dulurs,
ieu aya surel "nyasar", nu netelakeun yen anarkisme teh tularan panyakit 
ti nagri deungeun. atuh urang mah ulah ieuh katularan ku nu sarupaning 
panyakit berewit mah.
muga bae aya mangpaatna - itung-itung vaksin bae - ku jalan urang bisa 
nunjukkeun yen urang suda mah ti baheula oge tug nepi ka iraha bae, 
bakal tetep katelah jalma nu someah, ramah, hade hate, tara sirik, komo 
jail kaniaya ka batur mah estu dipahing pisan.


Bismillahirrahmanirrahiim

*_Sudah lebih dari 100 Tahun  Anarkisme itu menjalar sampai di daerah 
Asia / Timur ini_*

*_ _*

*Sudah lebih dari 100 tahun*  orang-orang yang kasar - anarkis ini 
berbuat kebodohan dengan hasil yang sia-sia belaka.  Yah bagaimana 
mungkin bisa ada hasil, orang-orang ini walaupun menamakan dirinya orang 
gerakan untuk Islam tetapi melawan kehendak dan ilmu Tuhan; walaupun 
didukung oleh orang-orang dan *_sumber daya imporan dari luar negeri 
sekali pun, seperti yang terlihat pada “nama”nya dan ciri pakaiannya 
yang berbeda dengan khas orang asal negeri ini,_*  hasilnya hanyalah 
carut-marut dan pertikaian yang terjadi di dalam masyarakat Republik 
Indonesia ini, bangsa yang tadinya sangat dikenal sebagai Bangsa 
Indonesia yang amat ramah tamah dan cinta damai, yang selain dari sifat 
kepribadiannya, tetapi juga karena azas Islam hakiki, Islam sejati yang 
diajarkan Oleh Al Qur-aan dan Nabi Suci Muhammad saw., yang menjungjung 
tinggi kedamaian, dan kasih sayang, walaupun terhadap musuh sekali pun, 
kecuali jika musuh itu sudah berlaku melewati batas dan sudah berulang 
kali melakukan serangan dan penganiayaan secara fisik terhadap 
orang-orang Islam.

 

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad – Al-Masih Mau’ud - a.s. dimusuhi oleh ummat 
Islam mainstream di dunia bahkan oleh Kristen dan Hindu juga. Jadi nyata 
benar bedanya Nabi yang benar dengan Nabi yang palsu. Hazrat Mirza 
Ghulam Ahmad a.s. sejak masih sendirian sampai sekarang itu dilawan 
bahkan ada yang mau bunuh beliau, *tapi tidak pernah sukses*, sebab 
beliau adalah seorang Nabi yang benar, yang dijaga oleh Allah swt. Jika 
beliau bukan Nabi yang benar, pasti sudah binasa dan Allah swt 
sendirilah yang akan membinasakannya sesuai dengan janji-Nya di dalam 
Surah Al Haqqah ayat 44-47, jadi untuk itu tidak perlu Bapak-bapak semua 
ini ikut repot-repot.  *Untuk mengambil tindakan-Nya terhadap orang yang 
palsu dan mengaku-ngaku sebagai nabi tetapi dusta, Allah, Tuhan Yang 
Maha Kuasa itu _tidak memerlukan bantuan saudara-saudara orang Islam 
yang ada di kota Bapak ini,_*  yang sudah terpolusi, diracuni dengan 
bujukan dan *provokasi yang berasal dari imporan* itu!

 

Akan terjadinya *_anarkisme dan fundamentalisme dalam Islam itu, 
terutama di Negara Arab dan Timur Tengah_* sudah ada dalam nubuatan Nabi 
Muhammad saw.; ada dua buah hadits yang berkenaan dengan ramalan Nabi ini:

 

Hadits pertama, Rasulullah SAW. Bersabda: */Allahumma bârik lanâ fî 
shô'inâ wa mudinâ wa makkatinâ wa madînatinâ wa bârik lanâ fî syâminâ wa 
yamaninâ, faqôla rojulun: wa 'irôqinâ, qôla: Inna fîhâ qorna 
asy-syaithôni wa tahayyuja al-fitani; wa inna al-jifâ'a bilmasyiq/*/.. 
/Artinya: "Ya Allah, berkatilah dalam timbangan dan takaran kami, juga 
tentang Makkah dan Madinah kami, dan berkati pula Syam dan Yaman kami. 
Berkata seorang laki-laki: dan juga Irak kami. Rasulullah SAW . 
menjawab: *"(bagi _Irak tidak_) karena padanya akan muncul generasi 
syaitan (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut syaitan)* dan 
berkobarnya fitnah-fitnah (tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan); 
sesungguhnya tabiat kasar (kekerasan)  *itu berada di timur*." (H.R. 
Thabrani dari Ibnu Abbas ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, 
hadits no. 35116)

 

Hadits kedua, Rasulullah SAW. Bersabda: */Allahumma bârik lanâ fî 
syâminâ wa fî  yamaninâ, qôlû: wa fî najdinâ, qôla: hunâka al-zilâzalu 
wa al-fitanu wa bihâ yathlu'u qornu asy-syaithâni/*/. /Artinya: "Ya 
Allah, berkatilah Syam dan Yaman kami. Para Shahabat berkata: dan 
demikian juga Nejd kami. Rasulullah SAW. bersabda: "(*Nejd, tidak* 
karena) di sana akan muncul kegoncangan-gegoncangan dan fitnah-fitnah 
(tuduhan-tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan) dan di sana pula akan 
muncul *generasi* syaitan (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut 
*syaitan)*." (H.R. Bukhari, Ahmad dan Nasai dari Ibnu Umar ra., Kanzul 
Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35118).

