-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of kang_hasan
Sent: Wednesday, July 02, 2008 3:00 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [jurnalisme] Dialog antara SBY dan Joko Suprapto

 

2007

sby: pak joko, saya sangat tertarik dengan penemuan anda yang sudah 
saya beri nama blue energy itu. mohon ditindaklanjuti, agar bisa 
segera kita manfaatkan untuk kepentingan rakyat. 

js: nggih pak, saya akan bekerja keras. 
sby: kapan bisa diwujudkan?
js: segera, pak.
sby: jangan segera-segera saja, saya butuh waktu yang jelas.
js: nggih pak, tanggal 18 mei 2008, sebelum peringatan kebangkitan 
nasional.

mei 2008

sby: gimana pak joko, ini sudah mau 20 mei. sudah jadi belum?
joko: maaf pak, ada hambatan belum bisa nih.
sby: lho gimana sih? kapan jadinya?
js: beri saya waktu sedikit lagi pak. agustus deh, sebelum hari 
kemerdekaan.
sby: tapi jangan molor lagi ya.
js: iya pak, janji pak.

agustus 2008

sby: gimana, sudah jadi pak.
js: maaf pak, belum jadi. soalnya........
sby: gimana sih? situ kan sudah janji sama saya. kok mundur-mundur 
terus.
js: maaf pak.........
sby: kalau janji yang bener dong
js: iya pak, bapak juga kalau janji yang bener dong. coba bapak 
ingat berapa banyak janji bapak waktu kampanye dulu, berapa yang 
sudah bapak tepati?

sby:??"£%{:@[EMAIL PROTECTED]:L::@@:@{................

 


------------------------------------------------------------
NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the use of 
the individual or entity named above and may contain information that is 
privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. If 
you are not the intended party to receive the message and its attachment(s), 
you are hereby notified that any dissemination, distribution or copy of the 
message is strictly prohibited. Please immediately notify the sender and delete 
the message as soon as possible. Thank you for kind attention.

CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi dan 
mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat elektronik ini, 
mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu kepada pihak pengirim 
akan kekhilafannya serta menghapus suratnya. Terima kasih atas perhatian Anda.

Kirim email ke