Aya reperensi tina Dongeng Geologi Blog sareng Detik.com 1). Penasaran membuat aku mimpi !
Aku sendiri terkaget-kaget ketika ada berita minyak dibuat dari air atau bahkan disebut-sebut sebagai bahan bakar air, dan bahkan sudah mengundang Presiden SBY untuk "mencicipi"nya. Selain tindakan mencium knalpot ini bukanlah sebuah ujian ilmiah, tetapi justru ini bisa-bisa membahayakan beliau. Kalau sampai terjadi apa-apa yang saya *pisuhi *duluan mungkin justru paspampres, karena telah melewatkan sebuah kejadian yang membahayakan presidenku ! Tapi kepenasaran saya malah membawaku untuk mencoba menjelaskan proses pembuatan "*synthethic fuel*" ini dari kaca mata ilmiah. Pertanyaan dasarnya, "Apakah mungkin ataukah tidak ?". Akhirnya saya menuliskannya semampunya dengan *luas *maksudte dengan 'panjang kali lebar' [image: :)] . Aku menjelaskan kemungkinan benar bawah *synfuel *itu bisa dibuat disini Blue Energy - Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia !<http://rovicky.wordpress.com/2008/05/12/2007/12/10/blue_energy/> Mengapa saya sampai pada kesimpulan bahwa yang dibuat itu *synfuel *(*Synthetic Fuel*) ? Kalau benar, sekali lagi kalau benar, bahwa mesin yang dicium knalpotnya oleh Pak SBY adalah mesin diesel maka yang dimasukkan pastilah *Carbon Based Fuel*. Minyak bakar dengan dasar Hydrocarbon ! Mestilah ada sesuatu yang dibakar oleh mesin diesel yaitu pemecahan rantai karbon dan hidrogen kan ? Jelas bukan *hydrofuel *atau sering disebut *Fuel Cell*. Fuelcell mesinnya berbeda dan aku ndak yakin mesin ini sudah sampai di Indonesia. Dari Blognya pak SBY<http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/12/03/2504.html>konfirm tentang *synfuel *ini, Jadi jangan mikir macem-macem *hydrogen-fuel *atau bahkan *fuel cell* ya . 2). detikcom 27/05/2008 15:36 WIB Produsen: Blue Energy Bukan dari Air, Tapi Hidrokarbon Nograhany Widhi K - detikcom Blue energy dipamerkan di UNFCC di Bali akhir 2007 (dok Eko Aji) Jakarta - Sarana Harapan Indocorp (SHI) yang nantinya akan memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan blue energy, menyangkal blue energy merupakan bahan bakar dari air. Yang benar, blue energy berasal dari rantai karbon tak jenuh dan hidrogen sehingga menjadi rantai hidrokarbon. "Siapa sih yang bilang bahan bakar dari air? Saya kok bingung. Setahu saya, waktu di Bali itu itu ditulis substitusi hidrogen pada rantai karbon tidak jenuh," ujar pejabat SHI Iswahyudi pada detikcom, Selasa (27/5/2008). Joko Suprapto, peneliti blue energy, menurut Iswahyudi, tidak pernah mengatakan sumber energi dari air. "Kalau hidrogen yang diambil dari air mungkin. Tapi Pak Joko mengatakan karbon dan hidrogen. Soko banyu, salahe sing krungu (dari air, salahnya yang dengar). Kalau bukan hidrogen dan karbon, cumbustion engine kan nggak bisa terbakar to Mbak," kata dia. Hidrogen, imbuh dia, berbentuk gas dalam suhu kamar. Sedangkan untuk mengubahnya menjadi cair, akan sangat repot karena diperlukan suhu yang sangat tinggi. "Mobil juga repot butuh tabung tekanan tinggi. Mobil yang paling bagus dengan hidrokarbon. Nah, hidrokarbon ini mau diambil dari mana. Kalau dari nabati juga dibakar mahal. Apa yang lain, alternatifnya," ujar lulusan Teknik Geologi UGM ini. Jika penelitian Joko dianggap aneh oleh yang lain, imbuh dia, di masa 20 tahun lalu, pemakaian handphone juga dianggap aneh. "Apa kata orang kalau 20 tahun lalu saya bicara dengan kotak hitam kecil?" ujar dia. Dia meminta semua pihak agar tidak mencibir teknologi baru yang sedang dikembangkan. "Sampaikan kepada yang hebat-hebat itu. Jangan mengatakan tidak bisa, katakan belum bisa," ujar dia. Iswahyudi mencontohkan pemisahan hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis yang pertama butuh energi