Di sababaraha etnik di Dunya, pangpangna etnik nu cicing di Asia Kidul, Timur Tengah jeung di Afrika Kaler, kahormatan kulawarga penting pisan, sanajan kudu tepika ngarogahala atawa malah tepi ka maehan dulur/ anak sorangan. Dihandap ieu beja ti Yordania aya lanceuk tega maehan adi awewena kulantaran kabur ti imah jeung lalaki. Kasus nu sarupa sering oge kajadian nu dilakukeun ku etnik2 ieu sanajan maranehna jadi imigran di Eropa atawa Amerika. Sababraha bulan katukang, di Canada aya kajadian budak awewe dipaehan ku bapana jeung lanceuk lalakina, pedah ukur make papakean siga urang Barat sabab ceuk pandangan maranehna, ngarusak "Kahormatan Kulawarga".
Kahormatan Kulawarga leuwih penting tibatan HAM? Sabtu, 02/08/2008 13:39 WIB Pria Bunuh Adik Perempuannya Demi Kehormatan Keluarga Rita Uli Hutapea - detikNews Amman - Seorang pria sampai hati membunuh adik perempuannya. Pembunuhan itu menurutnya dilakukan demi menjaga kehormatan keluarga! Peristiwa ini terjadi di daerah Nqeira, sebelah selatan Amman, ibukota Yordania. Pria Yordania berusia 26 tahun itu menembak adiknya yang berusia 23 tahun hingga tewas. Pelaku pembunuhan yang tidak disebutkan identitasnya itu, telah menembak korban sebanyak enam kali pada Jumat, 1 Agustus malam, waktu setempat. Usai membunuh, dia datang menyerahkan diri ke polisi. "Dia menyerahkan dirinya dan mengaku membunuh adik perempuannya untuk menjaga kehormatan keluarganya karena dia (korban) menghilang dari rumah selama empat bulan bersama seorang pria," kata seorang pejabat keamanan Yordania. "Dia membunuhnya ketika dia kembali ke rumah kemarin malam. Namun tes forensik menunjukkan gadis itu masih perawan," imbuh pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/8/2008). Peristiwa itu merupakan pembunuhan kedelapan tahun ini yang menggunakan dalih menjaga kehormatan. Menurut otoritas Yordania, selama tahun 2007 lalu, tercatat 17 kasus pembunuhan serupa. Mereka yang terbukti bersalah dalam kasus-kasus tersebut kerap kali hanya diganjar hukuman ringan. Parlemen Yordania telah dua kali menolak untuk mereformasi aturan hukum negeri itu. Padahal banyak tekanan dari kelompok-kelompok HAM agar para pelaku pembunuhan tersebut dijatuhi hukuman yang lebih berat.(ita/gah)

