klop kang..nu keuheul ka FPI cigana moal jauh ti nu sok resep JUDI, ZINAH, jeung nu pasti pendukung SEKULER
2008/6/16 Toha <[EMAIL PROTECTED]>: > Anu masih keuheul ka FPI ieu aya seratan ti millis sabeulah, mangga > nyanggakeun....... > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Didath <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 14 Jun 2008 11:59 > Subject: Laskar FPI; Dari Perusak Bar ke Evakuator Mayat > > > Laskar FPI; Dari Perusak Bar ke Evakuator Mayat > > Teringat kisah kawan dari Mobile-8 (Djunaedi) yang ikut bergabung > sebagai relawan > dan menghabiskan semua cutinya, berikut kutipan ucapannya : > > ..melewati pekan ke-3 pasca tsunami, terjadi musibah pada relawan dari Bali > > yang diamputasi sebelah tangannya disebabkan terserang penyakit dari > mayat-mayat itu...praktis setelah itu hampir tidak ada lagi yang berani > mengangkat mayat termasuk saya (karena dilarang keras), kecuali FPI. > Setelah mayat-mayat dibungkus barulah tugas TNI menaikkan ke mobil-mobil > untuk dibawa kekuburan masal. > > Subhanallah.. > Saya rasa, kita semua termasuk Bangsa ini telah berhutang pada FPI...satu > diantaranya adalah mencegah kemungkaran dan berbagai kesesatan termasuk > kasus ahmadiyah.. > Wallahu'alam, bagaimana kelak dapat meminimalisir kemaksiatan bila FPI > tidak > ada.. hiks.. > > ---------------------------------------------------------- > > Selasa, 18 Januari 2005 > Punya Tim Pengendus Mayat dan Negosiator GAM > Laskar FPI; Dari Perusak Bar ke Evakuator Mayat > > http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Box&id=78110 > > Banda Aceh,- Siapa yang belum mendengar nama Laskar Front Pembela Islam > (FPI). > Di Jakarta, laskar itu punya nama besar gara-gara sering menyatroni > dan merusak klub-klub > malam saat Ramadhan (setelah sebelumnya diperingati dengan halus). > Bagaimana aksi laskar > itu di daerah bencana di Banda Aceh? > > Laporan Ibnu Yunianto, Banda Aceh > > SULIT melihat Habib Riziq Shihab mengenakan jubah dan kafiyeh putihnya > selama hari-hari > pascabencana gempa dan tsunami di Banda Aceh. Atribut kebesaran > Panglima Laskar Front Pembela > Islam itu telah setengah bulan ini bersalin dengan kaus tipis dan > celana lebar semata kaki. Bahkan, > jabatan panglima dia tinggalkan ketika pada hari-hari tertentu > mendapat jatah masuk menjadi > anggota tim evakuator mayat. Laskar FPI memang menjadi salah satu > relawan evakuator mayat > di ibukota NAD. Mereka telah datang sejak hari kedua bencana. Hari > ini, sekitar 1.200 > > anggota FPI dari Jakarta, Solo, Surabaya dan Makassar telah mendirikan > posko di Banda Aceh. > Lokasinya pun istimewa, Taman Makam Pahlawan Banda Aceh. Di halaman > makam yang berlapis > marmer hitam itu, tiga tenda lapangan dan dua tenda logistik didirikan > 'laskar garis keras' itu. > "Emang ente pikir Laskar FPI hanya bisa merusak bar, kami juga punya > organisasi penanggulangan > pascabencana," tukas Habib Riqizk, ketika ditanya motivasinya terjun ke > NAD. > > Habib itu mungkin tak sedang bergurau. Meski mengaku datang dengan > modal dengkul, FPI termasuk > kelompok relawan yang cukup disegani di Banda Aceh. > > Laskar itu bukan cuma ringan tangan, tapi juga pintar mengambil hati > orang Aceh. Tentang ringan > tangannya laskar itu juga cukup legendaris di kalangan relawan. > Soalnya, hanya FPI yang berani > menyentuh kawasan Syiah Kuala. Kawasan di pinggiran Universitas Syiah > Kuala dan makam > raja-raja Aceh itu memang menjadi momok, karena lokasinya yang > berawa-rawa, banyak paku bekas > rumah yang telah berkarat dan ratusan ekor ular. Di kawasan itu juga > terkenal dengan mayat yang > sangat berbau dan anggota tubuhnya tidak utuh karena terus-menerus > terendam air. > > "Bukan Ane bermaksud sombong, banyak relawan yang muntah-muntah begitu > masuk kawasan > Syiah Kuala. Tapi, FPI berhasil membersihkan mayat-mayat di daerah > itu. Sekitar 600 mayat sudah > kami angkat dari sana selama 22 hari ini," kata Habib Riziq. Untuk > membersihkan kawasan bekas > padat penduduk itu, Ketua Pelaksana Operasi FPI Ja'far Sidiq > mengatakan, kalau Laskar FPI memulainya > dengan menyiapkan "peralatan perang" yang lengkap. Mereka menggedor > setiap pintu instansi pemerintah > sehingga berhasil mendapatkan 4 ton logistik, ribuan masker standar > TNI, ribuan pasang sarung tangan, > dan ratusan pasang sepatu boot. "Pokoknya gaya gebug dulu khas FPI > kami pakai untuk mendapatkan > perlengkapan evakuasi, tapi mereka beruntung karena ada yang > mengerjakan evakuasi mayat di kawasan > yang tak tersentuh relawan lain," kata dia. > > Setelah itu, mereka lantas menyiapkan kamp relawan di Taman Makam > Pahlawan. Kawasan elit itu mereka > sulap menjadi kamp relawan dengan dapur umum 24 jam, kamar mandi > portabel dan tempat sanitasi terbaik > diantara kamp relawan lainnya. Kamp itu juga dilengkapi dengan tempat > untuk mencuci anggota tubuh > relawan dan alat perlengkapan evakuasi dengan cairan kimia khusus. > Bahkan, meski pun kawasan makam, > seluruh kamp itu juga dinyatakan sebagai daerah bebas rokok dan daerah > wajib berbusana muslim. > Bahkan, setiap pekan anggota FPI juga wajib disuntik tetanus dan > malaria, karena tingginya risiko bekerja > di rawa-rawa yang penuh puing-puing bangunan. > > Mereka juga membagi sekitar 1.200 anggota laskar menjadi 3 tim, yaitu > tim pengendus mayat, evakuator > mayat, tim sholat jenazah dan tim logistik. > > Tim pengendus bertugas mencari mayat diantara tumpukan puing, tim > evakuasi menggali puing untuk > mencari mayat, tim pensholat jenazah khusus mensholatkan setiap > jenazah yang ditemukan sementara > tim logistik mengurus konsumsi relawan. "Dengan begitu, tim logistik > dan tim sholat jenazah tidak > menyentuh mayat, sehingga kebersihan makanan dan kesucian anggota tim > pensholat jenazah selalu > terjaga," kata Ja'far. > > Di daerah kos-kosan mahasiswa itu, anggota Laskar FPI juga kerap > menemukan keanehan-keanehan. > Diantaranya, Sabtu lalu mereka menemukan tubuh utuh seorang ibu muda > yang tengah hamil tua. > Mayat itu utuh, kulitnya masih segar dan sama sekali tidak berbau > meski terendam air selama 21 hari. > > Namun, hanya berselang 1 meter ada jenazah yang tidak utuh organ > tubuhnya serta sangat berbau. > "Apa maknanya, saya kira Allah hendak menunjukkan kekuasaannya," kata > habib. > > Karena nama besarnya dalam urusan evakuasi mayat, Laskar FPI juga > kerap dimintai tolong untuk > mengevakuasi mayat di daerah konflik. Di kawasan Lhok Nga, sekitar 20 > kilometer dari Banda Aceh, > FPI bahkan dihubungi langsung Panglima GAM wilayah itu untuk mengurus > jenazah di sana. "Ada > ratusan mayat yang sempat terbengkalai di daerah itu. Soalnya, GAM > takut ditembak TNI kalau dia > keluar untuk mengurus mayat, sementara TNI juga nggak mau ditembak > GAM. Karena itu, FPI yang > diminta turun," kata Ja'far Shodiq. > > Kini FPI juga mulai menyentuh reruntuhan Pasar Atjeh, kawasan > pertokoan tepat di belakang Masjid > Baiturahman, Banda Aceh. Di kawasan yang terkenal karena ada rekaman > video yang mengabadikan > datangnya tsunami di kawasan itu, ratusan jenazah diperkirakan masih > tertimbun tumpukan puing > dan barang dagangan. Bau busuk menyengat begitu memasuki kawasan yang > hanya berjarak 300 meter > dari Meuligae (Pendapa) Nanggroe Aceh Darussalam, kompleks kantor > gubernur NAD yang juga Posko > Satkorlak PBA NAD itu. "Dari jam 9 hingga dhuhur, sudah 48 mayat kita > temukan. Entah berapa lagi > yang tersisa. Mayat seakan tidak ada habisnya," kata Habib Riqizk, > menambahkan. Karena hanya > tukang gedor fasilitas penyelamatan, FPI kini masih kesulitan > mengangkut jenazah ke tempat pemakaman > masal di daerah Lambaro, Aceh Besar. Mereka hanya mengandalkan > angkutan milik TNI dan Dinas PU > yang tidak seberapa banyak. Padahal, sekitar 100 mayat per hari > ditemukan laskar yang di Jakarta > gemar menghunus pedang dan golok di kelab malam itu. > > Lantas, apa rahasia sehingga dalam 23 hari hanya 6 orang anggota > laskar yang pulang ke daerah > masing-masing? "Kontrak kami ke Aceh adalah bebas pergi kapan saja > tapi jangan harapkan uang saku > untuk pulang. Kami ke sini tidak ada yang bayari, jadi tidak ada yang > kami beri uang saku untuk pulang. > Kalau mereka bisa pulang sendiri silahkan. Akibatnya, hanya enam orang > saja yang pulang," jelasnya. > > Selain piawai mengumpulkan mayat, laskar FPI juga piawai mengambil > hati orang Aceh. Laskar yang > meliburkan operasi setiap hari Jumat untuk membersihkan masjid dan > madrasah itu dikenal keras > melindungi kesucian masjid. Mereka pernah membuat larangan bagi orang > asing untuk masuk ke > lingkungan Masjid Baiturrahman dengan alasan kawasan masjid haram bagi > non muslim. Peraturan > keras itu rupanya sangat didukung oleh rakyat Aceh. Tak heran, Laskar > FPI justru menuai pujian > di Banda Aceh.(jpnn) > __._ > > > -- > Regards > > Toha > ----------------------------------------------------------------------- > "Jika ada Kemauan, Pasti ada Jalan". > "Jika belum Ketemu Jalan, Buatlah Jalan" > > -- ----------------------------------------------------------- AGUS PAKUSARAKAN 08128377662 www.smarthubtech.co.id----------------------------------------------------------- www.independen.wordpress.com www.inkas.wordpress.com www.garut0262.wordpress.com www.azzoman.indonetwork.net