tinggi. Teknologi baru menambahkan katalis agar energi lebih rendah. "Apakah kalau kemudian ada orang apakah Joko, Amir, Budi, Painem kemudian dia bisa menemukan 1 cara untuk memperendah lagi, apa salah? Apa tidak mungkin? Begitu saja cara berpikirnya," kata dia. Iswahyudi pun berjanji jika, pusat penelitian di bawah SHI, CFEWS (Center Food Energy and Water Studies) dan produk penelitian sudah jadi, maka semua akan ditunjukkan pada masyarakat. "Kalau sudah selesai pasti saya akana keluarkan. Kalau sudah bisa produksi, ini tidak hanya ngomong minyaknya Pak Joko, seluruh produksi apabila sudah siap untuk dipergunakan pasti akan kita sampaikan ke masyarakat. Teknologi itu selesai apabila sudah bisa terbukti bisa dipakai orang banyak," ujarnya On 5/30/08, H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kakara rengse Jumahan jam 12.48..ngan ngagejlig satingkat > kahandap....ngawitan jam 12.10 an.... > > On 5/30/08, richadiana kartakusuma <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> leuh eta Abah! geuning haat ngulampreng...naha teu angkat juma'ahan >> kitu...da mani sepi >> >> ----- Original Message ---- >> From: H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED] <surtiwa%40gmail.com>> >> To: [EMAIL PROTECTED] <Baraya_Sunda%40yahoogroups.com> >> Sent: Friday, May 30, 2008 11:07:15 AM >> Subject: Re: [Baraya_Sunda] Re: "Blue Energy" Made In Madiun .... >> >> Hanjakal na..kabeuratan ku nami panginten ..Lembaga Ilmu >> Pangaweruh.. .Intuisi. ......... . >> >> On 5/30/08, djodjo_suhardjono@ yahoo.com <djodjo_suhardjono@ yahoo.com> >> wrote: >> > >> > Kang R, sanes di BPPT nu aya permistikan mah tapi di LIPI. >> > >> > Baktos >> > _7070_ >> > Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL GPRS network >> > >> > -----Original Message----- >> > From: "Rahman" <[EMAIL PROTECTED] com> >> > >> > Date: Tue, 27 May 2008 09:15:09 >> > To:Baraya_Sunda@ yahoogroups. com <To%3ABaraya_ [EMAIL PROTECTED] s.com> >> > Subject: [Baraya_Sunda] Re: "Blue Energy" Made In Madiun .... >> > >> > >> > --- In Baraya_Sunda@ <mailto:Baraya_ Sunda%40yahoogro ups.com<Baraya_ >> Sunda%2540yahoog roups.com> > >> > yahoogroups. com, "Waluya" <waluya2006@ ...> wrote: >> > > >> > >> > > lamun teu bener, beu euy .....kacida teuing para gegeden nu diluhur, >> > bisa >> > > percaya kitu wae kanu hal-hal anu acan kabuktian sacara ilmiah. >> > Boa-boa alam >> > > pikiran "pangawasa" teh masih sarua wae jeung jaman "tai kotok >> > dilebuan", nu >> > > percaya ka dukun. Bedana teh ari baheula mah "dukun" make >> > jangjawokan ari >> > > ayeuna mah dukun teh dibungkus kunu siga ngilmiah-ngilmiah ...... >> > > >> > >> > Tuh pan, kabuktina deui bae! ;)) >> > Pan eta mah ciri bangsa urang Kang W, resep pisan kaha tahayul jeung >> > mistik. Mun aya PITUDUH (ti mana bae jol na mah, sabodo teuing), >> > langsung weh percaya! Mun dititah neangan bukti, kalah mugen bangsa >> > urang mah. >> > >> > Malah ceuk cenah mah, di BPPT ge aya bagean husus permistikan he he >> he... >> > >> > Ngan nya kitu, rek menak rek cacah, rek nu bodo rek intelektual, rek >> > kiai rek nu teu beukieun Pangeran... lebah ngarampa tahayul mah prung >> > bae geuning? >> > >> > Malah mah nepi kaobrolkeun sagala kamari ge, ka sms2 ge >> > ditahayulkeun? Teluh digital/virtual ge aya di urang mah he he he.... >> > Nokia connecting jurig! :)) >> > >> > baktos, >> > >> > Rahman >> > >> > >> > ------------ --------- --------- ------ >> > >> > http://groups. yahoo.com/ group/baraya_ sunda/ >> > http://barayasunda. servertalk. in/index. php?mforum= barayasunda >> > >> > >> > [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups >> Links >> > >> > >> > >> > >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> > >

