Punten sanes promo, mung ngiring urunan ngawangkong. Taun ieu UI gaduh program Kerja sama daerah dan industri (KSDI), nyaeta masihan kasempetan pikeun putra daerah sakola di UI anu disponsoran ku pemerintah daerah sareng pihak industri. Sabada lulus janten sarjana, diwajibkeun babakti damel ka anu nyeponsoran. Porsesna pihak pemda sareng industri ngarekrut lulusan SMU anu kersa ngiringan program ieu. Engke ti pihak UI, ngetes para calon lulusan SMU eta. Program ieu ngahaja dibuka pikeun masihan kasempetan ka lulusan SMU daerah, dimana lamun "bersaing" jeung para lulusan SMU Jabotabek, pasti eleh. Tah, ku ayana program ieu teh, para lulusan "dipaksa" babakti ka daerahna. Anggaran nyakolakeun tiasa dicandak tina APBD. Waktos kamari ngabuka KSDI ieu di UI, harita oge aya Bupati Majalengka, anu netelakeun, di Majalengka teh, teu aya tanaga kasehatan (dokter) asli urang Majalengka anu kersa damel di wewengkon Majalengka. Ceuk bupati teh, cenah APBD Majalengka taun ieu naek 10 kali lipet batan dalapan taun kapengker.(tapi ceuk kuring mah asana teh teu pati signifikan kamajuanana.) baktos, mrachmat uidipura
--- On Mon, 6/9/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: mh <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Urang Sunda] Sakola GRATIS Euy! To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected] Date: Monday, June 9, 2008, 5:30 AM Gubernur Janjikan Pendidikan Gratis Minggu, 08 Juni 2008 , 19:02:00 MAJALENGKA, (PRLM) - Gubernur Jabar terpilih Ahmad Heryawan mengaku akan memaksakan anggaran pendidikan 20% yang kini baru 13%. Dengan begitu, pendidikan gratis bagi semua tingkatan bisa terlaksana. Dia juga berjanji akan membuat ikatan dinas untuk program pertanian dan kesehatan. Dia katakan itu di Gedung Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka saat berkunjung ke Majalengka, Sabtu (7/6). Menurutnya, jika tidak dipaksakan program pendidikan gratis tidak akan pernah tercapai dan akan tetap membebani masyarakat. Makanya salah satu jalan yang bisa dipaksakan peningkatan anggaran baik APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten. "Kita akan coba melakukan komunikasi dengan dewan agar bersedia menyetujui anggaran pendidikan 20 %." Ungkap Ahmad Heryawan. Sedangkan untuk peningkatan taraf hidup petani, pihaknya akan berupaya memberikan beasiswa bagi anak-anak di pedesaan untuk mengikuti pendidikan pertanian hingga mereka menjadi sarjana pertanian. Hasilnya diminta untuk dikembangkan di daerah asal dan dia juga nantinya harus mendidik masyarakat petani, bagaimana cara bertani modern dengan penghasilan yang lebih baik. Selama ini para petani di daerah masih mengandalkan pertanian tradisional sehingga hasilnya pun tidak memuaskan. "Anak yang mendapatkan beasiswa tidak boleh tinggal di luar daerahnya, namun usai sekolah dia harus kembali ke kampung halamannya untuk mengolah lahan dan membimbing petani setempat," ungkap.Heryawan, yang mengaku tidak akan melakukan konversi lahan pertanian untuk dijadikan lahan industri. Dengan sistem pertanian modern, diharapkan anak-anak muda yang sudah enggan mencari penghidupan dari bertani akan mulai menyukai tani. "Saat sebagian besar masyarakat hidup dari bertani. Namun, belakangan hidup menjadi petani tidak disukai anak muda. Masyakat lebih memilih lapangan kerja di bidang industri manufaktur, sehingga warga semakin enggan untuk menjadi petani," ungkap Heryawan. Demikian juga pola yang akan diterapkan di bidang kesehatan. Ke depan pihaknya akan berusaha menyekolahkan anak-anak di daerah untuk sekolah di bidang kesehatan. Setelah lulus mereka harus kembali ke daerah untuk melayani kesehatan di daerah asalnya. Bila mungkin mereka juga tidak kawin dengan orang luar daerah, namun kawin dengan warga setempat sehingga nantinya tidak perlu tinggal di daerah lain..(C-31/ A-37))*** citation: http://www.pikiran- rakyat.com/ index.php? mib=news. detail&id= 16873

