Rhinoceros sondaicus desmaere kok diindonesiakeun janten Badak Jawa, sanes 
Badak Sunda. Sonadaicus asal katana sunda, sanes?

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: mh <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Fri, 18 Apr 2008 18:13:45 
To:[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected]
Subject: [Urang Sunda] S U R I L I


Dinilai Mengandung Filosofis Suara Rakyat
 SURILI, Maskot Baru Fauna Jabar
 
 Para ahli lingkungan sepakat, maskot atau identitas flora (tumbuhan)
 dan fauna (hewan) sangat penting dalam usaha-usaha pelestarian alam
 dan lingkungan. "Simbol satwa dan tumbuhan memang menunjang sekali
 dalam upaya konservasi," kata Prof. Dr. Hadi S. AliKodra, pakar
 lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
 Dia mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara pada Dialog Identitas
 Fauna jawa Barat yang diselenggarakan Badan Pengendalian Lingkungan
 Hidup Daerah (BPLHD) di Asia Africa Cultural Centre (AACC) Bandung,
 beberapa waktu lalu. Dengan adanya sim­bol atau maskot, menurut AM
 Kodra, masyarakat punya sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan
 secara bersama. "ini akan men­dorong masyarakat berperan aktif menjaga
 dan memelihara ke­kayaan alam di ling­kungan sekitarnya karena flora
 atau fauna yang menjadi maskotnya me­rupakan bagian dan alam
 lingkungan," ujarnya lagi.
 
 Pada gilirannya, masyarakat pun akan menyadari bahwa dia juga tidak
 bisa dipisahkan dengan alam. Pemerintah Provinsi Jabar pun menyadari
 hal itu. Berdasarkan Keputusan Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat No.
 001/5K 11 36-BLH/1 994 tentang Penetapan Identitas Flora dan Fauna
 Provinsi Jawa Barat, ditetapkan maskot atau identitas flora dan fauna
 Provinsi Jabar. lJntuk flora maskotnya adalah gandaria
 (boueamacrophylla grill) dan untuk fauna badak Jawa (rhinoceros
 sondaicus desmaere) yang hidup di Cagar Alam Ujungkulon. "Sehubungan
 dengan terbentuknya Provinsi Banten, Jawa Barat tidak memiliki lagi
 identitas fauna," kata Lex Laksamana, Kepala BPLHDJabar.
 
 Lex menyebutkan Jawa Barat perlu menetapkan identitas baru fauna.
 "Maskot floranya tetap gandaria, tidak diubah," ujarnya. Menurut Lex,
 identitas fauna jabar ini diambil dari fauna khas Jawa Barat dan
 menjadi kebanggaan masyarakat. "Identitas fauna hendaknya menjadi
 sumber inspirasi dan pendorong bagi kita semua dalam menjaga,
 memelihara serta meningkatkan kualitas alam dan lingkungan," kata Lex
 lagi.
 
 Guna menetapkan maskot fauna, BPLHD berkali-­kali melakukan dialog
 dengan ahli ling­kungan, aktivis lingkungan, pers, tokoh masyarakat,
 dan budayawan Sunda. "Kami tidak bisa memutuskan sendiri, tetapi harus
 berdasar­kan kesepakatan bersama," lanjut Lex, hanya memfasi­litasi
 dialog. "Apa den­titas fauna Jawa Barat sepenuhnya bergan­tung pada
 hasil kese­pakatan."
 
 Dalam menentu­kan maskot baru fauna Jawa Barat, dalam kacamata Hidayat
 Suryalaga, budayawan Sunda yang juga beke­rja di Lembaga Kebuda­yaan
 Universitas Pasun­dan (Unpas) Bandung, setidaknya ada tiga syarat yang
 harus diperhatikan. Ketiga syarat itu berdasarkan kajian ilmiah,
 kajian mitos, kepercayaan masyarakat tradi­sional, filosofi dan kajian
 estetika. "Dalam kajian ilmiah, maskot fauna harus benar-benar hewan
 yang ada di Jawa Barat dan masih hidup," tandasnya.
 
 Setelah itu, kemudian dikaji dan segi mitos, kepercayaan tradisional
 dan filosofinya. "Fauna yang dijadikan identitas harus mengandung
 filosofis, bahkan filosofis tersebut idealnya berkaitan erat dengan
 budaya masyarakat, dalam hal mi masyarakatiawa Barat," kata Hidayat.
 
 Dia mencontohkan, maungsancang yang dimaknai sebagai kesetiaan
 masyarakat terhadap pemimpinnya. "Contoh lain, jalak harupat yang
 dimaknai sebagai kepandaian berbicara, luwes, indah, terampil, dan
 bersahabat," kata Hidayat lagi.
 
 Selain mengandung filosofls, lanjut dia, maskot atau ikon fauna pun
 harus memenuhi syarat estetika. Fauna yang dijadikan maskot tidak
 hanya harus indah dan enak dipandang, tetapi menimbulkan rasa sesuatu
 bagi yang melihatnya. "Misalnya bangga, senang, gembira, bisa
 memaknainya, bahkan menimbulkan perubahan kepada orang yang
 melihatnya, estetis tidak selalu mesti indah," ujarnya.
 
 Ketiga syarat itu, bagi Hidayat, harus dipenuhi dalam menentukan ikon
 fauna jawa Barat. Dan beberapa pertemuan, dengan mempertimbangkan
 syarat-syarat tadi dihasilkan tiga fauna yang menjadi nominasi
 identitas fauna Jawa Barat. Tiga fauna tu adalah elang jawa (spizaetus
 bartelsi), owa jawa (hylobates moloch), dan SURILI (presbytis comata).
 
 Dan ketiga nominasi tersebut, yang dapat dianggap binatang khas Jawa
 Barat adalah SURILI. Di luar Jabar, SURILI hanya terdapat di Gunung
 Slamet. Elang jawa penyebarannya diseluruh pulau Jawa dan owa terdapat
 di daerah Tawa Tengah. Berdasarkan hal itulah, dalam Dialog ldentitas
 Fauna Jawa Barat, Selasa (23/9) lalu yang dihadiri ahli lingkungan,
 aktifis lingkungan, budayawan Sunda, wakil perguruan tinggi, dan
 lain-lain, disepakati maskot baru fauna Jawa Barata dalah SURILI.
 
 Hidayat Suryalaga menyebutkan bahwa SURILI dapat dimaknai sebagai
 suara atau pendapat rakyat. "Hal tu tergambar dalam cenita pantun
 'Lutung Kasarung' ketika Guru Minda dan kahyangan diturunkan ditengah
 hutan negara Pasin Batang Anu Girang, disambut sukacita oleh SURILI
 sareuni," ujar Hidayat.
 
 Diceritakan SURILI sareuni, tingguntayang, barungah mapag putra Sunan
 Gunung Ambu anu Lungsur ka marcapada (SURILI kegirangan,
 bergelantungan merasa bahagia menyambut kehadiran Putra Sunan Ambu
 yang turun ke dunia). "berbeda dengan waktu Aki Panyumpit mencari
 binatang buruan, SURILI tidak mendengarkan suaranya karena ketakutan,"
 kata Hidayat. Menurutnya, kedua kejadian itu dapat dimaknai bahwa bila
 rakyat kecil bersuara hal itu menandakan rakyat dihinggapi rasa
 ketakutan.
 
 Menurut Kepala bidang Keanekaragaman Hayati (Kejiati) BPLHD jabar yang
 juta Ketua Tim Perumus Penentuan Identitas Fauna Jawa Barat Ir. Prima
 Mayaningtyas dalam waktu dekat pihaknya akan menghadap Gubernuri Jabar
 agar SURILI ditetapkan menjadi maskot fauna Jawa Barat lnsya Allah
 tidak akan ada perubahan karena telah didukung oleh semua pihak dan
 kalangan, tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ahli
 lingkungan, aktivis lingkungan, budayawan, perguruan tinggi, serta
 lainnya, katanya". (Sumber Majalah Surili Dinas Kehutanan Jabar)
 
 citation: http://www.bplhdjab 
<http://www.bplhdjabar.go.id/kategori/kehati/add_kehati.cfm?doc_id=120> 
ar.go.id/kategori/kehati/add_kehati.cfm?doc_id=120
                                                                        
------------------------------------

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke