Geuning lain ayeuna wae, "manusa ti Jawa" sok ngumbara ka Eropa, 
"Pithecanthropus erectus" nu sok disebut Manusia Jawa jaman purbakala, aya 
oge nu bubuara ka Jerman, saperti dibejakeun dina beja dihandap ieu:

Manusia Jawa Purba Diduga Pernah Jelajahi Eropa

Kompas/RUDI BADIL

Beginilah bentuk Pithecanthropus erectus, karya tatahan Dubois
sendiri. Tugu ini dibangun untuk memperingati temuan tengkorak manusia
purba. Tatahan di batu pualam bertuliskan "P.e. 175 M. ONO 1891/1893,
yang berarti "Pithecanthropus erectus, ditemukan 175 meter, arah timur
laut, antara tahun 1891-1893". Eugene Dubois, masih sebagai pemuda
yang gemar menekuni masalah paleontologi dan petualangan ilmiah.

Senin, 21 Juli 2008 | 13:17 WIB

HANOVER, SENIN  - Pecahan tulang tengkorak yang ditemukan di sebuah
tambang Jerman ternyata berasal dari manusia jawa, manusia purba yang
sebelumnya diyakini penduduk asli Asia. Dengan penemuan itu, memicu
spekulasi bahwa manusia purba Asia pernah menjelajah Eropa.

Alfred Czarnetzki, seorang profesor di Universitas Tuebingen,
mengumumkan pekan lalu bahwa kerangka tersebut, yang ditemukan pada
2002, "Usianya paling tidak 70.000 tahun dan begitu mirip manusia jawa
sehingga boleh jadi merupakan kembarannya."

Tulang tengkorak itu berasal dari spesies Homo erectus, sedangkan
manusia modern dikenal sebagai Homo sapiens, yakni manusia yang sudah
berbudaya.

Manusia Jawa adalah nama yang diberikan kepada fosil yang ditemukan
pada 1891 di Trinil, tepian Bengawan Solo. Fosil ini merupakan salah
satu spesimen Homo erectus atau manusia purba berjalan tegak yang
paling pertama dikenal.

Penemunya, Eugene Dubois, memberikan nama ilmiah Pithecanthropus
erectus, sebuah nama yang berasal dari akar Yunani dan Latin yang
berarti manusia kera berjalan tegak.

Karl-Werner Frangenberg, seorang pemburu fosil, menemukan bagian atas
tengkorak pada 2002 di sebuah lubang batu di Leinetal dekat Hanover.
Istrinya, yang memiliki hobi sama, menemukan bagian pelipis dua tahun
kemudian.

Sama dengan fosil Trinil

Tulang-belulang itu, yang kini diyakini merupakan kerangka manusia
tertua yang pernah ditemukan di Jerman, saat ini dipamerkan di Museum
Hanover.

Kerangka tertua Jerman sebelumnya adalah spesies lain, yakni Homo
heidelbergensis, yang ditemukan pada 1907 dan berusia sekitar 600.000
tahun.

Czarnetzki mengakui kesulitan mengukur usia fosil secara tepat, tapi
dirinya yakin dengan kesamaan pada penemuan fosil manusia purba di
Jawa pada 1891.

"Penemuan ini mengindikasikan bahwa manusia purba Asia pernah menyebar
ke Eropa," katanya, seraya menambahkan artikelnya mengenai penemuan
tersebut telah diakui Journal of Human Evolution dan akan segera
diterbitkan. Ia mengemukakan, tak ditemukan DNA dalam pecahan tulang
itu, tapi ada jejak protein.


Sumber : AntaraManusia Jawa Purba Diduga Pernah Jelajahi Eropa
Kompas/RUDI BADIL
Beginilah bentuk Pithecanthropus erectus, karya tatahan Dubois
sendiri. Tugu ini dibangun untuk memperingati temuan tengkorak manusia
purba. Tatahan di batu pualam bertuliskan "P.e. 175 M. ONO 1891/1893,
yang berarti "Pithecanthropus erectus, ditemukan 175 meter, arah timur
laut, antara tahun 1891-1893". Eugene Dubois, masih sebagai pemuda
yang gemar menekuni masalah paleontologi dan petualangan ilmiah.

Senin, 21 Juli 2008 | 13:17 WIB

HANOVER, SENIN  - Pecahan tulang tengkorak yang ditemukan di sebuah
tambang Jerman ternyata berasal dari manusia jawa, manusia purba yang
sebelumnya diyakini penduduk asli Asia. Dengan penemuan itu, memicu
spekulasi bahwa manusia purba Asia pernah menjelajah Eropa.

Alfred Czarnetzki, seorang profesor di Universitas Tuebingen,
mengumumkan pekan lalu bahwa kerangka tersebut, yang ditemukan pada
2002, "Usianya paling tidak 70.000 tahun dan begitu mirip manusia jawa
sehingga boleh jadi merupakan kembarannya."

Tulang tengkorak itu berasal dari spesies Homo erectus, sedangkan
manusia modern dikenal sebagai Homo sapiens, yakni manusia yang sudah
berbudaya.

Manusia Jawa adalah nama yang diberikan kepada fosil yang ditemukan
pada 1891 di Trinil, tepian Bengawan Solo. Fosil ini merupakan salah
satu spesimen Homo erectus atau manusia purba berjalan tegak yang
paling pertama dikenal.

Penemunya, Eugene Dubois, memberikan nama ilmiah Pithecanthropus
erectus, sebuah nama yang berasal dari akar Yunani dan Latin yang
berarti manusia kera berjalan tegak.

Karl-Werner Frangenberg, seorang pemburu fosil, menemukan bagian atas
tengkorak pada 2002 di sebuah lubang batu di Leinetal dekat Hanover.
Istrinya, yang memiliki hobi sama, menemukan bagian pelipis dua tahun
kemudian.

Sama dengan fosil Trinil

Tulang-belulang itu, yang kini diyakini merupakan kerangka manusia
tertua yang pernah ditemukan di Jerman, saat ini dipamerkan di Museum
Hanover.

Kerangka tertua Jerman sebelumnya adalah spesies lain, yakni Homo
heidelbergensis, yang ditemukan pada 1907 dan berusia sekitar 600.000
tahun.

Czarnetzki mengakui kesulitan mengukur usia fosil secara tepat, tapi
dirinya yakin dengan kesamaan pada penemuan fosil manusia purba di
Jawa pada 1891.

"Penemuan ini mengindikasikan bahwa manusia purba Asia pernah menyebar
ke Eropa," katanya, seraya menambahkan artikelnya mengenai penemuan
tersebut telah diakui Journal of Human Evolution dan akan segera
diterbitkan. Ia mengemukakan, tak ditemukan DNA dalam pecahan tulang
itu, tapi ada jejak protein.


Sumber : Antara 

Kirim email ke