Aya seratan yeuh ti
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8605110731-umat-islam-konflik-non-muslim-senang.htm
mudah-an anu masih ngaku ummat Islam, teu ka pancing politik Adu Domba.
========

Persitiwa rusuh di Monas Jakarta, 1 Juni lalu, sangat menguntungkan
pihak-pihak tertentu. Pertama, menguntungkan pihak pemerintah SBY-JK
yang tadinya selalu dikecam dan didemo karena menaikkan harga BBM,
namun dengan adanya peristiwa Monas, pemerintah lewat jaringan media
massa—cetak maupun teve yang dikuasainya—berhasil memalingkan
perhatian rakyat Indonesia dari kehidupan yang kian melarat akibat
dinaikkannya harga BBM menjadi berpolemik soal pembubaran FPI.

Kedua, peristiwa ini menguntungkan psosisi kelompok sesat Ahmadiyah
yang seolah menjadi korban. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dan
puluhan anggotanya telah dibawa polisi, sejumlah cabang-cabang FPI di
beberapa wilayah di Jawa dibubarkan. Namun ahmadiyah yang nyata-nyata
kelompok sesat dan merusak Islam masih eksis berdiri. Pimpinan dan
jemaatnya tidak ada yang ditangkap.

Ketiga, perkembangan peristiwa Monas di mana antara umat Islam sendiri
terjadi saling curiga, terbelah antara yang membela FPI berhadapan
dengan yang membela Abdurrahman Wahid. Kedua kelompok tersebut
sama-sama mengaku sebagai pembela Islam. Padahal jelas, Durahman
adalah sahabat Zionis-Yahudi. Namun lewat pencitraan di media dan juga
didukung keawaman para pemujanya, jadilah sosok tersebut sebagai
manusia setengah dewa.

Hal ini bagaimana pun menjadi ancaman konflik horisontal antara
pembela keberanan dengan pembela Durahman. Dan yang senang tentu
kalangan non-muslim dan orang-orang yang KTP-nya Islam tapi
ideologinya liberalis.

Agar umat Islam Indonesia tidak terjebak dalam permaianan musuh-musuh
allah SWT yang tengah ditabuh, maka sejumlah tokoh Islam kemarin (4/6)
berkumpul di Masjid Al-Aqam, Tanah Abang, Jakarta, untuk
memusyawarahkan agar sesama umat Islam tidak terpancing konflik antar
sesamanya.

Anggota Forum Peduli Umat dan Bangsa (FPUB) yang jugaSekjen Komite
Solidaritas untu Palestina (KISPA) Ust. Ferry Noor menyatakan,
"Sebagai umat tauhid kita harus bersatu. Jangan mau diadu-domba pihak
lain yang akan mengambil keuntungan dari kejadian ini. 'FPUB menyeru
umat merapatkan barisan.''

Sikap Presiden SBY yang dikenal selama ini selalu peragu dalam
mengambil sikap, dalam kasus Monas tiba-tiba menjadi gagah, cepat, dan
cenderung reaksioner. Hal ini dikritisi oleh Koordinator FPUB, KH
Fikri Bareno. ''Saya bangga setelah insiden Monas, Presiden berpidato
dengan gagah, menyesalkan kejadian itu. Tapi, mengapa Presiden tak
berpidato segagah dan setegas itu dalam hal pembubaran Ahmadiyah?''
Apakah ini terkait dengan suara Amerika yang dengan cepat juga
mengutuk FPI? Bisa jadi.

Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi sudah mengancam agar warga NU jangan
mau ikut-ikutan dalam konflik melawan FPI ini. "Pembubaran FPI berada
dalam domain pemerintah! Bukan berada dalam kapasitas aturan NU!, ''
tegasnya. Hasyim juga sependapat bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat
dan menyesatkan.

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH. Syuhada Bahri dalam
rilisnya kemarin menyatakan bahwa terjadinya kasus di Monas itu tidak
terlepsa dari keraguan pemerintah SBY dalam mengeluarkan SKB Tiga
Menteri soal pelarangan kelompok sesat dan menyesatkan bernama
Ahmadiyah.(rz)

-- 
Regards

Toha
-----------------------------------------------------------------------
"Jika ada Kemauan, Pasti ada Jalan".
"Jika belum Ketemu Jalan, Buatlah Jalan"

------------------------------------

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke