Aya seratan ti Koran Sindo ngeunaan Uwa Mamat, nyanggakeun... Wios teu
disundakeun oge, nya?!!

Koleksi 5.000 Buku Sunda
(
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-barat/koleksi-5.000-buku-sunda-2.html
)
  Monday, 07 July 2008   untuk Lestarikan Budaya Banyak cara menunjukkan
kecintaan terhadap budaya Sunda.Salah satunya seperti dilakukan Mamat
Sasmita. Dia mengoleksi ribuan buku kuno tentang Tatar Pasundan.
PRIA berusia 57 tahun ini menjadi bagian dari tokoh yang menghidupkan gairah
masyarakat Sunda dalam berbagai karya buku seputar tatar Pasundan. Gurat
wajah ketuaan terlihat di raut penulis ini. Sejumlah buku tebal, misalnya,
kamus Sunda tersusun rapi di perpustakaan pribadi miliknya.

Ya, Mamat kini memiliki lebih banyak waktu luang menelusuri berbagai hal
yang erat kaitan dengan nilai budaya dan kehidupan masyarakat Tanah
Pasundan.Sejak 1980- an hingga sekarang lebih dari 5.000 buku Sunda
dikoleksinya. Buku itu tertata rapi di rumahnya di Kompleks Margawangi No
5,Margacinta,Kota Bandung.

Meski sebenarnya pria yang akrab dipanggil UwaMamat ini tak pernah menempuh
pendidikan Sastra Sunda dan bergelar sarjana,namun hasil karyanya layak
disejajarkan dengan tokoh lainnya di Jawa Barat.Uwa Mamat cukup tekun
meneliti berbagai makna kata atau nama setiap benda dalam bahasa Sunda. Rasa
cintanya yang besar kepada bahasa ibu dan literatur Sunda,UwaMamat seolah
memiliki pemikiran seperti sastrawan dan budayawan.

Dia tak keberatan ketika sejumlah orang menyebutnya sastrawan atau budayawan
Sunda. "Ah da saya mah tidak menuntut. Jika ada seseorang menyebut sastrawan
atau budayawan Sunda kenbae weh lah (biarkan saja).Tapi, yang ada dan terasa
di hati mah merasa terhormat,"kelakar Uwa Mamat dengan senyum khasnya. Dia
sadar hobi mengoleksi dan membaca buku-buku Sunda bisa disalurkan dan dibagi
kepada orang lain.

Sejak 2004, Uwa Mamat membuka pintu kepada siapa pun yang ingin menimba ilmu
dan mengetahui lebih jauh seputar Tanah Pasundan lewat Rumah Baca Buku Sunda
Jeung Sajabana (Rumah Baca Buku Sunda dan sebagainya). Dari total lebih
5.000-an koleksi buku miliknya, hampir setengahnya berbahasa
Sunda.Selebihnya ditulis dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia, Inggris,
dan Belanda.

Salah satu literatur yang ada dan cukup dibanggakan karena yakni Kamus
Inggris-Sunda karya Jonathan Rigg yang dibuat pada 1862. "Yang saya rasakan
secara pribadi ternyata minat baca masyarakat terhadap buku, khususnya yang
berbahasa Sunda, masih cukup dan lumayan. Hampir setiap hari selalu ada yang
berkunjung. Bahkan ada satu keluarga yang setiap pekan sengaja meluangkan
waktu untuk datang," ungkap Uwa Mamat.

Selain kamus-kamus kuno yang mayoritas diterbitkan pada awal 1990-an, ada
juga koleksi buku tentang kesenian dan budaya Sunda yang disusun dalam
bahasa Belanda, berjudul Priangan de Preanger Regentscappen Order Het
Nederlandsch Bestuur tot 1811, karya F De Haan yang diterbitkan pada 1911.

Di luar itu ada juga beberapa buku karya sastrawan Sunda terkenal, MA Salmun
(almarhum)."Sebenarnya masih banyak koleksi buku-buku Sunda yang belum saya
koleksi, termasuk karya-karya MA Salmun,"tandas sosok kelahiran
Ciawi,Kabupaten Tasikmalaya, 15 Mei 1951 lalu ini. (mohamad
taufik/bersambung)

-- 
sikandar
kumincir.blogspot.com

Kirim email ke