Selasa, 11 Maret 2008 | 15:40 WIB
DENPASAR, SELASA- Meski harga minyak mentah dunia melejit sampai melebihi 100
dollar AS per barrel, pemerintah tetap tidak akan menaikkan harga bahan bakar
minyak (BBM) untuk domestik. ??Untuk mengurangi tekanan subsidi BBM di
perubahan APBN atau APBN-P 2008, pemerintah memilih akan mengurangi konsumsi
pemakaian BBM agar beban subsidinya tidak meningkat.
Hal itu ditegaskan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjawab pers, sebelum
menaiki pesawat kepresidenan kembali menuju Jakarta di ruang VIP Bandar Udara
Ngurah Rai, Denpasar, seusai membuka pertemuan tujuh menteri pendidikan di
sembilan negara berpenduduk besar. Pertemuan dilaksanakan di Bali International
Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/3) siang ini.
"Harga-harga kebutuhan pokok itu sekarang ini sudah naik akibat kenaikan harga
minyak mentah dunia. Kalau harga BBM dinaikkan lagi, maka akan terjadi kenaikan
dua kali lagi pada harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat seperti minyak
goreng dan terigu. Kondisi ini berbeda dengan kondisi waktu kita menaikkan BBM
pada tahun 2005 lalu,"kata Wapres. Saat itu, lanjut Wapres, tidak ada kenaikan
harga bahan pokok lainnya.
Mengingat situasi yang berbeda itu, pemerintah menegaskan tidak akan menaikan
harga BBM untuk mengurangi tekanan subsidi BBM. "Yang kita lakukan justru adalh
kurangi konsumsi pemakaiain BBM bersubsidi," katanya.
Ditanya bahwa Panitia Anggaran DPR telah memberikan sinyal akan mendukung
rencana pemerintah jika terpaksa menaikkan harga BBM, Wapres Kalla menyatakan
bawa DPR itu hanya memutuskan besaran subsidinya di APBN-P 2008. "Bukan harga
yang ditetapkan mereka. Akan tetapi, ini juga tergantung pada besaran subsidi
yang ditetapkan DPR bersama pemerintah. Itu akan dihitung terlebih dulu
aspeknya," jelas Wapres Kalla.
Menyinggung mengenai hasil kenaikan harga minyak dunia terhadap penerimaan
pajak pemerintah, Wapres Kalla mengakui belum seimbang antara pendapatan dari
kenaikan harga minyak mentah dunia dengan subsidi yang dibebankan kepada negara
akibat naiknya harga minyak dunia.
"Pemerintah berupaya menurunkan beban tersebut dengan pemotongan belanja negara
di tiap departemen," papar Wapres Kalla lagi.
salam kasadayana
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/