dasar kapitalis .........
minimal ku kuring mah beja na di sebar-sebar
ambeh pada nyaho kumaha kapitalis teh gawena .....

DUKUNG PATANI !!!



dudi mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Ah aing 
mah....
 Maca  beja nu  model kieu  teh sok jadi napsu nyedek tanaga mindek.
 Hayang ambek, ambek kasaha. Kapegung. Jadi we jarawat....
  
 Bener bener urang geus ditalikung ku kapentingan pengusaha sekuler.
 Pamarentah   sama sakali teu aya kawani pikeun ngabela patani  anu sabenerna 
kaasup kreatif jeung nu hayang ngaronjatkeun pakeun hirupna, anu salawasna  
terus wae teu bisa ngaronjat ronjat.Ngadon kokosehan dina leutak bari teu aya 
hasil ( kempu ceuk urang Palembang mah)
  
 Isuk jaganing geto, tukang tempe, pangrajin batik, penghasil kopi, patani 
enteh , kabeh bakal dibarui , kulantaran  geus ngalanggar hak paten batur.
  
 Beu...... karunya temen patani urang.
  
 Wassalam
 Dudi anak manten patani, nu teu jadi patani da teu boga sawah jeung kebon  

--- On Wed, 6/18/08, Bustanul Mulyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 From: Bustanul Mulyawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [IA-ITB] Petani Penghasil Bibit Jagung Murah di-Bui ??
To: "ppsdms" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, June 18, 2008, 9:09 PM

   Dear all,

Barusan saya menonton acara metro realitas di Metro TV, topiknya
mengenai beberapa petani jagung yang masuk bui gara-gara mencoba
membuat bibit jagungnya sendiri.

Yang dapat saya simpulkan dalam cerita saya tentang acara tersebut
adalah seperti ini :
Ada sekelompok petani jagung di Pare Kediri yang mencoba membuat
bibit jagung hibrida sendiri. Bibit jagung tersebut diperoleh dengan
menyilangkan beberapa varietas jagung hingga akhirnya diperoleh sebuah
bibit jagung yang tidak kalah dengan bibit hasil dari
perusahaan-perusaha an swasta penghasil bibit.
Dan yang tak kalah hebat, bibit jagung tersebut di jual kepada para
petani lain dengan harga Rp. 15.000,-/kg. Jauh lebih murah daripada
bibit yang dijual dipasaran hasil dari perusahaan bibit yang dibandrol
dengan harga Rp.  50.000,-/kg.
Hasil panennyapun sama bagusnya dengan bibit pabrikan tersebut.

Tapi kenapa kok malah para petani ini dihukum hingga akhirnya mendekam
di penjara?
5 bulan lagi?

Keberhasilan para petani ini ternyata mendapat cekalan dari perusahaan
bibit jagung terbesar se-asia tenggara yaitu BISI.
Bisi menggugat para petani dan dinyatakan telah melakukan pembajakan
atas varietas mereka. Dan dengan latar belakang pendidikan yang sangat
minim sekelompok petani ini diharuskan untuk berhadapan dengan dunia
hukum tentang hak cipta yang sangat-sangat- sangat mereka tidak pahami.

Apa yang sedang terjadi di Bumi Pertiwi ini?

Setelah saya menyaksikan tayangan tersebut saya jadi miris akan masa
depan negeri ini. Petani sebagai sumber penghasil pangan, kehidupannya
sungguh tragis dan sangat  mengenaskan. Sama sekali tidak ada
keberpihakan pemerintah akan nasib para petani kita.
Dan seandainya ini terus terjadi dan para petani telah kehilangan asa
yang menjadikan mereka tidak lagi sudi menjadi petani, mau makan apa
anak cucu kita nanti? Sungguh saya menitikkan air mata saat ini.

Bagi rekan-rekan yang mungkin juga menyaksikan acara tersebut mohon
kiranya untuk melengkapi apa yang saya tuliskan ini dan mungkin akan
menjadi berarti apa yang tertulis disini apabila rekan-rekan mau
menyebarkannya ke milis-milis lain.

Semoga Para Petani Tetap Semangat dan Tetap Sudi Memenuhi Kebutuhan
Pangan Akan Anak-Anak Negeri Ini.

"Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya, dan berikan manfaat 
terbaik untuk seisi alam"


-------
regards,

PENDEKAR BERAS ORGANIK
Bustan 0812 146 9036

Pusat Beras Organik :
www.agribisnis- ganesha.com  




        
     
                                       

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke