Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
  
Duhai para sohib YTC… 
  
Hampir
di setiap milist dan isu yang ada sekarang hangat membicarakan masalah
sikap anarkisme dari sekelompok ormas FPI dalam insiden hari minggu
kamarin, baik berita di TV, media massa , maupun dalam kajian kelompok
studi… 
Sehingga
banyak pendapat mengemuka yang menghujat ataupun menilai jelek apa yang
dilakukan oleh FPI, ada juga yang mengusulkan FPI dibubarkan saja,
seperti yang dulu di usulkan GUS DUR… 
Sebagai produk pengkaderan maupun aktivis, melihat kondisi ini sangat miris dan
terrenyuh, banyak juga di teman-teman yang pro maupun kontra dalam
kasus ini, itu sah-sah saja sebagai benturan pemikiran dan kebebsana
berpendapat, hanya jangan sampai kita melupakan bahwa kita adalah
produk pengkaderan yang lebih mengedepankan proses bukan apa yang
nampak dipermukaan, kita dilatih untuk lebih melihat segala permasalah
secara menyeluruh dan komprehensif, itulah yang membedakan kita
dibandiongkan dengan orang biasa (awam)…dalam melihat kasus FPI juga
kita harus demikian, 
Ada beberapa hal yang bias saya kemukakan dalam kasus ini, 
Masalah
FPI bukan sebagai inti dari permasalahn tetapi sebagai simptum saja,
akibat dari suatu masalah (sebab), inti permaslahannya adalah
ahmadiyah, kasus ahmadiyah merupakan akibat dari permasalah yang timbul,  
dari
jejak rekam yang saya catat, msalah ahmadiyah merupakan masalah yang
tidak pernah diselesaikan oleh pemerintah…maslah ahmadiyah memiliki
potensi konflik horizontal ditingkat akar rumput, sehingga perlu sikap
tanggap dari pemerintah dalam hal tersebut, beberapa kasus pernah
muncul akibat ahmadiyah ini, dengan berlarutnya masalah ini akan
dimanfaatkan oleh kelompok lain untuk kepentingan mereka, sehingga
keluar pernyataan dari din syamsudin agar pihak non muslim jangan ikut
campur dalam masalah ahmadiyah, tidak keluarnya SKB untuk ahmadiyah,
juga nggak jelasnya status ahmadiyah, mereka islam atau bukan, dari
beberapa catatan saya ahmadiyah bukan merupakan organisasi islam,
seperti yang lain nu. Muhammadiyah, persis, dll.  OKI
pun tidak mengakui ahmadiyah ini…bahkan beberapa Negara tidak
membolehkan adanya ahmadiyah, selama dia mengaku beragama islam…inilah
yang menyebabkan konflik terjadi ahmadiyah tetap mengaku islam tetapi
tidak mengakui PANGLIMA BESAR REVOLUSI kita Nabi Muhammad SAW sebagi nabi 
terakhir dengan syahadat yang berbeda… 
Beberapa yang dapat saya simpulkan : 
Pemerintah
tidak tegas dalam menangani ahmadiyah yang memiliki potensi horizontal
yang tinggi, dalam hal ini Aparat keamanan belum memberikan sikap tegas
dalam menangani ahmadiyah ini.Masalah
ahmadiyah sudah lama muncul dan sampai sekarang terus berkembang dan
dimanfaatkan oleh orang-orang berkepentingan apalagi menjelang 2009,kasus
bentrokan memberikan kita ruang public untuk mengkaji bagaimana
menangani kasus tersebut, bubarkan FPI dan atau bubarkan ahmadiyah,Apa
yang dilakukan FPI memang tidak baik dilakukan di NKRI yang penuh ewuh
pakewuh, meskipun masalah akidah yang tercemar, cara kekerasn tidak
boleh dilakukan itu adalah hak preogratif aparat kemanan untuk termasuk
dalam menangani demo mahasiswa menolak kanaikan BBM.Isu
bentrokan memunculkan selebriti-selebriti baru yang muncul sebagai
pahlawan Islam rahmatan lil alamin termasuk tokoh-tokoh politik luamyan
kampanye gratis..yang penting pengalihan isu kenaikan BBM, sehingga orang 
melupakannya.saya kontak komandan Laskar FPI untuk konfirmasi masalah ini, dia 
menyarankan agar membaca press rilisnya di www.fpipetamburan.blogspot.comsaya
yakin masalah ini akan timbul selama sebabnya tidak di selesaiakan,
masih banyak ormas yang mungkin lebih anarkis dari FPI yang tidak
memiliki bentuk ormasnya, bukankah amrozi, hambali, imam samudra itu
bukan anggota FPI…sehingga saya tidak membela FPI, hanya sumber
maslahnya selesaikan dong..Saya yakin teman-teman lebih paham dan mantab..
  
  
Semoga
Allah Swt senantiasa memberikan rahmat untuk Negara kita tercinta yang
senantias diberi cobaan dan tidak kuasa atas penjajahan yang nampak
maupun tidak nampak… 
Mari bung rebut kembali… 
Wassalam, 
  
  
Love, 
  
alhakimc


      

Kirim email ke