Mengungkap Di Balik Kekerasan Monas

> From : http://kaskus. us/showthread. php?t=893851

>

>

> Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama

> Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam

> Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. Dalam kesempatan

> sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan

> setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang

> terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

>

> Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah

> di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang

> marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan

> Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran

> Ahmadiyah tidak dibubarkan.

>

>

> Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan

> Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar

> melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal

> ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi

> Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.

>

>

> Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat

> mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY

> selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu

> yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang

> merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan

> BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front

> Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah.

> Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

>

> Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid

> Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No.

> 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario

> agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang

> membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan

> diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat

> skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada

> tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam

> kebebasan beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang

> mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota

> FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham

> betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan

> kekerasan dan pengerusakan.

>

> Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY

> melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad

> secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan

> mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi

> tersebut.

>

>

> Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL,

> termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang

> membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang

> diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang

> kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara

> tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya

> untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak

> melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi

> damai di silang damai.

>

>

> Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut,

> tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan

> membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya

> melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi

> aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI

> adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga

> secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.

>

>

> Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui

> bahwa,

> 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario

> yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.

> 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama

> ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.

> 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati

> dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.

> 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan

> untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

>

> Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang

> membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan

> kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan

> setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian.

> Terima kasih.

>

> Salam

> Nong Darol Mahmada

> [EMAIL PROTECTED] id

>

>

--- On Sat, 6/7/08, Urang Sunda Hudang Euyyy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Urang Sunda Hudang Euyyy <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Urang Sunda] Ulah Muka Detik Jeung Maca Kompas Wae Baca oge Sabili
To: [email protected]
Date: Saturday, June 7, 2008, 7:17 AM










    
            ameh urang seimbang dina narima informasi 
baca oge iyeu
http://www.ahlulhad iits.wordpress. com/
http://www.sabili. or.id


oman loba berita dina TV jeung Detik langsung kana Kadjian Poe H teu nempo kana 
latar belakang sabab musababna,,







      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke