19/05/2008*15 Kesenian Ditargetkan Mendapat Sertifikat HaKI*

*CINUNUK, (GM).-*
Pada September mendatang, ditargetkan, 15 kesenian tradisional Jabar bisa
mendapat sertifikat hak kekayaan intelektual dari Dirjen HaKI. Hal itu
ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, Drs. H. Budhyana
kepada wartawan di sela-sela festival benjang se-Jabar di kampung seni dan
wisata Manglayang, Cinunuk, Kab. Bandung, Sabtu (17/5).

Dikatakan, untuk sementara kesenian tradisional yang didaftarkan ke Dirjen
HaKI ini adalah kesenian yang sudah populer, seperti angklung, jaipongan,
surak ibra, tari topeng, tari merak, serta benjang. "Saya sudah membentuk
Tim 15 yang saat ini tengah melakukan identifikasi terhadap 15 kesenian
tradisional tersebut," ujarnya.

Menurutnya, pendaftaran HaKI bagi kesenian tradisional Jabar ini sangat
penting, agar ke depan kesenian tradisional Jabar tidak dicaplok atau ditiru
negara lain. Selain itu untuk menonjolkan identitas bangsa di hadapan bangsa
lain.

"Selama ini banyak kesenian tradisional asal Indonesia yang dicaplok atau
diakui negara lain, karena kesenian tersebut belum didaftarkan ke Dirjen
HaKI," paparnya.

Diharapkan setelah mendapat sertifikat HaKI, kesenian tradisional asal
Indonesia, khususnya asal Jabar, bisa dihargai dan dihormati bangsa lain.
Selain itu, sertifikat HaKI ini pun untuk menunjukkan kepada negara lain,
bahwa bangsa Indonesia pun sangat menghargai dan melindungi kesenian
tradisionalnya.

"Banyak kesenian tradisional Indonesia yang dijadikan komoditas oleh bangsa
lain, namun mereka tidak memberikan insentif kepada bangsa Indonesia,"
ujarnya.

*Jadi ikon*

Khusus untuk seni benjang, ungkap Budhyana, selain akan mendapat sertifikat
HaKI, kesenian ini harus menjadi ikon wisata Kab. Bandung, khususnya untuk
bagian timur. Pasalnya, seni benjang ini sangat unik dan hanya berkembang di
wilayah Bandung Timur.

"Di daerah lain, kesenian ini tidak berkembang. Paling hanya di daerah
perbatasan Kab. Bandung - Garut, Sumedang maupun Subang," ujarnya.

Karenanya Budhyana pun meminta para seniman benjang di kawasan Bandung Timur
agar benjang bisa dikemas lebih baik sehingga menjadi ikon dan bisa
dipasarkan melalui Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita), baik Kab. Bandung
maupun Jabar. "Seni benjang mempunyai prospek yang jelas untuk bisa dijual
sebagai bagian dari pariwisata," katanya.

Hal senada diungkapkan anggota DPRD Kab. Bandung, Deni Rukanda. Akan lebih
baik jika seni benjang masuk ke dalam Asita Kab. Bandung maupun Jabar.

"Dengan demikian, kesenian ini selain bisa dijual sebagai bagian dari
wisata, juga bisa dikenal lebih jauh oleh masyarakat luas," ujarnya. *
(B.81)***


citation:
http://www.klik-galamedia.com/20080519/kolomlengkap.php?kolomkode=20080519015231

Kirim email ke