HEBAT SUREBAT !!! Sok kang lah, ditungguan deui elmu-elmu sejenna.
jadi rada ararateul leungeun yeuh he..he..he.. 2008/5/28 mh <[EMAIL PROTECTED]>: > Dua Puluh Strategi Perang Sunda Abad Ke-16 > > BAGAIMANA strategi orang Sunda dulu berperang, belum banyak dibahas. > Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama > strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16. > > Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, "Bila ingin tahu > tentang perilaku perang, seperti makarabihwa, katrabihwa, lisangbihwa, > singhabihwa, garudabihwa, cakrabihwa, sucimuka, brajapanjara, > asumaliput, meraksimpir, gagaksangkur, luwakmaturut, kidangsumeka, > babahbuhaya, ngalinggamanik, lemahmrewasa, adipati, prebusakti, > pakeprajurit, tapaksawetrik, tanyalah panglima perang." (Saleh > Danasasmita, dkk., 1987). > > Tulisan ini mencoba mendeskripsikan strategi perang dimaksud. > Mudah-mudahan bisa jadi bahan kajian yang lebih mendalam untuk > berbagai pemanfaatan. > > 1. Makarabihwa. Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. > Mengalahkan musuh dari dalam musuh itu sendiri, dengan menggunakan > kekuatan pengaruh. Praktik merusak kekuatan musuh dari dalam agar > merasa kalah sebelum berperang. > > 2. Katrabihwa. Posisi prajurit saat menyerang musuh, ada yang > ditempatkan di atas, biasanya dengan menggunakan senjata panah, dan > prajurit yang di bawah, biasanya menggunakan tombak dan berkuda. > > 3. Lisangbihwa. Sebelum perang dimulai, Panglima Perang/Hulu Jurit > mengumpulkan pasukan tempurnya agar seluruh prajurit berteguh hati > menjadi pasukan yang berani dan bersemangat berperang untuk > mengalahkan musuh walaupun kekuatan lebih kecil. > > 4. Singhabihwa. Mengalahkan pertahanan musuh dengan cara menyusup. > Para penyusup merupakan tim kecil yang jumlahnya hanya lima orang, > terdiri atas ahli perang, ahli strategi, dan ahli memengaruhi musuh. > Musuh terpengaruh oleh strategi yang kita lancarkan sehingga pada > tahap ini musuh hancur oleh pikirannya sendiri. Waktunya sangat lama. > > 5. Garudabihwa. Memusatkan kekuatan pasukan pada posisi yang tersebar > di beberapa titik penting yang telah ditentukan untuk pertempuran. > Kekuatan di setiap titik jumlahnya 20 orang. Dengan simbol-simbol > khusus, prajurit yang tersebar itu akan menyerang secara berbarengan > dan sekaligus, kemudian menyebar kembali untuk mempersiapkan > penyerangan berikutnya. > > 6. Cakrabihwa. Menyusupkan beberapa orang prajurit ke benteng > pertahanan musuh dengan cara rahasia dengan tujuan utama untuk > menyusupkan persenjataan yang kelak akan digunakan oleh pasukan saat > bertempur. Mereka harus prajurit yang sangat terlatih dan mengetahui > medan, serta mengetahui cara-cara penyusupan. > > 7. Sucimuka. Upaya pembersihan musuh setelah perang usai sebab > biasanya masih ada musuh yang berdiam di persembunyian. Para prajurit > harus mengetahui daerah-daerah yang pantas digunakan sebagai tempat > berlindung dan menjadi persembunyian musuh yang sudah tercerai-berai. > Prajurit harus mengetahui jalan-jalan yang dijadikan tempat untuk > meloloskan diri. Pembersihan ini sangat penting agar musuh tidak > menghimpun kekuatannya kembali. > > 8. Brajapanjara. Mendidik beberapa orang musuh agar bekerja untuk > pihak kita. Setelah dianggap tidak membahayakan, mereka dilepas > kembali ke daerahnya untuk dijadikan mata-mata. Orang itulah yang akan > mengirimkan informasi mengenai kekuatan musuh, seperti jenis dan > jumlah senjata yang mereka miliki, dan strategi perang apa yang akan > digunakan. Harus sangat hati-hati saat mendidiknya. > > 9. Asumaliput. Setiap prajurit harus mengetahui tempat berlindung atau > bersembunyi serta tidak akan diketahui musuh, seperti di dalam gua, > tetapi harus pandai melihat situasi. > > 10. Meraksimpir. Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang > lebih rendah, sedangkan musuh berada di daerah yang lebih tinggi. Bila > posisinya demikian, pasukan dipersenjatai dengan tombak dan berkuda. > > 11. Gagaksangkur. Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang > lebih tinggi, sedangkan musuh berada di bawah. Cara mengalahkan musuh > dari atas, seperti cara meloncat atau menghadang. > > 12. Luwakmaturut. Gerakan untuk memburu musuh yang kabur dari lapangan > pertempuran. Prajurit harus tahu cara pengejaran yang paling cepat di > berbagai medan yang berbeda. Pengejaran musuh harus sampai di tempat > persembunyiannya, apakah di air, atau yang lari ke dalam hutan. > > 13. Kudangsumeka. Cara menggunakan pedang yang lebih kecil. Bila > menyusup ke daerah musuh, prajurit harus mengetahui cara-cara > menyembunyikan pedang/senjata itu agar tidak diketahui musuh. > > 14. Babahbuhaya. Cara menghimpun kekuatan prajurit pada saat pasukan > tertekan dan terjepit musuh, seperti cara/upaya memulihkan mental, > semangat, dan kekuatan prajurit. Dilatihkan ke mana harus berlari, > jangan sampai berlari ke daerah kekuatan musuh. Cara bagaimana bila > saat berlari ada musuh di depan, atau musuh yang terus mengejar, serta > cara bagaimana memilih tempat perlindungan. Bila terlihat aman, > prajurit merundingkan upaya penyelamatan dan merencanakan penyerangan > balik. > > 15. Ngalinggamanik. Prajurit yang sudah terlatih dipersenjatai dengan > senjata rahasia, atau senjata keramat kerajaan, seperti tombak. > Prajurit dilatih untuk mengendalikan senjata keramat itu, bila tidak, > bisa-bisa prajurit itu yang terpental atau pingsan. > > 16. Lemahmrewasa. Cara berperang di hutan belantara atau di > tempat-tempat yang rimbun, terutama ketika pasukan dalam keadaan > terdesak dengan senjata pasukan yang sudah tidak mampu melayani > kekuatan persenjataan musuh. Semua potensi yang bisa digunakan sebagai > senjata dimanfaatkan, seperti batu atau batang pohon. > > 17. Adipati. Teknik untuk melatih prajurit yang akan dijadikan > prajurit dengan kemampuan khusus. Pasukan komando yang mempunyai > kemampuan perseorangan yang tangguh dan dapat diandalkan. > > 18. Prebusakti. Setiap prajurit dibekali latihan keahlian khusus > seperti tenaga dalam agar senjata lebih berisi, lebih matih, punya > kekuatan mengalahkan musuh secara luar biasa. > > 19. Pakeprajurit. Sering kali raja menitahkan untuk tidak berperang. > Prajurit terpilih, yaitu prajurit yang sudah terlatih untuk berunding, > mengadakan perundingan-perindingan sehingga musuh dapat dikalahkan > tanpa berperang. Namun, Panglima Perang/Sang Hulu Jurit, sesungguhnya > menghendaki kemenangan dengan cara berperang. > > 20. Tapaksawetrik. Cara-cara berperang di air. Bagaimana cara > mengelabui musuh agar tidak mengetahui pergerakan prajurit, serta > cara-cara menggunakan senjata di air, seperti di sungai. Prajurit > harus terlatih untuk mendekati musuh melalui jalan air. > > Senjata > > Persenjataan yang digunakan dalam perang pada zaman itu pada umumnya > sudah berupa senjata dari logam, apakah itu tombak ataupun pedang. > Peninggalan senjata yang ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, > masih dapat dilihat di Museum Nasional di Jakarta (Lihat Dr. N.J. > Krom, Laporan Kepurbakalaan Jawa Barat 1914). Sementara itu, kendaraan > yang digunakan saat bertempur pada umumnya adalah kuda. > > Tulisan ini merupakan upaya pendahuluan untuk mengetahui deskripsi > dari setiap istilah strategi perang yang terdapat dalam Sanghyang > Siksakandang Karesian. > > Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam berbagai > keperluan, seperti manajemen dan kepemimpinan.*** > > T. BACHTIAR > Alumnus Suscados Lemhanas angkatan XIII - 1985, anggota Masyarakat > Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung. > > citation: > http://pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=23546 > Messages in this topic > <http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/message/128947;_ylc=X3oDMTM4aHV0ZWo1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BG1zZ0lkAzEyODk0NwRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEyMTE5MjU3ODMEdHBjSWQDMTI4OTQ3>( > 1) Reply (via web post) > <http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/post;_ylc=X3oDMTJyOTdlZjRiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BG1zZ0lkAzEyODk0NwRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyMTE5MjU3ODM-?act=reply&messageNum=128947>| > Start > a new topic > <http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/post;_ylc=X3oDMTJlcTduMzhmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIxMTkyNTc4Mw--> > > Messages<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/messages;_ylc=X3oDMTJlaDZyOW1tBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIxMTkyNTc4Mw-->| > Files<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/files;_ylc=X3oDMTJmcnBncmowBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA2ZpbGVzBHN0aW1lAzEyMTE5MjU3ODM->| > Photos<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/photos;_ylc=X3oDMTJlaGRqNG5tBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA3Bob3QEc3RpbWUDMTIxMTkyNTc4Mw-->| > Calendar<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/calendar;_ylc=X3oDMTJkaGNlajhnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjExOTI1Nzgz> > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > [image: Yahoo! > Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNjlvdmxnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjExOTI1Nzgz> > Change settings via the > Web<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join;_ylc=X3oDMTJmMmg1YThiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMTE5MjU3ODM->(Yahoo! > ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest<[EMAIL > PROTECTED]:+Digest>| Switch > format to Traditional<[EMAIL PROTECTED]:+Traditional> > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/urangsunda;_ylc=X3oDMTJkcTV1ZnZoBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NjIwNTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDEzNTU2BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjExOTI1Nzgz>| > Yahoo! > Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe > <[EMAIL PROTECTED]> >

