanya berdarah, demikian pula mulut dan hidungnya.
Diduga korban mengalami gegar otak karena jatuh  terbentur benda keras.

Slamet menduga, istrinya sedang mengambil jeriken kemudian terjatuh.
Pasalnya, posisi jeriken warna putih ukuran 20 liter yang biasanya ada di
gudang lantai II, tergeletak di lantai keramik dan ada di samping korban.
Diduga korban mengambil jeriken untuk ikut antre lagi, karena posisi rumah
dengan lokasi pangkalan hanya sekitar 200 meter.

Diperkirakan, korban saat mengambil jeriken terburu-buru. "Mungkin kaki Bu
Siti keserimpet roknya yang panjang kemudian jatuh dari tangga. Tangganya
kan tidak diberi pagar," ujar Ny Mariati, tetangga korban.

Terkait meninggalnya Ny Siti, Slamet mengaku tak ada firasat apa-apa.
Istrinya yang telah memberi dua anak, Kusaini dan Roni, itu selama ini
memang mengalami darah tinggi. Hampir sebulan sekali, istrinya harus kontrol
di Puskesmas setempat.

Menurut Sunyoto, tetangga korban, Siti dikenal sangat supel dan cekatan.
Meski usianya sudah senja, ia masih melayani pesanan warga, misalnya membuat
roti atau es batu. Selain menerima pesanan roti, Siti juga memanfaatkan
ruangan ukuran 1,5 m x 6 m di selatan rumahnya untuk usaha menjahit pakaian.

Peristiwa yang menimpa Siti ini adalah yang kedua kali. Pada 7 Maret 2008
lalu, antre mitan juga menelan korban. Thofilus Itta, 42, tewas di kamar
kosnya di Karangpoh III/20 Kecamatan Tandes Surabaya. Dia tewas karena
kelelahan setelah antre minyak di dekat rumah kosnya. *(SURYA/mif)*
taken from kompas.co.id


-- 

=============================
++ Doa, Usaha, Ijtihad dan Tawakal ++
=============================

Kirim email ke