 

*_Munculnya Khawarij dan Wahabiyah Menggenapi "Ramalan" Rasulullah SAW._*

_ _

Subhanallah, "ramalan" (nubuwwatan) hadits pertama benar-benar telah 
genap, coba kita lihat awal mula munculnya gerakan fundamentalis dan 
anarkis dalam sejarah ummat Islam dengan munculnya sekte Khawarij. 
Khawarij adalah orang-orang yang keluar dari barisan Khalifah Ali bin 
Abi Talib, setelah khalifah ini menerima tawaran /tahkim /(arbitrase) 
uyang diajukan fihak lawannya, Mu'awayah bin Abi Sofyan, dan 
menghentikan perang Siffin (657/37 H). Menurut mereka, Khalifah Ali bin 
Abi Talib sebagai pihak yang benar seharusnya meneruskan perang Siffin 
itu sampai pasukan Mu'awiyah sebagai pihak pembangkang hancur atau 
tunduk kepada khalifah yang sah. Mereka berhimpun di *Harura, dekat kota 
Kufah (di Irak)* dan mengangkat Abdullah Ibnu Abdul-Wahhab ar-Rasibi 
sebagai imam (pemimpin). Dengan demikian mereka menjelma menjadi satu 
sekte atau golongan dalam Islam. Khawarij awal ini dikenal juga dengan 
golongan al-Muhakkimah, karena mereka sering meneriakkan slogan "tidak 
ada hakam (hakim) selain Allah" dan "tidak ada hukum selain hukum 
Allah". (Ensiklopedi Islam Indonesia, 1992, hal. 553).

 

Syekh Muhyiddin Al-Khoyyat menulis: Golongan Khawarij terkenal kaku dan 
berlebihan dalam masalah agama. *Mereka mengafirkan orang-orang yang 
tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah orang yang berbeda 
pendapat dengan mereka dan tidak mau menerima ketentuan hukum yang 
dirumuskan manusia.* Mereka mengafirkan orang-orang yang melakukan dosa 
besar, mereka tidak mau menerima hadis Nabi yang tidak sama 
pengertiannya secara persis dengan Alquran dan *mereka dalam memahami 
nash agama hanya dari sisi lahirnya belaka.* (Sejarah Kebangkitan Islam 
Dan Situasi Dunia Arab, 1994, hal.118).

 

"Ramalan" Rasulullah SAW. Pada hadis kedua telah sempurna pula ketika 
munculnya Wahabiyah (Wahabisme) yang dimulai dari Uyainah di wilayah 
Nejd. Wahabiyah, adalah gerakan sosial-politik berdasarkan hukum Islam 
menurut alam pikiran pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi 
(1703-1787/1115-1201 H.

 

Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi dalam dakwah-dakwahnya yang sangat 
radikal, keras, kaku dan tanpa kompromi khususnya terhadap apa yang 
mereka anggap sebagai bid'ah dan khurafat mendapat perlawanan sengit 
bukan hanya dari kelompok Ahlussunnah, Kaum Shufi, Thariqat dan Syi'ah 
*akan tetapi dari saudara kandungnya sendiri, Sulaiman, dan sepupunya 
Abdullah bin Hussein yang mengakibatkan pertumpahan darah antara 
suku-suku di Yamamah (tanah kelahiran Musailamah  bin Habib 
Al-kadz-dzab-Al-Nejdi).  *

 

Pada periode pertama gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab mendapat dukungan 
penuh dari penguasa Dariyah, Muhammad bin Sa'ud dan para penerusnya yang 
terlibat peperangan dengan Syekh Riyad, Dahham bin Dawwas (1747 M) 
selama 28 tahun. Kemudian persekutuan Wahabiyah-Ibnu Sa'ud menyerang dan 
menaklukkan Riyadh, seluruh wilayah Nejd, Karbala (kota suci Syi'ah di 
Irak), Madinah, Makkah dan Jeddah. Pada tahun 1811 M. Imperium Wahabi 
telah terbentang dari Aleppo di utara ke Lautan Hindia, dari Teluk 
Persia di front Irak sampai ke Laut Merah di barat.

 

Imperium dan ekspansi Wahabiyah-Ibnu Sa'ud periode pertama telah 
menyebabkan kerugian tak terhingga atas jiwa, harta dan situs-situs 
budaya kaum muslimin dan baru berakhir setelah Dariyah, pusat gerakan 
Wahabi diduduki pasukan Ibrahim Pasya dari Kekhalifahan Turki Utsmani 
tahun 1818 M. Penguasa Nejd, Abdullah bin Sa'ud  ketika itu ditangkap, 
dikirim ke Constantinopel dan dihukum penggal di sana.

 

Oleh karena itu, dari sejarah Arab di sana, janganlah meniru sifat-sifat 
yang imporan itu. Gunakanlah akal sehat Bapak-bapak semua, supaya 
selamat dunia akhirat. Ahmadiyah telah berdiri di 189 Negara dibawah 
pimpinan seorang Khalifah yang HAQ, Khalifah Al-Masih Muhammadi a.s., 
sesuai dengan Nubuatan dalam Al Qur-aan dan sabda Nabi Muhammad saw. 
tentang kedatangan Imam Mahdi, Al-Masih akhir zaman, Al-Masih Muhammadi. 
Bapak-bapak boleh saja bersatu di seluruh dunia untuk menghancurkan 
Ahmadiyah, tapi usaha Bapak tidak akan sukses dan akan sia-sia belaka, 
walaupun sudah menghabiskan banyak anggaran yang diterima dari sponsor. 
Sebaliknya Bapak-bapak yang jika berlaku zhalim dan aniaya serta tidak 
berlaku adil itu, akan dihancurkan oleh Tuhan seperti Ali Bhuto yang 
mati digantung dan Ziaul Haq yang diledakkan hancur diudara!!

 

Sedemikian kebaikannya Nabi Suci Muhammad saw., bahkan kepada 
orang-orang yang di zaman itu mengaku-ngaku nabi tetapi dusta atau 
palsu, oleh Nabi Muhammad saw. itu tidak diapa-apakan, kecuali ada yang 
kemudian dihancurkan oleh Khalifah pengganti Nabi s.a.w,, yaitu oleh 
Khalifah Abubakar Siddik ra. yang kemudian menghancurkan Musailamah bin 
Habib Al-Kazzab yang berasal dari negeri Arab Nezad, karena Musailamah 
bin Habib Al-Kazzab Al-Nejdi ini berkomplot dengan Banu Hanifa dari 
Yamama untuk menghancurkan sendi-sendi Islam, yang baru saja ditinggal 
oleh Nabi Muhammad saw. Jauh sebelum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. 
lahir telah muncul 30 orang nabi palsu (sesuai dengan hadis Rasulullah 
saw). Seorangpun dari antara mereka tidak ada yang dimusuhi dengan 
kekerasan. *_Musailamah bin Habib Al-Kazzab Al-Nejdi yang pendusta itu 
tidak disuruh di bunuh oleh Rasulullah saw_**__*

Orang-orang seperti Bapak-bapak yang berlaku aniaya dan tidak fair ini 
terhadap Ahmadiyah, mereka sudah berusaha lebih dari 100 tahun dan tanpa 
hasil apa-apa.  Untuk Nabi Allah yang benar itu akan mendapatkan 
perlindungan, penjagaan dan dukungan dari Allah SWT. sendiri, demi untuk 
sukses misinya.

 

Sebagaimana firman-Nya *كَتَبَ اللهُ لاََغْلِبَنَّ اَنَا وَ رُسُلِيْط اِنََّ 
اللهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ *

*Kataballaahu la aghlibanna ana wa rusulii innallaaha qawiiyyun ‘aziiz.*

Artinya: *Allah telah menetapkan, “Aku dan Rasul-rasul-Ku amat pasti 
akan menang” Sesungguhnya, Allah Maha Kuat,  Maha Perkasa*.  (Surah Al 
Mujadalah – 58 - ayat 22).

 

*_Jalanilah hidup terakhir Bapak itu dengan tenang_*, tidak dengan hati 
yang panas dan penuh cemburu dengki dan hasud terhadap sesama saudara 
sebangsa sendiri, bangsa Indonesia yang dikenal dengan ramah-tamah; 
kasihanilah istri dan anak-anak serta keturunan Bapak-bapak semuanya, 
agar mereka semua dapat menjalani kehidupannya dengan tenteram, damai 
dan sejahtera.  Bantulah juga pemerintah NKRI yang sedang berusaha untuk 
memperbaiki perekonomian rakyat, mensejahterakan rakyat; bantulah 
program-program pemerintah agar jangan sampai ada orang-orang dan 
anak-anak yang kelaparan tanpa mendapatkan makanan cukup, jangan ada 
anak-anak yang tidak mendapatkan pemeliharaan kesehatan dan kesempatan 
untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk bekerja dengan baik 
untuk pembangunan Negara dan Bangsa Republik Indonesia.  Semoga Tuhan 
Yang Maha Kuasa menolong dan memberkati semua rakyat dan bangsa 
Indonesia. Aamiin. 

 

Jadi Bapak-bapak itu sekarang mau berdiri di pihak yang mana, mau ikut 
siapa?  Berpikirlah dengan secara baik-baik dan dengan hati yang 
bersih.  Kasihanilah keluarga, anak-cucu Bapak, dan kasihanilah bangsa 
dan rakyat Republik Indonesia semuanya.  Semoga berkah dan rahmat turun 
kepada Bangsa Indonesia. Aamiiin.

 

Wassalam,

 

Mersela, 4-6-2008


Kirim email ke